
"Siapa kalian!!" seru beberapa pria yang ada di gudang tersebut.
Beberapa anak buah Caroline yang lain mereka malah ketahuan, namun dengan sigap mereka memutar tubuhnya. mengarahkan pistol yang ada di tangan mereka ke kepala beberapa pria itu.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
beberapa tembakan langsung melesat, beberapa orang yang ada di gudang itu langsung terkejut. Suara tembakan itu memancing para anggota musuh.
"Gawat." ucap salah satu anak buah Elios.
"Kita harus bersembunyi, jika tidak mereka akan menemukan kita."
"Cari mereka sampai ketemu!!" seru para penjahat. mereka semuanya mencari orang-orang yang sudah membunuh teman-teman mereka.
Di tempat itu para anak buah Caroline harus pandai-pandai mengenal situasi. "Gila aku lupa memakai alat peredam." ucap anak buah Elios.
"Sudahlah, lebih baik kita Bunuh mereka semua. Nyonya Caroline sudah bilang jika kita kehilangan salah satu di antara mereka, Maka kitalah yang akan mendapatkan hukuman." jawab pria yang lain.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
beberapa tembakan dari para penjahat diarahkan ke arah anak buah Elios.
"Kita harus berhati-hati, jika tidak mereka akan membunuh kita."
Para gadis yang akan dijual itu mereka berteriak sangat kencang, mereka berusaha berlari untuk menyelamatkan diri. beberapa orang yang terluka juga ditarik oleh teman-temannya.
"Cari Mereka, jangan sampai mereka lepas!!" seru para penjahat kepada beberapa anak buahnya.
Dua anak buah Caroline terluka sedangkan yang lain mereka harus membantu teman-teman mereka.
Di sebuah ruangan Caroline melihat adegan yang benar-benar sangat memilukan itu, di sana ada anak buah Elios yang sedang menyiksa tiga pria yang sudah mengambil organ tiga orang itu.
"Tolong.. tolong..," tiga pria itu terus meminta tolong.
Caroline masuk ke dalam ruangan tempat mereka. "Kenapa kamu harus meminta tolong sedangkan kamu sudah membunuh orang-orang ini, kalian adalah para penjahat. kalian adalah orang-orang brengsek yang tidak harus aku beri Maaf." jawab Caroline yang kemudian meminta tiga anak buah Elios itu untuk melanjutkan penyiksaan mereka.
Perlahan-lahan namun pasti, ketiga anak buah Elios mengiris daging dari tiga pria yang sudah membunuh beberapa orang yang ada di ruang operasi. "Kalian harus merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang ini." anak buah Elios yang kemudian memberikan goresan-goresan indah di tubuh tiga penjahat itu.
Caroline terus mencari keberadaan salah satu anak buahnya.
"Siapa kamu!!" seru salah satu penjahat yang menangkap basah Caroline.
Langkah kaki Caroline terhenti, wanita itu perlahan-lahan berbalik menatap salah satu penjahat.
DOR!!
__ADS_1
DOR!!
DOR!!
Beberapa tembakan langsung dilepas oleh Caroline. Tak ada maaf untuk orang-orang yang sudah menyakiti orang lain.
"Kalian pantas mati, tidak seharusnya kalian hidup seperti ini." ucap Caroline.
Orang-orang yang ada di tempat itu satu persatu sudah kehilangan nyawa mereka, Caroline berjalan. Sebuah ruangan yang tertutup bahkan tak ada celah sama sekali, hanya ada lubang sebesar gelas kaca. perlahan-lahan dia mendekati tempat itu, dari lubang itu Dia mengintip apa yang ada di dalam ruangan.
Betapa terkejutnya Caroline ketika melihat isi ruangan itu, ternyata di sana ada dua karyawannya yang sudah disiksa. Kondisi mereka benar-benar begitu mengenaskan, tanpa busana dengan kedua tangan terikat ke atas.
"Dasar makhluk-makhluk iblis." ucap Caroline yang kemudian menembak pintu yang sudah digembok dengan rantai.
Beberapa kali Caroline terus menembak pintu tersebut, alhasil akhirnya pintu itu terbuka. wanita itu membuka pintu itu, perlahan-lahan dia menatap dua anak buahnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Salah satu diantara mereka sudah tidak sadarkan diri sedangkan yang satu masih sadar tapi wajah mereka sudah tidak karuan.
"Nyonya." ucap salah satu wanita yang masih dalam kondisi sadar tapi tidak bisa diungkapkan. wanita itu menatap Caroline yang masuk ke dalam ruangannya.
Raut wajah yang begitu memilukan, darah menetes sedikit demi sedikit. Dua mata yang sudah membengkak bahkan tubuh tidak memakai sehelai benang pun. tubuh yang sudah penuh dengan luka. Tak ada kata yang keluar dari mulut Caroline, wanita itu hanya mampu menutup mulutnya dengan salah satu tangan.
jantung Caroline terus berdebar melihat pemandangan seperti itu, pemandangan yang benar-benar sangat menyakitkan.
"Nyonya." ucap salah satu wanita saat melihat bosnya.
Melihat pemandangan seperti itu amarah Caroline semakin memuncak, dia membuka pintu ruangan itu mencari sesuatu untuk menutupi tubuh dua anak buahnya.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
"Nyonya." Panggil salah satu anak buah Caroline.
"Cari sesuatu untuk menutupi tubuh mereka, cepat!" Caroline menutup ruangan itu, ada rasa sesak yang tidak bisa terkata.
Saat salah satu anak buahnya pergi Caroline melihat dua penjahat itu mendekatinya. Tanpa berbasa-basi dan tanpa takut sama sekali, dia mengarahkan pistol yang ada di tangannya dengan begitu penuh kebencian. Tangannya langsung menarik pelatuk pistol.
Slepp..
Slepp..
Slepp..
Tembakan itu melesat tepat di kepala.
Wanita itu menembak dua penjahat, rasa dendam itu masih ada, langkah kakinya berjalan maju kemudian mengarahkan pistolnya ke tubuh dua pria yang sudah tersungkur.
Alat peredam dilepas, tatapan mata yang sangat menakutkan itu bisa terlihat.
DOR!!
DOR!!
__ADS_1
DOR!!
DOR!!
DOR!!
DOR!!
Entah berapa kali Caroline menembak tubuh dua penjahat itu.
"Kalian pantas mati, kalian tidak pantas hidup di dunia ini." ucap Caroline.
"Nyonya." Panggil salah satu anak buahnya.
Salah satu tangan Caroline mengambil dua pakaian yang ditemukan oleh anak buahnya, dia mengenakan pakaian itu ke tubuh dua pegawai wanitanya.
"Bawa mereka keluar dari sini." minta Caroline.
Entah tinggal berapa yang tersisa di tempat itu, namun sudah banyak para penjahat yang kehilangan nyawa di tangan Caroline dan anak buahnya.
"Nyonya." Panggil Elios.
"Apakah mereka semuanya sudah binasa?" tanya Caroline.
"Kelihatannya sudah, Nyonya." jawab Elios.
"Bawa para wanita dan orang-orang yang masih selamat, setelah itu ledakan tempat ini tanpa tersisa. Aku tidak ingin bangkai Para iblis ini masih berbentuk." perintah Caroline.
"Baik, nyonya." jawab Elios yang kemudian meminta anak buahnya untuk melepaskan orang-orang itu.
Ada beberapa penjahat yang memang sengaja tidak dibunuh karena Caroline ingin beberapa anak buah Elios menyiksa mereka. Setelah Caroline dan seluruh anak buahnya serta korban yang masih selamat keluar dari tempat itu. Seketika suara ledakan terdengar.
DUMMM!!!!
Suara ledakan yang begitu keras, api membumbung hingga sampai langit. kilatan cahaya dari ledakan itu benar-benar sangat dahsyat.
"Tak ada yang boleh selamat dari kejadian itu." Caroline menatap salah satu pria yang memang dibiarkan hidup itu.
"Bawa dia ke markasmu, Elios. buat dia membuka suara mengenai orang yang sudah membuat beberapa anak buahku seperti ini." perintah Caroline.
"Baik, nyonya." jawab Elios.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
__ADS_1