
Semua orang yang sudah melihat live yang memang sengaja dilakukan oleh Erik namun bagi Freya itu tidak tahu apa-apa, membuat para wanita benar-benar sangat murka. Mereka yang mempunyai suami tidak akan membiarkan ada pelakor seperti Freya bebas bergentayangan.
Beberapa wanita berusia muda ataupun tua mendatangi hotel tempat Erik, sedangkan Freya sendiri dia menelpon polisi untuk memberitahu mengenai kejadian yang menimpanya. Di depan para polisi wanita itu berpura-pura begitu menderita, menangis histeris karena Erik berusaha untuk menodainya.
"Apakah ini hotel milik Tuan Erik?" tanya para wanita yang datang berbondong-bondong untuk menemui Erik dan Caroline.
"Iya, Memangnya ada apa?" tanya petugas resepsionis hotel.
"Kami ingin menemui Tuan Erik, Kami akan membantu pria itu dari wanita tidak tahu diri." jawab para wanita.
Pekerja yang ada di bagian resepsionis tentu saja mereka belum melihat kejadian yang ada di salah satu media sosial. namun beberapa wanita yang menginap di hotel pun mereka sudah melihatnya.
"Ada apa ini? tadi beberapa polisi datang ke tempat ini mencari Tuan Erik, sekarang para wanita ini." ucap salah satu pekerjaan.
"Apa?! para polisi kemar? memangnya Apa yang dilakukan oleh para polisi itu?" tanya seorang wanita setengah baya.
"Saya kurang tahu, nyonya. soalnya Tuan Erik dan nyonya Caroline hanya diam kemudian ada seorang wanita yang acak-acakan." jawab karyawan bagian resepsionis.
"Kalau begitu ayo kita pergi, kita segera ke kantor polisi, kalau perlu kita hajar rame-rame wanita itu. Wanita pelakor tidak tahu diri sudah dimaafkan masih tetap melakukan hal itu!" akhirnya para wanita yang datang ke hotel memilih untuk pergi ke kantor polisi.
Pekerja yang ada di hotel sedikit belum tahu sama sekali dengan kejadian hari ini. di kantor polisi Erik dan Caroline hanya diam, mereka saling menatap satu sama lain, sedangkan Freya dia masih berpura-pura mengalami kejadian yang sangat mengerikan. Dia terus mengatakan kalau Erik berusaha mengganggunya, berusaha menodainya dengan berbagai cerita yang dikeluarkan oleh Freya.
"Wanita ini lama-kelamaan ingin ku jambak lagi kepalanya." ucap Erik.
"Tenang-tenang sayang, kamu tadi bilang sendiri kan kalau aku harus tenang. Sekarang kenapa kamu marah-marah?" tanya Erik.
"Wanita ini benar-benar sangat menyebalkan, sayang. Lihatlah ekspresi wajahnya itu membuat aku benar-benar sangat jengkel."
"Setelah ini kita akan lihat apa yang dia lakukan, seperti yang sudah kamu katakan padaku kita akan menjebloskannya ke penjara. bukan dengan cara kita namun dengan caranya sendiri." jawab Erik.
"Apa kamu yakin Tuan Erik ingin menodai mu?" tanya polisi.
__ADS_1
"Tentu saja Tuan Erik berusaha menodaiku, Kamu lihat sendiri dia menarik pakaianku, dia melakukan ini, dia bilang dia mencintaiku dalam diam. Dia tidak bisa hidup tanpa ku!" seru Freya dengan suara yang begitu menggelegar.
Caroline tetap tenang tanpa mengatakan apapun, Erik tidak takut namanya hancur, dia yakin kalau istrinya akan membereskan semua ini.
"Apa kamu yakin, suamiku mau melakukan itu?" tanya Caroline.
"Tentu saja Nyonya, Tuan Erik berusaha melakukan itu, kamu lihat sendiri kan tadi waktu kamu masuk dia berusaha untuk melecehkan ku." jawab Freya kembali.
Caroline kembali berpura-pura begitu sedih, dia menatap sang suami dengan tatapan yang begitu pilu. Padahal dalam hati dia ingin tertawa terbahak-bahak.
"Tuan Erik tidak tahu diri, dia terus melakukan hal itu, Saya berusaha lepas darinya. Saya berusaha untuk menyelamatkan kehormatan saya." akting Freya benar-benar membuat Caroline ingin mencabik-cabik mulutnya.
Sekitar 10 menit kemudian para wanita yang berjumlah sekitar 10 lebih itu langsung masuk menerobos kantor polisi
"Di mana wanita itu? di mana wanita itu?!" teriak beberapa wanita yang sudah masuk secara paksa ke kantor polisi.
"Ada apa ini?!" seru beberapa polisi yang ada di ruangan itu.
"Dasar wanita tidak tahu diri, wanita murahan! beraninya kamu menjebak suami orang!!" teriak beberapa wanita yang langsung memukul tubuh Freya secara membabi buta.
Dipukul, dicakar, ditampar semuanya Freya dapatkan dari para wanita yang menerobos ke kantor polisi.
"Apa yang kalian lakukan?!" seru Freya.
"Dasar wanita tidak tahu diri, beraninya kamu berusaha menjebak suami wanita lain?!" teriak seorang wanita yang sangat murah.
Para polisi yang terkejut melihat para wanita yang tiba-tiba masuk, bahkan mengeroyok Freya dengan sangat menyakitkan itu membuat mereka kebingungan. "Ada apa ini? lepaskan wanita itu!" seru beberapa polisi.
"Diam polisi, diam! wanita ini pantas mendapatkannya, berani sekali dia menjebak suami orang lain!" seru beberapa wanita.
"Apa maksud kalian?" tanya polisi.
__ADS_1
Salah satu wanita menunjukkan video live yang terekam di ruangan Erik. "Apa ini?" tanya polisi.
"Tuan lihat sendiri kan, Lihatlah mulai dari awal sampai akhir. pak polisi akan tahu apa yang dilakukan oleh wanita ini!" seru para wanita.
"Apa yang kalian maksud?" tanya Freya yang tidak tahu kalau spa yang dia lakukan tadi sudah tersebar di internet.
Salah satu polisi yang melihat siaran itu dia benar-benar dibuat melongo, wanita itu begitu tidak tahu diri, tidak tahu malu bahkan dia melakukan sesuatu yang sangat tidak manusiawi. menjebak suami wanita lain.
"Oh my God." ucap polisi.
Melihat raut wajah polisi itu tentu saja Caroline tertawa dalam hati sembari menatap suaminya. "Kita akan membalik situasi ini, Suamiku. Kita akan buat wanita itu mendekam di penjara."
"Hahaha..., kamu benar-benar sangat licik Istriku. Kamu membuat rencana jebakan dari rencana yang dibuat wanita itu, kita akan lihat seperti apa hasilnya." bisik Erik di telinga sang istri.
Freya di hajar habis-habisan oleh para wanita yang datang ke kantor polisi. "Kami akan membantu Tuan Erik, kami akan menjadi saksi bahkan seluruh dunia ini akan menjadi saksi!" seru si wanita.
Pak polisi terlihat diam tanpa mengatakan apapun, melihat video ulang tadi tentu saja dia tidak bisa berbuat apapun.
"Kenapa kalian semua diam saja, wanita-wanita brengsek ini berusaha membunuhku!" seru Freya.
Salah satu polisi memperlihatkan siaran ulang tadi kepada Freya, kedua matanya membulat sempurna, dia tidak mengira kalau Apa yang dia lakukan tadi tersebar di dunia maya. Raut wajah Freya langsung berubah, kedua bola matanya menatap para wanita yang ada di tempat itu.
"Itu.. itu.. itu bohong, itu semuanya bohong!!" seru Freya.
"Kalau itu semua bohong, lalu kebenarannya apa? aku tadi melakukan siaran live dengan Suamiku untuk mempromosikan hotel kami. Nyatanya kamu masuk tanpa diundang, apa lagi kamu melakukan itu di depan siaran live kami, tentu saja kamu sudah menjebak suamiku." jawab Caroline dengan senyum yang begitu licik dan menakutkan.
"Tidak, aku tidak melakukannya, bohong wanita ini sudah menjebakku!" teriak Freya.
"Bagaimana bisa nyonya Caroline menjebakmu, memang tadi nyonya Caroline melakukan siaran live. Dasar wanita tidak tahu diri, wanita murahan!!" teriak beberapa wanita yang kemudian mengeroyok Freya.
**Bersambung**
__ADS_1