ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
HUKUMAN DARI ERIK


__ADS_3

"Waduh kok aku nggak tahu sih? Apa benar, Elios? lalu sejak kapan mereka pacaran?" tukang gosip mulai bergosip.


"Nyonya ini kepo banget sih." jawab Elios yang membuat Caroline langsung memukul pundak pria itu.


"Lihat kan, sama pengawalnya aja begitu genit. Ditinggal sebentar sama tuan Erik tangannya sudah merajalela seperti itu." ucap salah satu wanita.


Kelvin yang Mendengar hal itu dia benar-benar tidak suka, dia memutar tubuhnya menatap wanita yang membicarakan Caroline di belakangnya.


"Alangkah baiknya jika mulut kalian itu berhenti berbicara, jika kalian terus mengatakannya akan kubuat mulut kalian itu selamanya tidak bisa berucap." ancam Kelvin.


"Ada apa sih Kelvin? kok kamu marah-marah seperti itu?" tanya Caroline.


"Tidak ada apa-apa Nyonya." Elios mengalihkan pembicaraan.


"Memangnya ada apa?" tanya Caroline.


"Kamu itu benar-benar tidak tahu diri ya, kamu begitu bangga dekat dengan tuan Erik, kamu kira kamu akan bisa selamanya dengan pria itu. Wanita nakal dan murahan sepertimu itu tidak pantas bersama Tuan Erik." salah satu wanita langsung menghina Caroline.


Pertama Caroline hanya tersenyum dengan ejekan wanita itu, lama-kelamaan kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita itu membuat tangan Caroline gatal bahkan tidak bisa terkontrol.


PLAKK!!


Satu tamparan langsung mendarat di pipi wanita itu, wanita itu terdiam menatap Caroline yang tadi menamparnya.


"Beraninya kamu menamparku." ucap si wanita.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh menamparmu? kamu itu benar-benar tidak mempunyai kontrol, mulutmu itu benar-benar busuk, kamu tidak punya tata krama sebagai seorang wanita yang mempunyai etika baik."


"Kenapa aku harus berbicara baik denganmu, benar kan apa yang aku katakan. Kamu itu cuma wanita simpanan, wanita penghibur dan penghangat bagi para pria." wanita itu semakin menghina Caroline. Kata-kata yang dikeluarkan bagaikan racun yang langsung menyebar ke tubuhnya.


Caroline menunjukkan senyumnya.


PLAKK!!


PLAKK!!


2 tamparan diberikan oleh Caroline sebagai hadiah atas penghinaan wanita itu.


"Apa yang kamu lakukan?!" teriak si wanita dengan sangat keras. Wajahnya mendapat tiga tamparan dari wanita yang tadi dia hina.


"Aku masih bersabar dengan hanya menamparmu, tapi jika aku sudah kehilangan kendali bukan hanya tamparan yang akan kuberikan. Mungkin aku akan melemparmu hingga membentur dinding." jawab Caroline.


Kerumunan orang-orang yang mendekati Caroline membuat Erik yang sedang berbicara dengan para pengusaha langsung menoleh.

__ADS_1


"Ada apa, Tuan?" tanya Diablo kepada Erik.


"Sebentar Tuan." Erik yang langsung mendekati tempat sang istri.


"Beraninya kamu menghina Nyonya Caroline!" Elios dan Kelvin memasang badan kemudian menarik salah satu tangan wanita yang menghina Caroline.


"Apa yang kamu lakukan pada putriku?!" teriak seorang pria yang marah ketika melihat putrinya ditarik dengan kasar oleh seorang pria.


"Dasar kalian pria bajing, brengsek!!" si pria kemudian mendorong tubuh Kelvin.


"Mulut ayahnya seperti ini, tentu saja mulut putrinya juga seperti ini." ucap Caroline yang menatap Pria tua yang menolong putrinya.


"Beraninya kamu menghina suami dan putriku!" seru seorang wanita. dia begitu marah kedua bola matanya melotot, salah satu tangannya hendak menampar Caroline namun langsung dicekal oleh Elios.


"Jangan kurang ajar, nyonya." Elios menghempaskan tangan wanita tua itu.


"Dasar kalian kurang ajar!" seru si wanita.


"Kalian berani sekali memperlakukan Putri dan istriku seperti ini! Aku akan menuntut kalian, aku akan menuntut kalian!!" seru pria tua.


"Ada apa ini?" tanya Erik yang mendatangi sang istri.


"Maaf, tuan." jawab Kelvin.


"Wanita itu dan dua pria ini sudah menampar putri saya, dasar wanita tidak tahu diri, wanita murahan, wanita tidak berpendidikan. Mungkin dia ini wanita pelacur yang masuk ke hotel ini!!" seru sih pria.


"Apa maksudmu?" tanya Erik yang mulai marah.


"Aku akan menjebloskan wanita ini bersama dua pria ini!!" seru si wanita.


"Kelvin, Siapa mereka? cari tahu mereka dari mana dan memiliki usaha apa, hancurkan perusahaan mereka sekarang juga!!" perintah Erik.


"Apa maksudmu Tuan Erik? wanita brengsek tidak tahu diri, wanita pelacur itu yang menghinaku!!" seru si wanita.


PLAKK!!


Dengan sangat keras Erik menampar mulut wanita muda yang menghina istrinya.


"Usir mereka dari sini, jebloskan mereka ke penjara, hancurkan seluruh usahanya!!" perintah Erik yang sudah kehilangan kesabaran.


"Apa yang sudah saya lakukan? Memangnya apa yang sudah saya lakukan?!" seru pria tua.


"Wanita yang kau hina ini adalah istriku, wanita yang kalian caci maki ini adalah istriku! berani sekali kalian menghinanya di depanku." jawab Erik.

__ADS_1


"Istri?" orang-orang yang ada di tempat itu sangat terkejut. Mereka saling menatap satu sama lain.


"Ampun tuan, ampun. Saya tidak tahu tuan." ucap pria tua.


"Usir mereka dari sini, Kelvin. hancurkan seluruh usahanya, buat dia menderita seumur hidup!!" teriak Erik dengan murkah.


Siapa yang tidak tahu Erik Regan, siapapun yang sudah berani mencari masalah dengannya maka dia tidak akan melepaskannya. Siapapun yang berusaha untuk menyakitinya maka mereka tidak akan hidup.


"Ampun Tuan, ampun!!" teriak tiga orang itu.


Diablo menatap Erik yang begitu marah saat wanita muda itu dihina oleh orang lain.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau dia akan semarah ini, seistimewa itu kah wanita itu hingga Erik langsung menghancurkan orang yang melakukan sesuatu padanya?"


Freya membulatkan matanya, Dia benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Erik. Wanita itu tidak akan mengira Erik bertindak sejauh Itu demi wanita yang baru muncul, dia bahkan berani menghukum siapapun.


"Tuan Erik." Panggil Diablo.


"Lebih baik kita kembali, aku akan memastikan kalau mereka akan membusuk!!" Erik murka.


"Tidak usah bertindak sejauh ini, Tuan Erik. mereka adalah rekan bisnis kita." Diablo mencoba menenangkan Erik.


"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menghina istriku, siapapun itu termasuk anda, tuan Diablo." kata-kata itu penuh dengan penekanan. Erik menatap Diablo dengan penuh amarah.


Orang-orang yang ada di pesta sangat terkejut, Mereka benar-benar takut dengan sosok yang memang terkenal kejam. Hari ini akan menjadi sebuah peringatan bagi orang-orang yang ingin melakukan sesuatu kepada Caroline. Fabio yang juga berada di sana dia sedikit tersenyum, tersenyum jahat penuh dengan rencana jahatnya.


"Kelihatannya pria itu benar-benar mencintai istrinya, kalau begitu aku mempunyai senjata untuk menghancurkannya." ucap Fabio yang kemudian pergi dari acara pesta.


Keesokan hari.


Pagi ini Caroline berada di restoran yang ada di hotel, dia sendirian tanpa ditemani Kelvin ataupun Elios. Erik sedang menegur lebih tepatnya memarahi manager hotel karena masalah kemarin, dia masih mengungkit mengenai kejadian yang ada di pesta.


"Apakah kamu sendirian nona?" seorang pria mendekati Caroline yang sedang makan di restoran. mulut yang sedang mengunyah tangan memegang sendok dan gabuh.


Tatapan matanya menatap seorang pria yang menanyai dirinya. "Kamu sedang berbicara denganku, tuan?" tanya Caroline.


"Tentu, memangnya saya berbicara dengan siapa lagi." jawab pria yang tidak lain adalah Fabio.


"Saya sedang menunggu suami saya, tuan. Jadi mohon anda segera pergi karena saya tidak suka ada seseorang yang duduk Satu meja dengan saya." jawab Caroline yang langsung mengusir pria asing.


"Sombong sekali wanita ini, dia sama sekali tidak menatapku, dia benar-benar mengejutkanku." ucap Fabio dalam hati yang terus menatap Caroline melahap makanannya.


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2