ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
YA AMPUN NYONYA


__ADS_3

"Nyonya." Panggil Stella dan 3 pelayan pria.


"Kalian sudah selesai dengan pekerjaan yang aku minta?" tanya Caroline.


"Sudah, Nyonya. Saya sudah membawakan bando kelinci juga kacamata cantik ini." jawab Stella.


"Baguslah kalau begitu, mulai besok kalian pakai barang yang kalian bawa itu. Aku ingin melihat mulai besok dan seterusnya kalian memakai itu semua." jawab Caroline sembari tersenyum.


Belum selesai dengan kekonyolan kaos kaki pelangi yang harus dipakai oleh para pelayan wanita, sekarang Stella dan beberapa pelayan pria harus memakai bando kelinci juga kacamata berbentuk hati.


Erik, Kelvin dan Elios elios ingin tertawa melihat apa yang terjadi kepada orang-orang yang ada di tempat itu. Namun melihat raut wajah Caroline tentu saja tiga pria itu harus menahan tawanya, jika tidak mereka juga akan terkena imbas dari semua kejadian hari ini. Untung saja mereka hanya diminta makan kue, seandainya tiap pagi mereka harus memakai kaos kaki pelangi, bando kelinci juga kacamata berbentuk hati.. entah bagaimana nasib mereka.


Apalah daya, mereka tidak mampu menolak bumil yang benar-benar membuat keributan itu.


"Untung saja bukan kita." Erik menghela nafasnya.


"Berarti nyawa kita itu masih ada harganya, tuan." ucap Kelvin.


"Benar." jawab Elios.


"Heh..," Erik kembali menghela nafasnya.


"Lebih baik kita habiskan makanan ini, lebih baik makan ini daripada kita memakai kaos kaki atau kacamata berbentuk hati itu." ucap Elios yang kemudian melahap kue sisa dari dua piring kue itu. begitupun dengan Erik dan Kelvin, secepat mungkin mereka menghabiskan kue yang ada di depan mereka Setelah itu mereka harus kabur.


"Sayang kuenya sudah habis, Aku dan mereka berdua harus segera ke gudang." Erik kemudian berdiri memberikan ciuman di kening sang istri.


"Hati-hati ya!" seru Caroline.


3 orang itu mengangguk secara bersamaan, dalam hati mereka masih bisa selamat namun berbeda dengan Stella, Vivi dan yang lain. mereka akan mendapatkan sebuah penghargaan yang sangat istimewa.


"Sudah, kalian kembali. mulai besok pakai semua itu." pinta Caroline yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu saling menatap satu lah sama lain.

__ADS_1


Waktu berjalan dengan semua kekonyolan dari permintaan Caroline, Erik hanya mampu menuruti apa yang diminta oleh istrinya. walaupun terkadang dia benar-benar tidak berdaya, juga benar-benar tidak tahu bagaimana cara untuk meloloskan diri. Kalau dulu Caroline yang terus berusaha kabur namun sekarang malah Erik yang mencari jalan untuk kabur dari semua permintaan konyol istrinya.


Beberapa bulan kemudian kandungan Caroline sudah berusia 5 bulan, terlihat wanita itu semakin cantik, perutnya sudah semakin terlihat.


"Nyonya." Panggil Stella.


"Iya ada apa, Stella." jawab Caroline.


"Hari ini nyonya ada janji dengan dokter kandungan, Apakah nyonya berangkat sendiri atau ditemani Tuan Erik?" tanya Stella.


"Nanti aku berangkat sama suamiku, Stella. Setelah dari hotel dia balik lagi kok." jawab Caroline.


Di tempat yang jauh Fabio sudah mendengar mengenai Erik yang semakin hari semakin kaya raya, bisnisnya semakin berkembang dan semakin Jaya. pria itu masih belum mengetahui kalau Caroline mengandung, entah apa yang terjadi jika pria itu tahu pasti dia akan berusaha untuk membalas dendam.


"Tuan, Apakah Nyonya tidak memesan sesuatu?" tanya Kelvin saat melihat majikannya hendak pulang menjemput sang istri.


"Tidak, Kevin. Memangnya ada apa?" tanya Erik.


"Seingatku tidak ada sih Kelvin, soalnya kami mau ke rumah sakit, Kami akan melihat kondisi bayi kami." jawab Erik.


"Oh ya tuan, bolehkah saya bertanya sesuatu?" dengan penasaran Erik mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada bosnya.


"Memangnya ada apa, Kelvin."


"Tuan, menurut Anda nyonya hamil berapa bayi? lalu nyonya mengandung bayi laki-laki atau perempuan?" pertanyaan yang diajukan oleh Kelvin membuat Erik sedikit berpikir.


"Entahlah Kelvin, soalnya istriku tidak pernah mau diperiksa lebih jauh. saat melakukan USG dia selalu menolak, jadi aku tidak tahu dia mengandung berapa bayi juga bayinya perempuan atau laki-laki." jawab Erik yang juga penasaran.


Melihat dari perut istrinya yang besar itu Erik dan yang lain berpikir kalau anak dari dia dan Caroline kembar. "Memangnya ada apa, Kelvin?" tanya Erik.


Kelvin menggelengkan kepalanya, dia tersenyum sembari mengunci mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


Kalau sampai Nyonya memiliki anak kembar, aku dan yang lain bisa tidak bergerak sama sekali. Nyonya saja membuat kami seperti makhluk bodoh, andaikata nyonya melahirkan lebih dari anak satu.. wah, bisa-bisa hidup kami seperti di penampungan balita.


Kelvin mulai berangan-angan mengenai apa yang dia bayangkan, bukan hanya Kelvin orang-orang yang ada di tempat Erik juga membayangkan jikalau bayi yang ada di perut Caroline itu kembar, maka mereka harus bersiap-siap.


"Sebenarnya Kelvin, ada sesuatu yang mengganggu pikiranku." Erik menghentikan langkahnya kemudian malah berbicara dengan Kelvin.


"Ada apa Tuan?"


"Aku terkadang bermimpi mempunyai anak banyak, bahkan di mimpiku itu istriku melahirkan bayi 3 atau 5. Jika kejadian itu sampai terjadi berarti hidupku sangat ramai, Kelvin." ucap Erik yang membuat Kelvin langsung memegang dadanya.


"Kenapa kamu seperti itu, Kelvin? Kenapa kamu langsung memegang dadamu?" tanya Erik penasaran saat melihat anak buahnya seketika memegang dadanya. memangnya apa yang salah saat dia mengatakan kalau dia akan mempunyai anak banyak.


"Tidak-tidak apa-apa Tuan, cuma spontan saja." jawab Kelvin. dalam hati tentu saja itu adalah sesuatu yang paling ditakutkan oleh orang-orang yang ada di tempat Erik.


Setelah berbincang-bincang dengan Kelvin Erik pulang ke rumahnya, dia menjemput sang istri dan membawanya ke rumah sakit, di rumah sakit dokter mengatakan kemungkinan besar kalau Caroline memang mempunyai anak kembar. tapi untuk lebih lanjutnya dokter tidak berani mengatakan karena Caroline sudah mengancam Dokter wanita itu.


Satu minggu kemudian.


Di hotel milik Erik seorang wanita datang dengan pakaian yang begitu fantastis luar biasa, Seperti badai yang siap menghancurkan gurun Sahara.


"Maaf Nona, anda ingin menginap di sini berapa hari?" tanya petugas resepsionis.


"Berikan aku kamar yang terbaik, termahal tercantik dan paling elegan." jawab si wanita.


Namanya Debora, Dia adalah seorang artis yang namanya melejit beberapa tahun ini.


"Ada room sweet yang sangat istimewa, nona. namun harganya juga sangat fantastis." jawab petugas resepsionis.


"Kamu kira aku ini miskin, kamu lihat sendiri kan cincin yang aku pakai ini cincin berlian, kalung yang aku pakai ini semuanya berlian, tas yang aku bawa ini harganya jutaan dollar. Kamu kira aku tidak mampu membayar satu kamar hotel mahal di sini?" si wanita nampak marah-marah kepada petugas resepsionis.


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2