ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
BUMIL ISTIMEWA


__ADS_3

"Dasar copet kurang ajar!!" teriak Caroline dengan sangat keras.


"Nyonya!!" teriak para pekerja yang tadi ikut mengejarnya.


Mereka tidak pernah mengira kalau ada orang hamil seperti majikan mereka, hamil 5 bulan dibawa lari seperti mengejar bola. Kelihatan sekali anak-anak yang ada di perut wanita itu sangat sehat sempurna bahkan mereka jago berlari.


"Nyonya jangan lari-lari!" teriak mereka kembali.


Caroline tidak menghiraukan apa yang diserukan oleh para pekerjanya, dia berlari begitu kencang mengejar pencuri yang mengambil dompetnya. Bukan masalah barang yang dia bawa, namun dia sangat kesal dengan pencopet.


"Putar kiri!!" seru Caroline kepada para pengawal yang mengejarnya.


Mereka langsung berputar sesuai perintah Caroline, sedangkan wanita itu langsung berlari lurus. tak berselang lama pencopet itu langsung ditangkap oleh empat pengawal Caroline.


"Ampun! ampun!" teriak si pencopet.


"Dasar pencopet gila, beraninya kamu mengambil barangku!!" seru Caroline yang kemudian mengatur nafasnya.


Salah satu tangannya sudah terangkat hendak memukul si, pencopet namun sesaat kemudian dia langsung terhenti saat melihat wajah dari pencopet itu. wajah yang masih sangat mudah, sangat belia mungkin usianya baru sekolah menengah pertama


"Kamu ini masih kecil kok berani mencur." Caroline yang kemudian menarik tas yang dipegang oleh pemuda itu dengan sangat kasar.


"Kami akan membawanya ke kantor polisi, nyonya." ucap salah satu pengawal.


"Aku mohon jangan jangan dibawa ke kantor polisi, kami hanya mau makan. kami kelaparan." jawab si pemuda.


"Kamu ini masih kecil belajar mencopot, berapa usiamu?" tanya Caroline dengan sangat keras. Dia mengulurkan tangannya memberikan tas yang dia bawa kepada Stella.


"14 tahun, Nyonya. usia saya 14 tahun." jawabnya.


Caroline menatap anak kecil yang ternyata usianya masih 14 tahun, namun sayangnya dia harus mencuri karena keadaan yang terdesak. "Beraninya Kamu mencuri, Memangnya di mana orang tuamu?" tanya Caroline kembali


"Saya jangan dibawa penjara, Nyonya. jangan dibawa ke penjara, aku mohon." jawabnya kembali kedua tangannya terus menelakup memohon maaf kepada Caroline.


"Bawa aku ke tempat orang tuamu, aku mau memberi mereka pidato panjang lebar. Kamu masih muda sudah berani mencuri seperti ini, memangnya Kamu itu mau apa? masa depanmu itu mau menjadi apa?" Caroline sedikit kesal.


Kondisi yang ada di tempat itu benar-benar seperti tempat pengungsian yang tidak terurus sama sekali, anak-anak kecil bermain kesana kemari tanpa diawasi oleh orang tuanya.

__ADS_1


"Kamu tinggal di sini berapa tahun?" tanya Caroline kepada salah satu pekerjaannya.


"Saya tinggal di sini semenjak kecil, nyonya." jawabnya. Ada rasa malu ketika menjawab pertanyaan seperti itu, tempat itu benar-benar sangat menyedihkan.


"Ini seperti tempat habis dipakai untuk perang, lihat aja kondisinya berantakan seperti ini." Caroline berjalan menyusuri tempat itu.


Pemuda berusia 14 tahun itu menghentikan langkahnya, masuk ke sebuah bangunan terbengkalai yang benar-benar tidak terpakai sama sekali. dia memasuki tempat itu bersama begitu banyak orang yang ada di sana.


"Kamu mau ke mana?!" seru Caroline yang kemudian ikut masuk ke bangunan itu.


kondisi yang benar-benar mengenaskan itu membuat Caroline begitu tidak percaya, dia membuka matanya dengan begitu sempurna, menatap orang-orang yang begitu menyedihkan.


"Siapa mereka?" tanya Caroline saat melihat beberapa orang dengan pakaian lusuh dan wajah yang begitu pucat.


"Mereka adalah keluarga saya, Nyonya. Kami semuanya tinggal di tempat ini, kami butuh makan Nyonya, kami butuh makan." jawab pemuda itu.


Anak kecil menangis tersedu-sedu, si Ibu hanya mampu menenangkannya tanpa bisa melakukan apapun.


"Bawa makanan itu kemari." pinta Caroline.


Orang-orang yang ada di tempat itu menatap aneh kepada beberapa orang yang sudah ada di sana, mereka menatap orang-orang yang berpakaian begitu rapi dan begitu bagus.


"Sebentar." jawab Caroline.


Satu mobil yang penuh makanan itu diberikan oleh Caroline kepada orang-orang yang ada di sana. wajah yang begitu lelah juga lapar itu seketika tersenyum begitu sumringah, perut keroncongan serasa langsung berteriak saat melihat makanan yang dibawa oleh mereka.


Setelah dari tempat itu Caroline benar-benar berpikir, dia dan para pekerjanya juga orang lain berfoya-foya seperti itu Sedangkan di tempat lain mereka benar-benar kelaparan.


"Dulu itu tempat apa?" tanya Caroline.


"Dulu itu tempat yang makmur Nyonya, Entah mengapa tiba-tiba tempat itu ditinggalkan." jawab pekerja.


"Di sana tidak ada apapun, lalu mereka makan dan minum dengan apa?" tanya Caroline kembali.


Pekerja wanita itu menceritakan semua yang ada di sana, Caroline dan bekerja lain nampak benar-benar dibuat tidak percaya. Masih ada saja sesuatu yang seperti itu.


"Jadi dulu itu di sana ada rumah sakit besar, setelah itu ada karantina." Caroline menganggukkan kepalanya berulang kali.

__ADS_1


Sore sudah mendatangi Caroline, wanita itu kembali ke rumahnya dengan 1000 pemikiran yang memenuhi otaknya.


"Kamu dari mana saja sayang? aku tadi mau ke tempat yang kamu katakan." Erik menyapa sang istri kemudian memberikan ciuman.


Caroline masih terdiam, dia memikirkan Bagaimana cara membantu orang-orang itu. "Sayang, kamu tahu tempat yang tidak jauh dari sini itu tidak?" tanya Caroline.


"Tempat apa?"


"Ya perjalanan sekitar 40 menit itu." jawab Caroline.


Perbincangan sepasang suami istri mengenai tempat terbengkalai itu membuat Erik tahu apa yang diinginkan oleh istrinya. keesokan hari Caroline mengikuti sang suami ke hotel, dia ingin melihat beberapa renovasi di hotel itu. akan ada pembangunan hotel baru di sebelah hotel lama.


Seperti biasanya Caroline berada di ruang santai yang ada di hotel, di tempat itu para tamu bebas melakukan olahraga, bersantai berenang atau apapun.


Caroline hari ini sedang sendirian, dia hanya ditemani Elios karena Vivi dan Stella ada banyak pekerjaan.


"Elios." Panggil Caroline.


"Iya Nyonya." jawab Elios.


"Menurutmu aku akan punya anak berapa?" tanya Caroline tiba-tiba.


"Memangnya anak Nyonya kembar ya?"


"Kurang tahu sih."


"Waduh.. kalau anak nyonya kembar bisa-bisa aku dan Kelvin serta yang lain tidak bisa istirahat sejenak." guman Elios dalam hati.


"Kalau anakku kembar lebih dari 2 berarti kamu dan Kelvin harus mengurus mereka satu persatu." ucap sedikit lirih dari Caroline membuat elios langsung menatap tajam wanita itu.


"Alamat benar-benar tidak bisa istirahat ini kalau Nyonya hamil anak kembar, apalagi gambarnya lebih dari 2. Kalau ke hotel pasti aku dan Kelvin yang akan menjadi pengasuh." gumannya kembali.


"Kalian ini bodoh sekali sih! Aku kan sudah bilang aku minta orange juice!" seru Debora.


"Tapi ini orange juice, Nona." jawab pekerja hotel.


"Iya aku minta yang setengah asam, Kenapa ini manis sekali! kalian itu tidak menghargai kamu ya!" teriak Debora sembari terus menunjuk ke kepala pekerja hotel.

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2