
"Kenapa aku tidak boleh mengatakannya, Freya? Coba anda Katakan padaku apakah kata-kataku tadi itu salah?" tanya Caroline.
"Tentu saja itu tidak salah, Nyonya Caroline. apa yang Anda katakan itu benar sekali, seorang wanita mengejar suami orang lain itu tidak benar. Seorang wanita yang berusaha untuk mengambil milik orang lain itu juga tidak benar, wanita sepertinya itu memang harus diberi pelajaran. Aku bisa lihat sendiri dia begitu menantangmu, dia itu benar-benar tidak sadar atau tidak tahu diri? dia berwajah tebal karena berani mengatakan hal itu di depanmu, kalau aku.. aku pasti akan melakukan sesuatu, Nyonya." ucap salah satu istri pengusaha panjang lebar.
"Memangnya Apa yang akan Anda lakukan?" tanya Caroline penasaran.
PLAKK!!
satu tamparan dari salah satu istri pengusaha.
"Seperti inilah yang akan saya lakukan, Saya akan menampar wanita tidak tahu diri yang terus mengganggu suami saya." jawab istri seorang pengusaha.
Caroline sedikit tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh istri pengusaha tersebut.
"Apa yang anda lakukan?!" Freya memegang pipinya.
"Kenapa kamu masih tanya apa yang aku lakukan? wanita tidak tahu sepertimu ini memang pantas mendapatkan pukulan seperti itu. Tamparan ini tamparan yang sangat ringan, Aku mau tahu jika tamparan yang diberikan oleh Nyonya Caroline bagaimana?!" ujarnya. istri salah satu pengusaha itu benar-benar menatap Freya seperti wanita murahan tidak tahu diri, dia adalah wanita yang tidak suka ada pengganggu rumah tangga di sekitarnya.
Beberapa istri pengusaha yang lain mendekati Caroline dan Freya.
"Anda benar sekali Nyonya, wanita seperti ini tuh harusnya dibuang ke lautan, kalau perlu dia itu kita bunuh beramai-ramai. Wanita seperti dia itu tidak tahu malu, mengganggu suami orang dengan semua rencana liciknya. aku yakin wanita seperti ini itu tidak boleh dilepaskan, dia ini akan mengganggu rumah tangga orang lain, ya kan nyonya?!" seru beberapa wanita yang sudah berada di tempat itu.
Erik nampak tersenyum, dia menatap sang istri yang mulai melakukan apa yang tadi dia katakan.
"Kelihatannya kita akan melihat sebuah drama yang tidak ada putusnya, Kelvin." ucap Elios.
__ADS_1
"Sudah-sudah, Lebih baik aku ke tempat Vivi dahulu, kamu jaga Stella jika tidak Nyonya pasti akan sangat marah." Kelvin menarik Elios yang dari tadi melihat pertengkaran majikan wanitanya.
"Nyonya itu benar-benar sangat luar biasa, Dia melempar umpan untuk mendapatkan hasil yang sangat maksimal. Dia menyewa tangan orang lain untuk menampar Freya, setelah melakukan ini apa yang akan dilakukan oleh Nyonya? aku yakin Nyonya tidak akan tinggal diam saja, dia pasti akan membuat sesuatu kehebohan yang lain." senyum mengembang ditunjukkan oleh Elios ketika melihat Bos wanitanya itu melakukan sesuatu dengan cara meminjam tangan orang lain.
"Aku tidak akan membiarkan wanita ini hidup di sekitarku, Nyonya Caroline Kenapa Anda diam saja, Anda begitu baik, Anda terlalu baik untuk wanita seperti dia." salah satu istri pengusaha menunjuk bahkan menarik rambut Freya sedikit kasar.
"Wanita itu benar-benar tidak tahu diri sama sekali Tuan Erik, kalau itu istri saya dia tidak akan diam seperti istri anda. Istri anda sangat sabar membiarkan wanita itu masih bekerja dengan Anda, kalau saya mungkin istri saya sudah memecatnya." ucap salah satu pengusaha yang berdiri di samping Erik.
"Kita tidak akan tahu seperti apa hati seorang wanita, tuan." jawab Erik.
Para wanita yang ada di pesta itu enggan untuk melanjutkan pesta. malahan mereka mencaci maki Freya habis-habisan, tanpa mengatakan apapun Caroline seolah dia seperti wanita yang ditindas oleh pelakor yang berusaha mengganggu suaminya.
"Hahaha.. mati kamu, Aku ingin lihat bagaimana pembelaanmu, aku mau lihat bagaimana para wanita ini mencaci maki dirimu. aku akan diam saja dan melihat apa yang akan mereka lakukan, setelah itu aku akan melihatmu keluar dari sini dengan kepala yang menunduk." guman Caroline dalam hati.
Dua matanya terus menatap Freya yang dari tadi dicaci maki habis-habisan oleh para istri pengusaha. Alhasil pesta hari itu benar-benar kacau karena ulah Freya.
"Dari tadi kalian mengatakan Aku adalah wanita tidak tahu diri, Apa kalian tahu suami kalian itu seperti apa? apa yang dilakukan oleh suami kalian di luar sana, kalian jangan hanya menghinaku, kalian carilah tahu sendiri seperti apa suami kalian?!" teriak Freya dengan sangat keras.
Dari tadi di caci maki oleh para wanita membuatnya benar-benar tertekan, dia tidak akan pernah mengira Kalau hari ini akan datang padanya.
"Kamu berani mengatakan hal itu pada kami, dasar wanita murahan!!" seru salah satu wanita yang kemudian memberi tamparan di wajah Freya.
"Kalian semuanya ini wanita tidak tahu diri, kalian ini adalah wanita tidak berguna!!" seru Freya dengan suara yang semakin keras.
PLAKK!!
__ADS_1
PLAKK!!
Karena tidak tahan lagi dengan sikap Freya, Caroline langsung menampar Freya dengan sangat keras hingga dia langsung tersungkur di lantai kembali.
"Entah harus bagaimana aku mengatakan padamu, Freya. kamu menganggap dirimu itu luar biasa, kamu selalu menganggap Kalau dirimu istimewa, apa kamu tidak tahu Seperti apa dirimu itu? kamu tidak ada ubahnya wanita murahan yang mencoba untuk mengganggu suami orang. Kamu bangga atas dirimu, Kamu hanyalah seorang pelacur tidak tahu diri. Mulai sekarang dan seterusnya Jangan pernah menginjakkan kakimu di hotel ini, mulai besok dan seterusnya kamu bukanlah lagi karyawan suamiku!!" seru Caroline.
"Anda tidak berhak mengatakan itu, Nyonya Caroline! yang berhak mengatakan itu Tuan Erik! Anda hanyalah wanita yang sebentar lagi dibuang oleh Tuan Erik! Anda adalah wanita yang mungkin hanya sebagai pelampiasan saja!!" Freya malah menghina Caroline.
kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu membuat akal sehat Caroline mulai tidak terkendali.
PLAKK!!
ZDAKK!!
Satu pukulan kemudian satu tendangan langsung diberikan oleh Caroline, amarahnya sudah tidak bisa dikontrol. Apa yang dilakukan oleh Caroline membuat orang-orang yang ada di pesta itu melongo tidak percaya, Mereka menatap Caroline yang sudah kehilangan kesabaran.
"Pergilah dari sini sebelum aku membunuhmu, wanita tidak tahu diri sepertimu ini memang pantas untuk dilempar dari gedung ini!" setelah mengatakan itu Caroline mendekati Freya. Menarik rambutnya dengan sangat kasar kemudian menyeretnya keluar dari tempat pesta.
Jantung para tamu yang ada di sana seketika tersentak luar biasa, mereka tidak akan pernah mengira kalau istri dari Erik Regan begitu kuat.
"Inilah yang disebut balasan telak." ucap Vivi.
Stella melongo tidak percaya, dia baru melihat kalau istri majikannya itu benar-benar luar biasa.
"Hahaha... rasakan itu cacing Alaska, biar sekalian dilempar oleh Nyonya ke lubang buaya." tawa Elios dengan begitu lepas
__ADS_1
**Bersambung**