
"Mam." panggil David.
"Ada apa sayang?" tanya Caroline.
Wanita itu sedang asyik berjudi di salah satu meja judi, Joshua duduk di samping Caroline dengan begitu tenang. dia tersenyum menatap mamanya yang bermain dengan begitu santai. Ternyata wanita yang sudah melahirkannya itu benar-benar luar biasa.
"Mam." Panggil David kembali.
"Ada apa Sayang?" jawab Caroline yang masih fokus dengan beberapa kartu yang ada di tangannya.
"Mam." Panggil David dengan suara yang keras.
Caroline menoleh menatap putranya. "Ada apa Sayang? apakah ada sesuatu, Kamu ingin makan sesuatu? kalau kamu ingin makan atau minum mintalah pada Paman John." ucap Caroline.
"Papa menelpon, kelihatannya papa tahu kalau mama ada di sini." jawab David.
Dengan sangat cepat Caroline menatap putranya. "Apa!" seru Caroline.
"Papa nelpon, katanya mama suruh pulang kalau tidak papa yang jemput dengan paksa." jawab David yang membuat Caroline langsung bergegas berdiri dari meja judi.
"Ada apa Nyonya Caroline?" tanya salah satu pemain.
"Maaf tuan, saya ada urusan yang sangat penting. Kalian silahkan lanjutkan saja." Caroline bergegas pergi dari meja itu sembari menarik kedua putranya.
John yang melihat majikan wanitanya kebingungan, Tentu saja dia tahu kemungkinan besar bosnya sudah tahu kalau istrinya ada di kasino.
"Ada apa Nyonya?" tanya John yang berpura-pura.
"Kamu laporan sama bosmu ya?" tanya Caroline.
"Maksud nyonya?" tanya John kembali.
"Aduh kalau sampai bosmu sampai di sini terlebih dahulu, bisa-bisa dia akan mengangkatku seperti karung. Lebih baik aku kabur dari sini." Caroline benar-benar kebingungan.
Dengan langkah kaki cepat Caroline langsung meninggalkan Kasino, berharap sang suami tidak akan datang terlebih dahulu.
"Mama, kenapa Mama harus kabur?" tanya Joshua.
"Aisss.. kamu masih kecil tidak akan tahu kenapa Mama kabur." jawab Caroline.
"Mama mencuri sesuatu ya?" tanya Joshua kembali.
Caroline langsung mendelik, matanya membulat sempurna ketika dia mendengar perkataan salah satu putranya.
"Kamu ini kalau bicara yang benar dong, Joshua. masa mama mencuri, Kenapa juga harus mencuri." jawab Caroline.
"Kalau tidak mencuri Kenapa harus kabur?" tanya Joshua.
"Kamu ini kenapa sih banyak bertanya, Joshua. Kamu diam, mama mau cari jalan untuk melarikan diri dari sini." jawab Caroline kembali.
__ADS_1
John melihat tingkah lucu dari majikan wanitanya, memang dari dulu sampai sekarang wanita itu tidak banyak berubah. Selalu saja main kabur Ketika sang suami tidak ada di rumah.
"Mama, kenapa kita tidak pergi lewat jalan belakang saja? pasti Papa tidak akan mencari kita di sana." David memberi pendapat.
"Kamu baru benar, David." Caroline yang kemudian menarik tangan kedua putranya.
John menahan tawannya terus-menerus, dia menggelengkan kepalanya saat dia melihat tingkah lucu dari istri bosnya.
"Nyonya Caroline." Panggil salah satu pria yang ada di tempat itu.
"Iya." jawab Caroline yang kemudian menghentikan langkah kakinya.
"Sudah lama tidak bertemu dengan Anda, nyonya Caroline." ucap si pria.
Caroline tersenyum kemudian menatap pria itu, berbeda dengan kedua putranya yang terlihat begitu tidak suka saat ada pria yang mendekati mamanya.
"Nyonya Caroline mau ke mana?" tanya si pria.
"Maaf tuan, saya mau pergi sebentar." jawab Caroline.
"Kenapa Nyonya tidak main poker terlebih dahulu? pasti akan menyenangkan jika Nyonya Caroline bermain dengan saya." ucap si pria.
"Jangan mendekati mamaku, Kamu itu siapa?!" seru David yang selalu cemburu jika ada pria yang mendekati mamanya.
"Halo bocah kecil, kamu lucu sekali." si pria membungkukkan tubuhnya kemudian mencubit pipi David.
"Aku tidak suka diperlakukan seperti anak kecil, Jangan mendekati mamaku." David menarik tangan ibunya.
"Mama tidak bisa bermain denganmu, Tuan. kami harus segera pergi jika tidak nanti papa akan menemukan kami." ucap lugu dari Joshua yang membuat Caroline tersenyum sedikit kikuk.
"Sudah sudah, maaf ya Tuan. Aku harus segera pergi, hidupku dalam bahaya jika tidak bisa-bisa kartu hitamku akan melayang." Caroline yang langsung bergegas pergi ke bagian belakang Casino. Dia akan melarikan diri lewat pintu itu, berharap suaminya tidak akan menemukannya. Padahal dia lupa kalau dia membawa mobil dengan plat nomor yang tidak akan dimiliki oleh orang lain.
Tentu saja Erik yang ada di luar Casino menatap mobil istrinya.
"Pasti Nyonya ada di dalam, Tuan." ucap Elios.
"Tentu saja, Elios. mau ke mana lagi." jawab Erik.
"Apa Tuan mau langsung masuk?" tanya Elios.
"Aku lewat pintu belakang saja, Elios. kalau di sini aku akan kehilangan istriku, lebih baik kamu masuk lewat pintu depan aku akan lewat belakang. kalau lewat sana aku akan menangkap istriku." jawab Erik.
Menikah selama beberapa tahun membuat pria itu sangat tahu betul bagaimana sifat istrinya, walaupun tingkatnya seperti itu tapi Caroline adalah sosok wanita yang bisa membuat Erik berubah total.
Dengan begitu terburu-buru Caroline membawa kedua putranya, namun ketika dia menoleh ke belakang malah dia menabrak seseorang.
BUGG..
"Aduh." ucap Caroline yang menabrak seseorang karena terburu-buru.
__ADS_1
Joshua menatap papanya, bocah kecil itu tersenyum. namun Erik langsung memberi kode putranya untuk diam.
"Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Erik .
DEG.
Caroline tersentak, perlahan-lahan kepalanya mendongak. "Hehehe..., sayang. Kamu ada di sini ya." ucap Caroline yang sedikit bingung.
"Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Erik kembali.
"Ayolah sayang..," Caroline mencoba untuk memikirkan suatu cara.
"Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Erik kembali.
"Aku mau pulang, kamu itu sudah membuat hari-hariku menyebalkan. Kenapa sih kamu mencariku ke sini? aku kan cuma main-main."
Suasana berbalik Caroline, malah marah kepada sang suami. jurus andalannya langsung dia keluarkan, kedua tangannya melepas tangan David dan Joshua.
Erik menatap sang istri, alhasil pasti wanita itu akan murka padanya, tatapan mata mereka saling beradu.
"Kamu mau pulang, sayang?" tanya Erik.
"Tidak usah banyak basa-basi sayang, kamu mau menangkap basah aku kan?" Caroline menantang sang suami.
"aku sudah bilang kan sayang, kamu jangan keluyuran, kamu jangan ke Casino sendirian. Kamu tahu kan berapa kali kamu membuat masalah di sini!" tanya Erik.
Caroline mencibir kan bibirnya, dia tidak mencuri dan tidak melakukan apapun tapi suaminya marah.
Sedikit cerita beberapa kali Caroline berada di Casino, wanita itu beberapa kali diajak oleh beberapa pria untuk kencan. Erik yang mengetahui hal itu tentu saja dia murkah, sudah berapa pria yang sering memberikan surat cinta kepada istrinya.
"Sayang, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak ke kasino. lalu, Kenapa kamu kemari?" tanya Erik yang kemudian memasukkan kedua tangannya di saku.
Sepasang suami istri itu berdebat, sedangkan dua anak mereka mencari tempat duduk untuk mendengarkan papa dan mama mereka beradu mulut.
"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya Joshua.
"Pasti Mama, pasti Mama yang akan menang, tidak akan ada orang yang bisa menandingi jurus Mama." jawab David.
"Benarkah? kamu yakin?" tanya Joshua.
"Tentu." jawab David sembari mengacungkan dua jempolnya.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
__ADS_1
*My jodoh duren (duda keren)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊