ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
Human trafficking


__ADS_3

Hari ini Erik tidak ada di rumah, pria itu pergi ke sebuah tempat karena beberapa urusan yang tidak akan mungkin dia tinggalkan. Caroline bersama beberapa anak buah yang di pimpin oleh Elios sedang mengamati salah satu tempat yang kata Elios mengalami masalah.


"Apa kamu sudah memberitahu John untuk menjaga anak-anak, Elios?" tanya Caroline.


"Sudah, Nyonya." jawab Elios.


"Kamu menelpon bosmu?" tanya kembali.


Elios terdiam.


"Jangan sampai mengganggu bosmu, aku takut apa yang kita lakukan ini akan memecah konsentrasinya."


"Saya belum menelpon Tuan, Nyonya. Tapi takutnya jika salah satu diantara kami ada yang membuka suara." jawab Elios.


"Pastikan tidak ada dari kalian yang membocorkan masalah ini, jika sampai kalian membocorkan apa yang sedang aku lakukan.. aku tidak bisa memaafkan kalian." Caroline langsung mengancam beberapa anak buahnya.


Hari ini John bertugas untuk mengamankan si kembar, Caroline pergi ke suatu tempat bersama Elios juga beberapa anak buahnya. wanita itu akan menyelidiki mengenai hilangnya salah satu karyawan butiknya.


"Apa tidak sebaiknya kita tidak mengurusi masalah ini?" tanya Elios.


"Mereka adalah keluarga kita, Elios. Aku tidak mau salah satu keluargaku dalam masalah, mereka bekerja denganku Jadi mereka juga adalah tanggung." jawabku jawab Caroline.


Walaupun sifatnya sedikit kekanakan, barbar bahkan selalu berkata dengan begitu tanpa batas namun Caroline adalah tipe wanita yang begitu setia kawan.


"Baguslah kalau begitu, temukan tempat itu suruh mereka segera menghubungi kita." pinta Caroline.


Elios menelpon salah satu anak buahnya yang sedang memantau sebuah gudang yang tidak terpakai.


"Kemungkinan besar mereka adalah kelompok yang memang bertugas untuk mengambil Para gadis-gadis muda untuk dijual, Nyonya." ucap Elios.


"Dasar, mereka orang-orang brengsek. Berani sekali mereka melakukan hal itu." Caroline yang sudah bersiap-siap ke tempat para mafia Brengsek itu.


"Mereka adalah para penjahat human trafficking. Mereka tidak berpikir apa jika mereka mempunyai keluarga, mereka seharusnya menjual keluarga mereka sendiri." Caroline semakin kesal karena informasi yang dia dapatkan.


Sekitar beberapa menit kemudian salah satu anak buahnya sudah memastikan kalau tempat itu memang tempat penjualan Para manusia. Entah mereka dijual organnya, dijadikan budak atau jadikan pemuas nafsu. Caroline masih belum tahu, dia sudah bersiap-siap bersama beberapa anak buahnya.


Sekitar 25 orang bersama Caroline dia sudah mempersiapkan segala persenjataan, wanita itu keluar dengan begitu banyak senjata bukan dengan tangan kosong.


"Pastikan kalian tidak kelolosan satu makhluk pun, jika sampai kalian kehilangan satu makhluk itu maka kalian harus membayarnya." ancam Caroline menjadi istri seorang mafia.


Lama-kelamaan sifat Caroline juga akan kayak ikutan suaminya wanita itu menjadi wanita yang begitu tegas bahkan saking tegasnya tidak boleh ada kesalahan yang membuat yang lain jadi sasaran.


"Kami sudah siap, Nyonya." ucap beberapa anak buah Elios.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, Elios. kita berpencar menjadi 4 regu, kalian harus ingat jangan sampai kalian kehilangan nyawa, jika sampai kalian kehilangannya nyawa.. aku akan menghukum kalian dan keluarga kalian." Caroline malah mengancam anak buahnya dengan ancaman yang super duper menakutkan.


Mereka membawa semua peralatan kelengkapan untuk berperang, beberapa senjata laras panjang dengan beberapa senapan yang sudah dipasang alat peredam. Caroline mulai memakai sarung tangan, ada sedikit kelemahan pada wanita itu. karena Caroline tidak bisa menyentuh darah dengan tangannya. Hal itu membuat wanita itu selalu menggunakan sarung tangan jika dia beraksi seperti itu.


"Kalian siap?" tanya Caroline.


"Baik, nyonya." jawab anak buah Elios.


Akhirnya mereka semua dibagi menjadi 4 regu. Mereka harus segera menaklukkan orang-orang itu.


"Tolong lepaskan kami, tolong lepaskan Kami!!' Suara teriakan dari beberapa orang yang sudah disergap di gudang tersebut.


Sebagian dari mereka akan dijadikan penghibur, sebagian lagi dijadikan budak dan sebagian lagi dijadikan alat untuk di jual belikan organ mereka.


Slepp..


Slepp..


Karena sikap sifatnya yang tidak pernah bisa sabar Caroline langsung menembak beberapa orang yang sedang berjaga.


"Sabar sebentar, Nyonya." pinta Elios.


"Keburu mati dulu kalau di suruh bersabar." jawab Caroline yang membuat Elios menggelengkan kepalanya.


"Tolong lepaskan kami, tolong lepaskan kami!!" teriak beberapa wanita yang malah disiksa di salah satu ruangan, ada beberapa diantara mereka juga dilecehkan.


"Mereka benar-benar tidak mempunyai hati nurani sama sekali." Caroline yang berada di tempat itu dia terus mengintip apa yang dilakukan oleh beberapa pria itu. "Dasar makhluk-makhluk durjana." Caroline kemudian mulai mengarahkan pistolnya ke arah kepala salah satu pria yang sudah melecehkan korban-korbannya.


Slepp...


Slepp...


beberapa tembakan langsung mengarah ke kepala pria itu hingga membuatnya tersungkur tidak berdaya.


"Makan itu peluru." senyum sinis terlihat begitu menakutkan.


"Siapa di sana!!" teriak salah satu pria yang juga ikut melakukan tindakan pelecehan tersebut. Pria itu kembali mengenakan celananya, dia hendak mencari sosok yang sudah menembak temannya itu.


BUGG .


BUGG..


ketika pria itu baru membuka pintu, Caroline sudah memberikan hadiah tendangan bahkan tinju yang begitu keras. Pintu yang baru terbuka itu kemudian ditarik oleh Caroline, dia menghempaskan pintu itu berulang kali hingga mengenai kepala Si pria. ya.. bisa ditebak sendiri bagaimana hasilnya.

__ADS_1


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Caroline yang masuk ke ruangan itu.


"Tolong kami, tolong kami." ucap beberapa gadis yang ada di ruangan itu.


"Kalian tenang di sini, tutup pintu ini dari dalam. Kalian ingat, Jangan melakukan apapun agar selamat." perintah Caroline.


Para wanita yang ada di ruangan itu menganggukkan kepalanya, Caroline memberikan kunci agar para wanita itu bisa mengunci pintu dari dalam.


Elios sudah mengincar beberapa pria yang melakukan operasi ilegal, beberapa orang yang ada di tempat itu sudah dibunuh, organ dalam mereka juga sudah diambil.


Elios benar-benar menggelengkan kepalanya saat melihat adegan seperti itu. "Mereka benar-benar sangat keji, mereka tidak pantas untuk di maafkan." ucap Elios yang kemudian memberikan kode kepada beberapa anak buahnya.


Pistol yang sudah terpasang alat peredam suara itu langsung diarahkan beberapa pria yang melakukan operasi iblis itu. "Jangan sampai mereka tersisa." perintah Elios.


"Kenapa kita tidak menyiksa mereka terlebih dahulu, Tuan Elios. Biar mereka merasakan kekejaman mereka sendiri." ucap salah satu anak buah Elios.


"Kamu benar sekali, lumpuhkan mereka setelah itu kalian lakukan seperti yang kalian inginkan." jawab Elios.


Empat orang yang bersama Elios itu nampak tersenyum, Mereka kemudian mengarahkan pistol peredam itu ke arah dada juga kaki tiga pria yang sedang mengoperasi beberapa orang itu.


Slepp..


Slepp..


Slepp..


Beberapa tembakan langsung mengenai beberapa bagian tubuh mereka. Entah dokter atau siapapun mereka. "Aaaa!!!" seketika ketiga orang itu meraung kesakitan.


Empat anak buah Elios langsung masuk ke ruangan itu, mereka membekap mulut beberapa pria itu dengan tangan mereka.


"Tuan, silakan pergi mencari nyonya." pinta beberapa anak buah Elios.


Elios menganggukkan kepalanya, akhirnya dia pergi mencari keberadaan Caroline dan beberapa anak buahnya.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*My jodoh duren(duda keren)


*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)

__ADS_1


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2