ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
FREYA KE RUMAH SAKIT


__ADS_3

Keesokan hari Caroline masih berada di rumah sakit, dia keluar sebentar untuk mencari salah satu dokter, dia ingin menanyakan apa saja yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan sang suami dan apa saja yang boleh dilakukan.


Saat Caroline pergi, cacing Alaska malah datang menemui Erik. Entah dari mana dia mendapatkan kabar Kalau Erik k berada di rumah sakit.


Mundur beberapa jam sebelumnya, pagi itu Freya berada di kasino, dia masih tetap bertugas menjadi manajer Kasino. Salah satu anak buah Erik berbicara dengan temannya, tak sengaja Freya juga ada di sana, mereka membicarakan mengenai Erik yang tertembak dan dilarikan di rumah sakit.


Semua perbincangan para pria itu didengar oleh Freya. Hal itu membuat Freya memutuskan untuk segera pergi ke rumah sakit untuk menemui Erik.


"Tuan." Panggil Freya yang sudah berada di ruangan Erik.


Sayangnya Erik masih memejamkan matanya, Dia barusan mendapatkan suntikan dari dokter yang membuatnya sedikit mengantuk. beberapa kali dipanggil oleh Freya namun Erik tidak menyahut. Hal itu membuat Freya sedikit tersenyum.


"Kamu benar-benar membuatku jatuh cinta padamu, tuan. Kamu benar-benar merebut semua hatiku." ucap Freya.


Salah satu tangannya hendak menyentuh wajah Erik, namun apa yang akan dilakukan oleh Freya itu langsung terhenti ketika pintu ruangan Erik dibuka oleh seseorang.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Caroline saat melihat Freya ada di kamar suaminya.


"Selamat pagi, nyonya." jawab sinis Freya.


Melihat Caroline yang masih hidup dia benar-benar tidak suka. "Seharusnya wanita ini sudah meninggal, Kenapa dia masih hidup?" ucap Freya dalam hati.


"Apa yang kamu lakukan di kamar suamiku?" tanya Caroline kembali.


"Saya hanya ingin menjenguk Tuan Erik, Nyonya." jawab Freya.


"Lancang sekali kamu masuk ke kamar suamiku, kamu atau siapapun itu tidak boleh masuk ke sini." sedikit keras Caroline memperingatkan Freya.


"Saya bukan orang asing, nyonya. Saya adalah orang kepercayaan dari tuan." Freya terus membantah. Tatapan matanya menatap Caroline dengan begitu kesal.


"Seperti apapun kamu tetaplah orang asing, kamu tidak akan menjadi bagian dari kelompok suamiku." jawab pedas Caroline.


Salah satu tangan Freya nampak mengepal, dia benar-benar sangat tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Caroline.

__ADS_1


"Nyonya, apakah nyonya cemburu pada saya?apakah nyonya takut kalau saya akan mengambil Tuan Erik?" tanya Freya yang mulai memprovokasi.


Sedikit senyum ditunjukkan oleh Caroline.


"Dengarkan aku baik-baik, Nona Freya. aku tidak mungkin cemburu pada wanita sepertimu. Aku adalah wanita yang mempunyai akal sehat, Aku tidak akan berfikiran sempit kalau suamiku akan terjerat padamu." jawab Caroline.


"Kenapa nyonya tidak berpikir seperti itu? Tuan Erik selalu memperlakukan saya dengan sangat istimewa, bahkan saya satu-satunya wanita yang mampu dekat dengan Tuan Erik." ucap Freya.


bukan Caroline namanya Jika dia tidak memutar balikkan semua perkataan Freya. "Kamu hanyalah seorang wanita yang berangan terlalu tinggi, Kamu berharap menyentuh langit tapi jaraknya terlalu jauh untukmu, Freya. Jangan pernah mencoba untuk mengganggu rumah tanggaku, Jika kamu berani melakukannya...," perkataan Caroline yang digantung.


"Jika saya berani melakukannya Kenapa nyonya? apa nyonya akan melakukan sesuatu kepada saya?" Freya semakin berani mengatakan itu. dia menantang Caroline dengan semua kata-kata yang dia ucapkan.


Caroline menatap Freya, wanita itu memang terlalu licik untuk dikasih hati. Salah satu tangan Caroline terangkat, dia langsung mencekik leher Freya dengan begitu erat. "Aku akan melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kamu pikirkan." jawab Caroline yang semakin mempererat cekikan di leher Freya.


Wanita itu berusaha melepas cengkraman tangan Caroline, sayangnya berusaha seperti apapun dia tidak akan mampu melakukannya.


"Langsung Bunuh saja, sayang. Kalau kamu memberi hati kepada orang-orang seperti mereka, Kamu sendiri yang akan terluka." tiba-tiba Erik mengatakan itu. Ternyata dari tadi dia mendengar perkataan Freya.


"Kamu benar sayang, Kalau kita memberikan hati kepada wanita-wanita seperti ini maka aku yang akan terluka." Caroline yang kemudian menarik leher Freya dan menghempaskan wanita itu dengan sangat keras.


"Ini peringatan bagimu, Jika kamu berani melakukannya lagi akan kupastikan jari jemariku ini akan mencabut nyawamu." ancaman Caroline.


Freya memegang erat lehernya, terasa sakit, nafasnya terasa tercepat di leher ketika Caroline mencekiknya. "Wanita ini.. wanita ini benar-benar sangat menakutkan. Dia mempunyai kekuatan yang sama seperti pria." guman Freya dalam hati.


"Pergilah dari sini sebelum aku melakukan sesuatu yang jahat padamu!" bentak Caroline.


Freya berdiri, dia benar-benar mendapatkan sebuah pelajaran yang harus Dia pikir dengan baik-baik. "Tuan." Panggil Freya kembali.


Erik tidak menjawab, Dia hanya diam sembari menatap sang istri.


"Saya kemari hanya ingin menjenguk tuan, bolehkah saya berbicara dengan anda?" tanya Freya.


Dikasih pelajaran seperti itu malah dia tidak berkutik sama sekali, Sebenarnya apa yang ada di pikiran saya Freya.

__ADS_1


"Nyonya." Panggil salah satu perawat pria yang datang ke tempat Erik.


"Iya." jawab Caroline.


"Nyonya, ini obat yang harus diminum oleh Tuan Erik." jawab si pria.


Beberapa obat-obatan diberikan oleh perawat pria kepada Caroline.


"Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga sebelum aku meminta John untuk datang kemari." satu nama yang akan membuat Freya langsung mundur.


Nama John adalah nama yang sangat ditakuti oleh Freya.


"Kenapa Nyonya melakukan hal itu, saya hanya ingin berbicara dengan Tuan Erik." ucapnya. seperti wanita yang tidak mempunyai otak sama sekali, tidak mempunyai harga diri bahkan dia tidak punya malu.


Setelah tidak mendapat respon dari Erik sama sekali Freya akhirnya pergi, apalagi dia diancam akan memanggil John. Hal itu membuat Freya langsung berputar haluan Kembali ke tempat kerjanya.


Di tempat lain Fabio dirawat oleh beberapa anak buahnya, dia tidak pergi ke rumah sakit karena takut anak buah McQueen akan menangkapnya.


"Kondisi Tuan sudah baik-baik saja, luka yang tuan miliki sudah tidak mengeluarkan darah lagi." salah satu dokter kepercayaan Fabio dipanggil untuk merawatnya.


"Oh ya kamu tahu di mana keberadaan Erik?" tanya Fabio.


"Saya tidak tahu Tuan, dia tidak ada di rumah sakit tempat saya bekerja. Mungkin dia dibawa ke rumah sakit yang lain." jawab si dokter.


Fabio benar-benar ingin mengetahui bagaimana kondisi Erik, mungkin juga dia berharap pria itu segera mati. "Segera kalian persiapkan kendaraan, kita harus segera kembali ke Meksiko. Aku tidak mau berada di sini, aku harus memulihkan kondisiku dahulu." pinta Fabio.


"Baik, Tuan." jawab anak buah Fabio.


kembali ke Meksiko adalah keputusan yang tepat diambil oleh Fabio, karena di sanalah markas terbesar miliknya. Dia memiliki usaha yang sangat besar bahkan dia adalah mafia yang paling disegani di negara itu.


"Lebih baik aku harus memulihkan kondisiku terlebih dahulu, setelah itu aku harus menjalankan seluruh usahaku. Setelah semuanya berjalan lancar Aku akan kembali untuk merenggut nyawanya."


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2