
"Kamu tidak boleh melakukan ini padaku!!" teriak Melsia ketika para polisi memasukkannya ke penjara. wanita itu tidak akan bisa menghadapi kejamnya dunia di dalam penjara.
Benito tidak bisa melakukan apapun karena semua yang dia lakukan adalah kesalahannya sendiri.
kehidupan Caroline dan Erik selalu dipenuhi dengan canda tawa bahkan suara teriakan yang selalu menggelegar dari Caroline.
*Beberapa tahun kemudian*
Di tempat lain seorang wanita sedang memikirkan bagaimana kondisi adiknya, Apakah dia selamat atau dia sudah dinikahkan dengan bandit tua.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Jason.
"Aku sedang memikirkan adikku." jawab Avara.
Jason kemudian duduk di samping Avara, berkat Caroline dulu Avara dan Jason berhasil melarikan diri. "Kamu benar, kira-kira bagaimana nasib Caroline sekarang? kalau bukan karena dia kita tidak akan bisa bersama." Jason menggenggam salah satu tangan istrinya.
"Mama! papa!" Panggil gadis kecil berusia 7 tahun.
Avara memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, 8 tahun yang lalu dia melarikan diri bersama Jason kemudian menikah. Kehidupannya memang tidak kaya namun sederhana dan bahagia.
"Aku takutnya kalau Caroline tertangkap bahkan dinikahkan dengan pria tua itu." ucap Jason.
"Aku tidak yakin ayah dan ibu berhasil menikahkan Caroline, Aku yakin dia sudah melakukan diri."
"Lalu dia di mana dia? kita melarikan diri ke Rusia tapi bagaimana nasib Caroline?"
Jason nampak terdiam, dia juga merasa bersalah kepada Caroline.
"Aku sudah berusaha mencari informasi kepada beberapa orang yang ada di sana, aku juga bertanya kepada teman-temannya Caroline dan lain sebagainya. Namun mereka tidak dapat memberi informasi, Aku mencari Ruhan tapi Ruhan kelihatannya juga sudah pergi dari Belanda." jawab Jason.
"Mama, kenapa Mama menangis. Apa papa jahat sama mama?" tanya anak Avara yang bernama Peter.
"Tidak, sayang. mama cuma merindukan adik mama." jawab Avara.
"Tante Caroline?" tanya Peter.
"Iya, mama sangat merindukannya."
*HOTEL REGANS*
"Mama!!" seru si kembar.
"Ya."
__ADS_1
"Mama, kami mau bersenang-senang bersama dengan teman-teman kami!" seru David.
"Ya." jawab singkat Caroline .
Daniel Regan
David Regan
Joshua Regan
Jesselyn Regan.
"Mama!" teriak Jesselyn dengan sangat keras.
"Kenapa teriak-teriak? Memangnya kamu mau mengajak Mama bertengkar?" tanya Caroline yang membuat Jesselyn tersenyum menatap mamanya.
"Mama, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" terlihat sekali kalau Jesselyn begitu penasaran.
"Memangnya ada apa?" tanya Caroline.
"Mama, kenapa ketiga saudaraku itu laki-laki Sedangkan aku perempuan sendiri? anak paman Kelvin laki-laki anak paman Elios juga laki-laki. Kenapa aku tidak laki-laki juga?" dengan raut wajah yang begitu lucu Jesselyn menanyakan hal itu kepada ibunya.
Caroline harus memikirkan bagaimana cara untuk menjawab pertanyaan dari putrinya itu. "Kamu tahu sayang, Tuhan benar-benar begitu sayang padamu. Kamu lahir menjadi anak perempuan sendirian sedangkan tiga saudaramu laki-laki, anak paman Kelvin laki-laki anak paman Elios juga laki-laki. Tuhan ingin melindungimu dari para orang-orang jahat yang berniat tidak baik padamu, karena itu mereka semuanya dilahirkan sebagai laki-laki karena mereka diberi tugas untuk melindungimu." jawab Caroline.
"Ya karena Tuhan sayang sama kamu, Tuhan ingin kamu menjadi gadis paling cantik diantara semua saudara laki-laki mu." jawab Caroline. Daripada mencari jawaban yang lain Lebih baik Caroline mengatakan sesuatu yang lebih masuk akal, daripada dia harus di cerca ribuan pertanyaan dari gadis kecilnya itu.
Mendengar jawaban yang dikatakan oleh ibunya seketika Jesselyn tersenyum malu-malu. Dia sedikit menggerakkan tubuhnya sembari meminta gendong kepadanya.
"Aku sayang mama." ucap Jesselyn yang kemudian memeluk Caroline.
"Daripada aku harus pusing mencari jawaban yang lain, Lebih baik jawaban ini." guman Caroline dalam hati yang kemudian menurunkan putrinya.
"Nyonya!" teriak manager hotel yang sudah berlari ke arah Caroline.
"Kenapa kamu lari-lari seperti itu, manajer. Apa kamu dikejar sama hantu?" tanya Caroline yang terlihat masih bersikap santai.
"Nyonya gawat, gawat."
"Memangnya gawat kenapa?"
"Gawat Nyonya, lebih baik nyonya ikut saya." manajer hotel yang langsung meminta Caroline untuk ikut dengannya.
Dari raut wajah manajer hotel kelihatan sekali kalau dia sedang kebingungan karena sesuatu.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kamu seperti itu sih manajer?" tanya Caroline yang berjalan di belakang manajer.
"Lebih baik nyonya lihat sendiri." jawab manajer.
Caroline masih terlihat begitu santai sembari melihat ponsel yang ada di tangannya, namun ketika pintu salah satu ruangan dibuka kedua bola mata Caroline langsung membulat sempurna. Ruang santai khusus dia dan sang suami sudah hancur berantakan bahkan. beberapa barang sudah terbang entah kemana, manajer hotel tidak berani mengatakan apapun dia hanya menunjukkan kejadian yang ada di dalam ruangan itu.
"Daniel! David! Joshua!" teriak Caroline dengan sangat keras saat dia melihat ruang santainya sudah hancur berantakan tidak bisa dia pakai sama sekali.
Daniel, David dan Joshua langsung menatap ke arah Mama mereka yang sudah melotot sembari berkacak pinggang. Kalau dalam film anime mungkin kepala Caroline sudah mengeluarkan api bahkan rambutnya sudah berdiri semuanya.
"Berdiri di pojok! angkat satu kaki kalian!!" teriak Caroline dengan sangat keras.
Erik yang sudah berada di sana nampak dia tersenyum saat melihat ketiga putranya dihukum oleh sang istri. "Ada apa Sayang?" tanya Erik yang sudah mendekati sang istri.
"Jangan berani kamu membantu putra-putra, mu sayang. Jika kamu berani membantu mereka lihat saja apa yang akan aku lakukan." Caroline menunjuk wajah sang suami.
Langkah kaki mundur dilakukan oleh Erik untuk mengamankan diri, dilihat dari wajah sang istri dia benar-benar sangat marah. Kelvin yang bersama dengan Erik dia juga langsung ambil langkah mundur.
"Apa yang kalian lakukan di ruangan mama?!" tanya Caroline dengan suara yang sedikit keras.
"Kami cuma main-main, Mama." jawab Daniel.
"Main-main? kalian bilang main-main, Sayang. kalian ini tidak tahu tempat ya, ini ruangan Mama ruangan ini tidak boleh diacak-acak seperti ini. sekarang cari barang-barang mama sampai ketemu, kembalikan ke tempat asal, jangan sampai kalian keluar atau tidak pesta hari ini akan Mama batalkan!!" ancam Caroline yang kemudian meninggalkan ketiga putranya.
Erik kemudian masuk ke ruangan itu.
"Manajer minta kepada para petugas kebersihan untuk membersihkan ruangan ini secepat mungkin, jangan sampai istriku kembali dengan kondisi yang masih sama. Jika tidak satu hotel ini bisa mendengar suara teriakannya lagi." pinta Erik yang membuat manajer hotel langsung berlari meminta para petugas kebersihan untuk segera membersihkan tempat itu.
"Papa, bantu kami." rengek Daniel dan David.
"Papa sudah bilang kan, kalian jangan merusak dan merusuh tempat ini, papa sudah bilang kalian harus hati-hati. Kalau mama marah bisa-bisa kita semuanya tidak akan ada yang selamat." Erik yang kemudian membuka jas yang dia pakai dan melinting lengan bajunya.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*My jodoh duren(duda keren)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
__ADS_1