ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
CAROLINE DI CULIK


__ADS_3

"Aaaa!!!!"


di apartemen tempat Freya berada, wanita itu berteriak berulang kali. dia seperti wanita gila yang sudah kehilangan akalnya.


PRANGG!!


PRANGG!!


"Beberapa gelas dibanting hingga hancur berkeping keping, pecahan kaca berserakan di lantai apartemen Freya.


"Aku benar-benar tidak mengira kalau wanita itu begitu berarti untuk Tuan Erik." ucap Freya. membayangkan kejadian yang ada di pesta membuat Freya semakin frustasi, dia tidak akan pernah mengira semua yang dialami hanyalah sebuah angan-angan semata.


"Heh.. hrh..,"


Nafas yang mulai terengah-engah serta urat nadi yang ada di lehernya nampak bermunculan.


Di hotel sendiri Caroline masih menikmati makanan yang ada di depannya. dia tidak menghiraukan perkataan yang di katakan oleh Fabio.


"Aku tidak pernah mengira kalau Erik mempunyai istri secantik kamu." ucap Fabio.


Melihat pria asing yang ada di depannya Caroline nampak sedikit mengerutkan keningnya, pria itu mengenal suaminya. Hal itu membuat Caroline berpikir Apakah dia itu teman atau musuh.


"Maaf ya tuan, saya harus segera pergi ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan." Caroline hendak pergi meninggalkan mejanya. namun sayangnya Fabio langsung melakukan sesuatu.


Bug..


Fabio memukul leher Caroline hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


"Aku tidak pernah mengira kalau Erik mempunyai istri cantik ini." ucap Fabio yang kemudian memerintahkan anak buahnya membawa Caroline. "Bawa wanita ini ke markas secepatnya." pinta Fabio.


Caroline dibawa pergi oleh Fabio dan anak buahnya, beberapa orang yang sempat melihat mereka. dengan segera melaporkan kepada manajer hotel mengenai seorang wanita yang diculik oleh beberapa pria.


"Kamu tahu siapa dia?" tanya manajer hotel.


"Saya tidak tahu, Tuan. tapi...," wanita itu mencoba mengingat sosok wanita yang di culik oleh beberapa pria itu.


"Apa kamu ingat dengan wajahnya?" tanya manajer hotel kembali.


"Sebentar tuan, Kalau tidak salah wanita itu sempat menghadiri pesta kemarin malam." jawab si wanita.


"Maksudmu?" tanya manajer hotel.


"Kalau tidak salah dia bersama dua pengawal Tuan Erik." jawab si wanita.


Seketika manajer hotel membuka mulutnya dengan lebar. Apakah yang dimaksud oleh wanita itu istri dari bosnya?.


"Kamu yakin? Sebentar." manager hotel yang kemudian menunjukkan foto Caroline di ponselnya.


"Apakah wanita ini?" tanya manager hotel.

__ADS_1


"Iya Tuan, benar. benar sekali, Kalau tidak salah wanita ini yang diculik oleh beberapa pria itu." jawab si wanita.


Bagaimana bisa terjadi penculikan di hotel yang penuh dengan pengawalan dari anak buah Erik.


"Terima kasih ya, terima kasih." manajer hotel langsung berlari secepat kilat untuk mencari keberadaan bosnya.


"Kenapa kamu berlari-lari di lorong seperti ini, manager?" tanya Elios.


"Gawat Tuan, gawat." jawab manajer hotel.


"Gawat apanya? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Kelvin.


"Tadi ada salah satu tamu yang melihat seorang wanita diculik dari hotel ini." jawab manager.


"Maksudmu?"


manager hotel menceritakan apa yang dikatakan oleh salah satu wanita, setelah mendengar cerita dari manager hotel tentu saja Elios dan Kelvin langsung berlari cepat mungkin. Mereka berdua mencari keberadaan Caroline yang dibawa entah ke mana.


"Cepat kalian cari keberadaan nyonya!!" perintah Kelvin.


"Ini benar-benar sangat gawat, Kelvin." ucap Elios.


"Kita harus segera melapor kepada Tuan." kelvin yang kemudian memerintahkan Elios untuk mencari keberadaan majikan wanitanya.


Sedangkan Kelvin dia harus menemui Erik untuk memberitahu mengenai Caroline yang diculik oleh seseorang.


"Bagaimana tuan?" tanya manajer.


Erik baru selesai dengan beberapa pekerjaannya, pria itu keluar dari kantornya.


"Tuan." Kelvin mendekati Erik.


"Ada apa Kelvin?" tanya Erik. Pria itu melihat raut wajah anak buahnya yang sangat kebingungan.


"Tuan, ada masalah besar." jawab Kelvin.


"Masalah besar apa?"


"Nyonya Tuan, Nyonya."


"Ada apa dengan istriku?"


"Ada beberapa orang yang menculik nyonya di restoran lantai 1." jawab Kelvin yang membuat Erik menatap anak buahnya dengan tidak percaya.


"Apa maksudmu, Kelvin?!" seru Erik.


"Saya tadi diberitahu oleh manajer hotel kalau ada seseorang yang menculik nyonya." jawab Kelvin kembali


Secepat mungkin Erik berlari ke lift menuju lantai 1, dia tidak akan percaya kalau hari ini dia akan kehilangan istrinya. 'Kerahkan seluruh anak buah kita, Kelvin. Jangan sampai orang yang menculik istriku lolos begitu saja! pantau CCTV yang ada di seluruh hotel ini, aku mau istriku kembali secepat mungkin!!" seru Erik dengan suara yang begitu keras.

__ADS_1


"Baik Tuan." jawab Kelvin.


Erik benar-benar sangat tidak tenang, dia kebingungan dan tak tahu apa yang harus dia lakukan. "Ya Tuhan, Siapa yang menculik istriku?" Erik yang kemudian menelpon McQueen untuk memberitahu mengenai istrinya yang diculik.


Seluruh anak buah dikerahkan, mereka diminta untuk mencari di beberapa tempat yang ada di sekitar hotel, kericuhan yang ada di hotel membuat para tamu benar-benar kebingungan.


"Ada apa?" tanya beberapa tamu.


Tidak ada yang boleh membocorkan mengenai penculikan yang dialami oleh Caroline, manager hotel meminta seluruh karyawan tempat itu untuk tutup mulut.


Di sebuah markas yang tidak jauh dari hotel tempat Erik, Fabio mengikat Caroline, pria itu mengikat Caroline di kursi kayu di salah satu ruangan. Caroline masih belum sadar akibat pukulan Fabio.


"Tuan." panggil anak buah Fabio.


"Biarkan dia sadar sendiri, kalau dia sadar aku ingin dia terkejut karena kita sudah menculiknya." jawab Fabio.


Sekitar beberapa menit kemudian Caroline sudah mulai sadar, kedua bolanya matanya benar-benar begitu berat, dia menatap di sekitar tempatnya berada. "Aku di mana ini?"Caroline ucap Caroline yang melihat tempat yang begitu asing. Matanya belum terbuka sempurna, kepalanya terasa pusing dia mulai mengingat apa yang terjadi kepadanya.


"Hahaha..., akhirnya kamu sadar juga wanita cantik." ucap Fabio yang sudah berdiri di depan Caroline


Niat hati ingin bergerak namun sayangnya tubuhnya sudah diikat di kursi kayu itu.


"Spa yang kamu lakukan padaku?!" teriak Caroline.


"Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku mengikatmu."


"Siapa kau?"


"Aku? Aku adalah teman barumu."


"Apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu menculikku?!" seru Caroline yang nampak berusaha untuk melepas ikatannya.


"Percuma saja kamu mencoba melepas ikatannya, karena aku sudah mengikatmu dengan sangat kencang. jadi Percuma saja kamu bergerak." jawab Fabio.


Caroline menatap ruangan tempatnya, ruang kosong yang hanya ada satu ranjang saja. "Siapa kau? Kenapa kau menculikku?" tanya Caroline kembali.


"Kenapa aku menculikmu? tentu saja karena aku harus memberi pelajaran kepada suamimu." jawab Fabio.


"Lepaskan! lepaskan aku!!" teriak Caroline.


Sesaat kemudian terlihat dia sedikit kelelahan, tatapan matanya menatap Fabio yang begitu asing di matanya.


"Aku tidak pernah mengira kalau Erik mempunyai istri cantik kamu? kamu masih muda menggairahkan, dan yang aku dengar kamu sangat pemberani kan?" salah satu tangan Fabio hendak menyentuh wajah Caroline.


Namun wanita itu langsung menendang tubuh Fabio dengan sangat keras, tangan dan tubuhnya diikat tapi kakinya masih bebas.


"Hahaha..., aku tidak pernah mengira kalau tendanganmu sekuat ini." Fabio berdiri sembari membersihkan pakaiannya.


"Lepaskan aku! jika tidak aku yakin suamiku akan segera menghabisi kalian!'

__ADS_1


"Tenang saja, aku jamin suamimu tidak akan mudah mendapatkan keberadaanmu, dia tidak akan mudah melepaskanmu." jawab Fabio dengan nada suara yang begitu yakin.


**Bersambung**


__ADS_2