ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
FREYA DI PENJARA


__ADS_3

"Baiklah Tuan Erik apa yang akan tuan lakukan?" tanya polisi.


"Dia sudah menjebak saya, memfitnah saya juga menghancurkan nama baik saya. Jadi saya akan melakukan gugatan balik kepada wanita ini." jawab Erik.


"Benar sekali tuan Erik, kamu harus memenjarakan wanita ini, kalau wanita seperti ini dibiarkan berkeliaran bisa-bisa dia akan menghancurkan rumah tangga wanita lain!" seru para wanita yang datang ke kantor polisi.


"Tidak, kalian tidak boleh melakukan hal itu! Aku tidak melakukan apapun."


"Wanita ini, wanita ini menjebakku!!" teriak Freya.


"Sudah salah masih bertingkah seperti ini!" teriak para wanita yang kemudian menampar Freya kembali.


Alhasil hari ini salah satu pengacara Erik datang ke kantor polisi untuk melakukan gugatan kepada Freya. "Kalian tidak boleh melakukan hal ini, kalian tidak boleh memenjarakanku!!" teriak Freya.


"Terima kasih Tuan Erik, Terima kasih karena Anda sudah bekerja sama dengan kami. Anda mau memaklumi pekerjaan kami." ucap salah satu polisi.


Freya digeret ke dalam sel penjara, Caroline tersenyum menatap wanita itu.


"Bolehkah saya berbicara dengan wanita itu, pak polisi?" tanya Caroline.


"Tentu saja boleh, nyonya." jawab polisi.


Caroline mendekati Freya yang sudah dimasukkan ke sel penjara. "Kamu tahu, Freya. Kamu itu wanita bodoh bahkan bodoh sekali, kamu mengira Kalau dirimu itu sangat pandai. Kamu mengira Kalau dirimu itu wanita hebat. Lihatlah berkat kehebatanmu itu kamu masuk penjara, bukan? makanya jadi wanita jangan pernah berusaha untuk mengganggu hubungan orang lain. Jika kamu melakukannya maka seperti inilah hasilnya." Caroline terus tersenyum dia menertawakan kebodohan Freya.


"Dasar wanita kurang ajar, wanita tidak tahu diri! beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" teriak Freya.


"Tentu saja aku berani melakukannya, karena kamu juga berani mengganggu Rumah tanggaku." jawab Caroline yang kemudian pergi.


Senyum ditunjukkan oleh Caroline, dia menatap Freya dengan tatapan mata yang benar-benar tidak bisa diungkapkan. Caroline sangat berterima kasih kepada para wanita yang membantunya dan sang suami.


Ternyata Caroline selain pandai berakting mulutnya sangat manis, dalam hati Erik hanya bisa tersenyum dia tidak mengatakan apapun, tapi dari raut wajahnya dia begitu bahagia. Isterinya memang luar biasa, walaupun masih muda Dia adalah seorang wanita yang memiliki keterampilan untuk melihat situasi.


"Sebaiknya kita pulang, Suamiku." ajak Caroline.


Kelvin, Elios, manager, Vivi serta Stella mereka tidak diijinkan ikut ke kantor polisi, mereka tidak tahu apa yang terjadi di sana. keributan yang ada di kantor polisi membuat tempat itu seperti berada di ruang konser terbuka.

__ADS_1


"Seandainya kita tahu apa yang terjadi di kantor polisi, mungkin kita tidak akan menyesal seperti ini." ucap Elios.


5 orang penggosip itu berkumpul menjadi satu, mereka terus memikirkan apa yang terjadi di kantor polisi bahkan sekarang trio gosip itu bertambah dua anggota. Berkumpul lah 5 grup gosip, entah apa yang terjadi jika Caroline juga ada di sana, maka lengkap sudah grup gosip yang suka mengomel panjang lebar itu.


Beberapa hari setelah kejadian itu hotel tempat Erik semakin ramai tamu, berkat kejenusan Caroline akhirnya semua terbongkar. sekarang Wanita itu sudah masuk penjara bahkan gugatan yang dilakukan Erik untuk saya selama 5 sampai 10 tahun penjara.


"Nyonya!!" seru beberapa wanita kenalan Caroline di media sosial.


"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Caroline.


"Tentu saja kami ingin bersenang-senang di salah satu tempat ini, kami ingin berkunjung sekalian ke sini. Berkat siaran live waktu itu kami bisa melihat wanita hebat sepertimu." jawab beberapa tamu wanita.


Caroline nampak tersenyum, dia menatap para tamu wanita yang sudah berkunjung ke hotelnya. "Apakah nyonya sekalian datang sendiri atau bersama suami?" tanya Caroline.


"Tentu saja kami bersama suami, Kami mau menginap di sini karena suami kami akan ada rapat di sini."


Beberapa wanita berkumpul lah, para ibu-ibu tukang gosip yang membuat ruang resepsionis benar-benar begitu ramai.


"Hoek..," tiba-tiba saja Caroline merasa perutnya begitu mual. Dia langsung berlari menuju toilet yang ada di dekat ruang resepsionis, Vivi langsung berlari mengikuti Caroline, wanita itu takut terjadi sesuatu kepada majikan wanitanya.


"Entahlah Kak Vivi, tiba-tiba saja perutku mual." jawab Caroline.


"Apakah kamu habis makan sesuatu?" tanya Vivi kembali.


"Tadi aku mencium aroma parfum yang dipakai oleh salah satu tamu tadi, Entah mengapa tiba-tiba saja perutku mual." jawab Caroline kembali.


"Lebih baik nyonya beristirahat dahulu." Vivi mengajak Caroline ke kamarnya yang ada di hotel.


Erik sedang melakukan beberapa pertemuan dengan beberapa pengusaha di hotelnya. Caroline yang berada di kamarnya dia terus muntah. Hal itu membuat Vivi takut terjadi sesuatu kepada majikan wanitanya.


Sekitar 10 menit kemudian Erik sudah berada di kamarnya, dia melihat Vivi berada di sana. "Ada apa Vivi?" tanya Erik.


"Saya tidak tahu tuan, Nyonya dari tadi mual-mual, tubuhnya sekarang lemas." jawab Vivi.


Seketika Erik melempar jas yang ada di tangannya, dia menghampiri sang istri yang sudah terbaring tidak berdaya di ranjangnya. "Ada apa Sayang?" tanya Erik.

__ADS_1


"Entahlah Sayang, kepalaku tiba-tiba pusing." jawab Caroline.


Salah satu tangan Erik mengambil ponselnya dan menelepon dokter pribadinya. "Apakah tadi kamu memakan sesuatu?" tanya Erik.


Caroline menggelengkan kepalanya.


"Mungkin kamu keracunan sesuatu." ucap Erik yang terus membelai rambut sang istri.


Tiba-tiba Caroline memeluk tubuh suaminya, menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


"Saya akan pergi dahulu, Tuan. jika ada sesuatu tolong tuan panggil saya." Vivi langsung meninggalkan sepasang suami istri itu.


Tak berselang lama dokter pribadi Erik sudah datang. "Ada apa Tuan Erik?" tanya Dokter.


"Istriku tiba-tiba merasa tidak enak badan, Dokter. Tolong kamu periksa dia, aku takut jika dia keracunan makanan atau sakit." jawab Erik.


Dokter memeriksa kondisi Caroline, terlihat wanita itu tidak mengalami sakit apapun.


"Lebih baik besok Tuan Erik bawa Nyonya ke rumah sakit, kita akan melakukan tes lebih lanjut." ucap dokter yang kemudian berpamitan kepada Eri.


"Baiklah dokter aku akan membawanya ke rumah sakit. Apakah tidak hari ini saja? aku takut istriku semakin sakit." ucap Erik.


"Baiklah kalau begitu, Tuan. Saya tunggu di rumah sakit." jawab dokter.


Caroline terus muntah, serasa perutnya dikocok bahkan diguncang. Dengan sabar Erik mencoba untuk memijat kepala istrinya. "Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang, Sayang. aku takut terjadi sesuatu padamu." Erik yang kemudian menggendong sang istri. karena tubuh yang begitu lemah membuat Caroline hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Erik pergi bersama sang istri ke rumah sakit ditemani oleh Kelvin dan Vivi, di salah satu ruang pemeriksaan Dokter wanita mereka berada. "Apa yang terjadi dengan istri saya, dokter?" tanya Erik.


"Kita tunggu sebentar ya tuan, karena saya harus melihat hasil tes tadi." jawab dokter.


Setelah melihat hasil tes tadi dokter kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Apa yang dokter lakukan?" tanya Erik penasaran saat melihat dokter wanita membuka perut istrinya.


"Saya akan melakukan USG, Tuan." jawab Dokter wanita.

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2