ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA
Beraninya kalian


__ADS_3

Beberapa anak buah Deren terus mengejar Joshua, Caroline yang merasa kalau salah satu putranya dalam bahaya seketika wanita itu mencari keberadaan mereka.


"Tangkap anak itu sekarang juga!" seru beberapa anak buah Deren.


"Pergi, pergi dan kalian dari sini!" teriak Joshua dengan ketakutan yang benar-benar tidak bisa dia katakan.


Beberapa pria itu terus mendekati Joshua sedangkan bocah berusia 5 tahun itu mencoba mencari tempat untuk melarikan diri.


BUGG..


BUGG..


Dari belakang tubuh para pria itu ada seseorang yang memukul mereka, dua pria itu tumbang tidak sadarkan diri sedangkan beberapa pria yang lain menatap sosok seorang wanita yang sudah berdiri di belakang mereka.


"Kalian mau menyentuh putraku? kalian harus mempertaruhkan dan menyerahkan nyawa kalian padaku." ucap Caroline yang menatap beberapa pria yang mencoba menangkap putranya.


"Kita tangkap wanita itu juga." ucap salah satu anak buah Deren.


Senyum yang begitu menghina ditunjukkan oleh Caroline ketika beberapa pria itu mengatakan ingin membawanya.


"Aku mau lihat bagaimana kalian membawaku." Caroline mulai memasang kuda-kuda. Salah satu kaki sudah terangkat, sesaat kemudian Caroline mulai menghajar satu persatu anak buah Deren. "Sayang, kamu bersembunyilah mama harus menggerakkan tubuh sebentar!" seru Caroline.


Joshua menganggukkan kepalanya, dia bersembunyi di salah satu tempat yang ada di hotel.


"Kata tuan kita membunuhnya saja." ucap salah satu pria.


"Kalau begitu kita langsung habisi dia." ucap pria yang lain.


Mendengar kata seperti itu Caroline langsung tersenyum, dia menatap salah satu pria yang ingin menculik putranya. "Kalian benar-benar Ingin membuatku marah ya." ucap Caroline.


Beberapa pria itu mulai menyerang Caroline, Mereka mencoba untuk melumpuhkan wanita yang terlihat seksi namun ternyata sangat mematikan.


Dengan sangat lincahnya Caroline terus menangkis serangan-serangan dari beberapa pria itu, satu persatu pria itu dihajar hingga babak belur oleh Caroline. "Jangan pernah berani meremehkan wanita sepertiku." lanjutnya. wanita itu mulai meradang, gerakan demi gerakan serangan demi serangan terus digencarkan olehnya.


BUGG..


DUKK..


"Heh.. heh..," hembusan nafas dua pria yang tersisa dari anak buah Deren.

__ADS_1


Di tempat lain Erik juga menemukan beberapa anak buah Deren yang mencoba untuk mengambil anak-anaknya. Tanpa mengatakan apapun pria itu langsung menghajar beberapa pria itu, tak ada yang boleh menyentuh keluarganya. jika sampai ada seseorang yang menyentuh keluarganya Erik akan sangat murkah, pria itu adalah pria yang begitu mencintai anak dan istrinya. terluka sedikit saja pria itu akan meradang dan menghilangkan nyawa seseorang.


Sebuah pistol dengan alat peredam di bawah Erik, pria itu melukai beberapa anak buah Deren yang mencoba untuk melumpuhkannya.


Slepp..


Slepp..


Dengan sangat mudahnya Eric melumpuhkan beberapa anak buah Darren. "Tuan." Panggil Kelvin.


"Di mana Elios?" tanya Erik.


"Elios mencari sisa penyusup, Tuan." jawab Kelvin.


"Cari keberadaan istriku, aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya dan putraku." ucap Erik.


"Baik, Tuan." Kelvin yang kemudian pergi mencari keberadaan Caroline.


Setelah melumpuhkan beberapa anak buah Darren, Caroline mendekati putranya. Dia menatap Joshua yang gemetar ketakutan.


"Tenanglah Sayang, tenang. semuanya akan baik-baik saja, Caroline memeluk putranya dengan begitu erat. air mata keluar dari kedua mata Joshua, bocah itu benar-benar ketakutan. Baru kali ini dia melihat mamanya berkelahi seperti itu.


"Aku akan melindungi Mama, aku akan melindungi Mama." ucap Joshua berulang kali.


"Tidak apa-apa, Mama baik-baik saja kok." Caroline menghela nafasnya. Dia menatap putranya kemudian membawanya pergi, langkah kaki yang begitu indah tubuh seksi dengan semua gerakan yang begitu lincah.


"Nyonya, salah satu anak buah Erik datang. tolong bereskan orang-orang ini, aku tidak mau mereka mengacaukan pesta anak-anakku." minta Caroline


"Baik, nyonya." jawab anak buah Erik.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sayang. Kita harus menyelesaikan pesta yang sudah kita buat." Caroline menunjukkan senyumnya. wanita itu menggenggam erat tangan Joshua.


Bocah berusia 5 tahun itu menatap mamanya dengan tatapan mata yang begitu dalam. "Aku pasti akan melindungi Mama, aku pasti akan menjadi pria kuat. Aku tidak akan takut lagi." ucap Joshua dalam hati.


Pesta malam itu akhirnya dilanjutkan, pesta yang begitu meriah dihadiri oleh para pengusaha bersama keluarganya.


"Dengarkan Mama baik-baik, kalian tidak boleh melakukan sesuatu yang tidak baik. jadi aku minta pada kalian untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Mama dan Papa." Caroline meminta anak-anaknya selalu waspada dan tidak jauh dari para pengawal mereka.


"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Erik.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja sayang, kamu tenang saja."


Erik menghela nafasnya, dia memang sangat yakin Seperti apa istrinya. dia begitu percaya kepada wanita yang sudah dia nikahi beberapa tahun yang lalu.


"Pastikan kalian mendapatkan nama orang yang sudah menyuruh mereka kemari." minta Erik kepada anak buahnya


"Baik, Tuan." jawab anak buah Erik.


Kevin dan Elios mengurus beberapa pria yang sudah mereka tangkap, kelihatannya mereka akan mendapat siksaan yang tidak akan mereka bayangkan sebelumnya.


"Pesta yang anda buat ini benar-benar sangat meriah, Tuan Erik. kami du buat takjub oleh pesta anak kembar kalian." ucap beberapa pengusaha.


"Terima kasih, Tuan. Terima kasih karena kalian mau menghadiri pesta dari anak-anak kami, semoga apa yang kami berikan tidak mengecewakan kalian." ucap sopan Caroline.


"Anda memang wanita yang sangat spesial, Nyonya Caroline. Anda adalah wanita yang sangat hebat, pantas saja Tuan Erik begitu tergila-gila kepada anda." ucap salah satu pengusaha.


"Terima kasih atas pujiannya, tuan. saya juga begitu mencintai suami saya, karena itu saya tidak akan membiarkan orang lain berusaha merebutnya." ucap Caroline sembari tersenyum.


Beberapa istri pengusaha memang selalu menyukai sikap Caroline yang begitu terus terang. "Baiklah Nyonya Caroline, Kami sangat senang dengan penjamuan yang anda berikan. lain kali kalau kami membuat pesta kamu harus hadir." ucap beberapa istri pengusaha.


"Tentu saja, Nyonya. Tentu saja saya akan hadir." jawab Caroline.


Di tempat lain seorang pria terus menunggu kabar dari anak buahnya, Deren merasa yakin kalau anak buahnya akan bisa menculik Caroline dan anak-anaknya. Namun semua yang dia pikirkan itu ternyata hanyalah angan semata.


Apa yang dipikirkan oleh Deren adalah sebuah kebohongan, pria itu bahkan tidak mampu mencari rencana yang hebat seluruh anak buahnya sudah dibekuk oleh anak buah Erik.


"Sebentar lagi aku akan mendengar kabar Kalau Erik mencari keberadaan istrinya, dengan begitu Aku ingin melihat bagaimana dia akan menangis. Aku akan melihat bagaimana dia meratapi kehidupannya karena tidak bisa menemukan keberadaan istrinya." Deren begitu yakin kalau rencananya sudah berhasil. Dia belum mendapatkan kabar sama sekali dari anak buahnya, sedikit kabar yang diberikan oleh anak buahnya akan membuat Deren hancur karena seluruh anak buahnya sudah dibekuk tanpa tersisa sama sekali.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*My jodoh duren ( duda keren)


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2