ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
INI BUMIL?


__ADS_3

Di rumah Caroline sedang mengistirahatkan dirinya di ruang santai terbuka, Dia memakai earphone di telinganya, menggelengkan kepalanya mendengar lagu-lagu yang dia putar dari tadi.


"Nyonya." Panggil Vivi.


"Iya, ada apa Kak Vivi." jawab Caroline.


"Nyonya, apa nyonya tidak ingin makan sesuatu?" tanya Vivi kembali.


Karena setelah diperintahkan masak dalam porsi yang lumayan banyak, para pembantu yang ada di rumah malah takut kalau disuruh untuk menghabiskan semua masakan itu.


"Kata salah satu pembantu kita kan di daerah yang tidak jauh dari tempat ini ada desa yang kurang mampu, bukan?" tanya Caroline yang tadi menyadarkan tubuhnya lalu tiba-tiba terbangun.


"Menurutnya begitu sih nyonya."


"Kalau begitu suruh semua pelayan membungkus makanan itu sesuai porsinya, kue-kue juga suruh mereka membungkusnya sesuai porsinya. Setelah itu ambil mobil terbuka, kita bawa seluruh makanan itu ke sana." perintah Caroline.


Mendengar permintaan dari majikan wanitanya membuat beberapa pelayan yang ada di sana nampak menghela nafasnya dengan begitu legah. Mereka berulang kali mengusap dada mereka, itu artinya mereka bisa selamat dari ancaman disuruh menghabiskan seluruh masakan yang dibuat hari ini.


Tanpa disuruh para pelayan yang mendengar itu mereka langsung bergegas berlari, meminta para teman-temannya untuk membagi porsi sedang makanan-makanan itu.


"Kenapa makanannya harus dibungkus?" tanya salah satu pembantu.


"Katanya Nyonya akan membawanya ke salah satu tempat kurang mampu yang ada di dekat tempat tinggal mu." jawab pembantu yang lain.


Stella yang baru keluar dari kamar mandi dia juga mendengarnya. "Kalian yakin?" tanya Stella.


"Benar Stella." jawab pelayan yang lain.


Seketika Stella menguncir rambutnya, membantu teman-temannya untuk membungkus makanan itu. Entah seberapa banyak makanan yang dimasak oleh Caroline dan para pelayan, namun yang jelas orang-orang yang ada di tempat itu tidak akan mampu menghabiskan makanan yang dimasak hari ini.


Setelah selesai dengan semua pekerjaannya Stella dan Vivi juga bersama beberapa pengawal, akhirnya pergi ke tempat yang dikatakan oleh salah satu pekerja di sana.

__ADS_1


"Oh ya sayang, Aku akan pergi ke salah satu tempat yang tidak jauh dari tempat kita. Aku ingin membagikan makanan yang ada di rumah, kasihan kan kalau orang-orang yang ada di rumah kita aku suruh menghabiskan makanan seukuran buat pesta itu." Caroline menelpon sang suami. dia memberitahu kepada suaminya Kalau dia sedang keluar.


Mendengar istrinya mengatakan itu Erik langsung mengusap perutnya berulang kali.


"Iya-iya sayang, tidak apa-apa. kasihkan saja semuanya nanti malam kita makan di restoran saja. Aku akan menjemputmu untuk makan di restoran hotel kita." jawab Erik.


Kelvin dan Elios yang ada di samping Bos mereka nampak raut wajah mereka benar-benar begitu puas. Seandainya mereka pulang sebelum makanan itu dibagikan, itu artinya mereka akan memakan porsi raksasa.


"Baiklah kalau begitu sayang, aku matikan ponselnya ya kalau kamu mau mencariku kamu telepon para pengawal kita." Caroline yang kemudian mematikan ponselnya.


Belum juga Erik selesai berbicara wanita itu langsung mematikan ponselnya, alhasil bibir Erik sudah runcing ingin memberikan ciuman. "Istriku ini sekarang benar-benar menyebalkan ya, belum dikasih salam penutup malah ponselnya sudah dimatikan. Dia ini bagaimana sih." Erik sedikit menggerutu dengan apa yang dilakukan istrinya.


Kelvin dan elios yang melihat hal itu mereka menahan tawanya, tenang tuan tenang. mungkin itu keinginan bayi tuan." Kelvin menenangkan majikannya.


"Benar juga sih, lebih baik kita bekerja. hari ini kalau sampai istriku ke sini bisa-bisa dia membawa makanan itu kemari, satu hotel ini bisa memakan masakan yang dibuatnya hari ini." ujar Erik yang membuat kedua anak buahnya serasa ingin ke kamar mandi.


"Jangan mengatakan hal itu Tuan, perut saya rasanya sakit." ucap Elios.


Seketika Kelvin mengingat makanan yang dia makan kemarin, pemaksaan itu benar-benar tidak bisa dia lupakan.


"Kamu saja seperti itu, kalian tahu tidak kemarin apa yang terjadi denganku?" ucap Erik.


"Memangnya ada apa tuan?" Elios dan Kelvin langsung penasaran.


"Ketika aku tidur dengan begitu enaknya, kalian tahu apa yang terjadi?" tanya Erik.


"Tidak, tuan." jawab Kelvin dan Elios.


"Dia memberikan aku makanan, menyuapiku yang sedang tertidur. itu membuatku mengunyah makanannya tanpa sadar. Dalam mimpi saja istriku masuk, dia memerintahkan aku untuk menghabiskan masakan yang dia masak." jawab Erik dengan penuh penghayatan yang sangat luar biasa.


"Berarti dalam mimpi saja Tuan dipaksa Nyonya untuk menghabiskan makanan, itu artinya tuan harus bersiap-siap mengosongkan perut sebelum tidur."

__ADS_1


"Sudah sudah lebih baik kita bekerja, mumpung hari ini istriku sudah membagi makanannya, nanti kita pulang sore. Aku ingin sedikit beristirahat karena nanti malam aku akan mengajak istriku makan malam di hotel." ucap Erik.


"Maaf tuan, Kami ingin beristirahat di rumah saja, jika Tuan ingin keluar bersama Nyonya biar salah satu sopir di rumah mengantar tuan." seketika Elias mengatakan hal itu.


"Memangnya kenapa?"


"Tuan tahu sendiri kan, jika kami ikut dan makan bersama dengan tuan. Bisa dua meja tersaji makanan." jawab Elios.


Jawaban yang diberikan Elios itu benar-benar sangat betul.


"Ya sudah kalau begitu aku akan memasak sendiri di rumah, kalau aku yang memasak kan cuma sedikit. Kalau istriku yang memasak alhasil itu menjadi masakan pesta." perbincangan tiga pria yang sedang membicarakan Caroline.


Sedangkan Caroline sendiri dia sudah berada di tempat yang dia tuju, Dia melihat begitu banyak anak yang terlantar di sana. "Kenapa tempatnya seperti ini? anak-anak kecil kok enggak ada yang sekolah?" tanya Caroline.


"Ini tempatnya sedikit kumuh, Nyonya. di sini tidak ada sekolah, adapun sekolah mereka tidak bisa membayar." jawab Salah satu pekerja.


"Kok bisa? semahal itukah biaya sekolah?" tanya Caroline.


Pekerja wanita itu menganggukkan kepalanya, ketika mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba saja ada seorang pria yang menarik tas jinjing yang dibawa oleh Caroline. padahal di dalam tas itu hanya ada dua ponsel yang dibawa oleh wanita itu.


"Waduh.. dia mengambil tasku." Caroline yang terkejut.


"Kejar pencuri itu!" perintah Vivi kepada 4 pengawal pria yang dibawa oleh Caroline.


Pencuri yang mengambil tas Caroline terlihat Dia sudah terbiasa mencuri, dia berlari dengan begitu cepat, melihat hal itu.. Caroline yang memang tingkahnya barbar dia langsung melepas high heels yang dia pakai itu.


"Dasar kurang ajar, berani sekali dia bermain-main denganku." ucap Caroline yang membuat Vivi dan Stella berusaha untuk menghentikan wanita itu. namun sayangnya mereka tidak bisa.


"Nyonya!!" seru serempak seluruh pekerja Caroline saat melihat bumil itu malah ikut berlari sangat kencang.


"Apakah ini wanita hamil?" ucap mereka secara bersamaan saat melihat majikan wanita mereka yang sudah ikut mengejar pencuri.

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2