
"Ada apa kamu kemari, Freya?" Caroline mendatangi Freya.
Dia menatap sosok wanita yang mungkin usianya lebih tua darinya. Salah satu pembantu membuatkan coklat hangat untuk majikannya juga Freya. Secangkir coklat hangat yang memang selalu disukai oleh Caroline.
"Aku kemari karena ingin bertemu dengan tuan." jawab Freya tanpa memberi embel-embel Nyonya ketika berbicara dengan Caroline.
"Aku harus meminta maaf padamu, Freya. Suamiku sedang sangat sibuk, Dia tidak bisa diganggu sama sekali. Jika kamu ingin bertemu dengannya maka kamu tidak akan dapat menemuinya."
"Kenapa saya tidak bisa menemuinya, Nyonya? apakah Nyonya takut saya mengganggu tuan Erik?" Freya mulai menunjukkan permusuhan dengan senyum sedikit mencibir Caroline.
"Aku tidak bisa membiarkanmu menemui suamiku, Freya. kamu tahu sendiri Kan suamiku sangat sibuk, dia harus menyelesaikan beberapa urusan yang dia miliki." masih dengan mode sabar Caroline berbicara dengan Freya.
"Benarkah seperti itu, nyonya?"
"Tentu saja Nona." daya listrik bertegangan tinggi dapat terlihat di antara dua wanita itu. Sesaat kemudian terlihat Erik turun ke lantai 1 untuk berbicara dengan istrinya.
"Sayang." Panggil Erik.
Caroline menatap suaminya.
"Tuan Erik." sapa Freya ketika melihat Erik mau menemuinya.
"Sayang, kenapa kamu tidak segera naik? Bukankah ada urusan yang belum kita selesaikan?" tanya Erik.
Seketika Caroline tersenyum menunjukkan sifat yang biasa dia lakukan. "Sayang tunggu sebentar dong.. ini kan masih ada tamu, Iya aku tahu kalau kamu buru-buru ingin mempunyai bayi lucu kan? sebentar Freya ingin berbicara denganmu dahulu." ucap Caroline sembari tersenyum begitu genit kepada sang suami.
Kesal sakit hati dan amarah yang tertahan, Freya menatap Caroline seolah dia itu musuh bebuyutannya. "Tuan Erik." Panggil Freya kembali.
"Ada apa kamu malam-malam ke tempatku, Freya? apakah ada masalah serius?" tanya Erik Freya.
"Katanya Freya ingin mengatakan sesuatu, sayang." jawab Caroline.
"Apakah ada yang serius, Freya?" tanya Erik kembali.
"Tuan, Sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu, tapi karena kondisi saya yang tidak stabil membuat saya sedikit bingung." jawab Freya yang berpura-pura sedikit sempoyongan.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak enak badan lalu kamu kenapa kamu kemari? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat." Erik menatap Freya.
"Tuan, izinkan saya malam ini untuk menginap di tempat ini. saya tidak mampu membawa tubuh saya untuk pulang." sekali sejurus Freya ingin memanfaatkan tubuhnya yang sedikit lemah untuk menarik perhatian Erik.
"Kasihan sekali kamu Nona Freya, Mungkin kamu harus banyak istirahat." ucap Caroline yang kemudian berdiri hendak mengambil sesuatu.
"Tidak boleh sayang, Freya tidak boleh tinggal di sini. ini bukan rumahnya, tidak boleh ada orang asing yang tinggal di tempatku." jawab tegas Erik yang membuat Freya yang tadi tersenyum langsung muram seketika.
"Tapi, Tuan. Saya tidak mampu membawa tubuh saya, apakah tuan bersedia mengantarkan saya pulang?" tanya Freya. Dia sangat berharap mengambil sedikit perhatian dari Erik.
"Aku tidak bisa membiarkanmu tinggal di tempatku, Freya. Aku sudah bilang kan, aku tidak memperbolehkan siapapun untuk tinggal di tempatku. Jika kamu menginginkan tinggal di sini maka aku tidak akan memberi tempat, aku akan meminta Kelvin, Elios atau John untuk mengantarkanmu kembali. untuk tinggal di sini Jangan pernah kamu berharap." jawab tegas Erik kembali.
Caroline benar-benar ingin tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah yang benar-benar begitu putus asa dari Freya.
BRUKK..
tubuh Freya langsung tidak sadarkan diri dan terjatuh di lantai, akting Wanita itu sangat pandai, dia berharap malam ini dia akan bisa menginap di tempat Erik. Dia akan memanfaatkan waktu itu untuk menggoda Erik agar bisa bersamanya.
"John." Panggil Erik.
"Ya, tuan." jawab John.
"Baik, Tuan." jawab John.
Akhirnya harapan itu kandas juga karena John ditugaskan untuk membawa Freya Kembali pulang.
"Kamu benar-benar sangat istimewa, suamiku." Caroline yang kemudian menggerakkan bibirnya seolah Dia sedang menggoda sang suami.
Seketika Erik menggendong sang istri, membawa wanita itu naik ke lantai 2 rumahnya. "Ayo kita membuat bayi lucu, sayang." bisik Erik di telinga sang istri.
Caroline menatap Freya yang memang berpura-pura pingsan. "Dasar wanita tidak tahu diri, kamu berusaha untuk mendapatkan suamiku. Jangan harap ya." guman Caroline dalam hati yang kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.
Langkah kaki lebar itu berjalan menuju kamarnya, menggendong sang istri sembari sesekali mencium bibirnya.
"Genit sekali sih." goda Caroline.
__ADS_1
"Mana mungkin aku tidak genit, Ini semua karena dirimu." jawab Erik yang membuat Caroline kembali tersenyum.
pintu kamar besar itu akhirnya tertutup, ranjang besar itu mulai menjadi tempat aktivitas sepasang suami istri. ciuman hangat diberikan oleh Erik, beberapa kecupan nakal dilayangkan oleh pria itu di beberapa tubuh Caroline, hingga membuatnya mendesah tidak karuan.
"Kamu benar-benar nakal Sayang." ucap Caroline dengan nada yang benar-benar menahan ******* yang selalu lolos dari bibirnya.
Erik menatap wajah sang istri, pria itu mulai menggerakkan jari jemarinya yang nakal itu. "Ayo kita buat bayi kecil kita, sayang." bisik Erik kembali.
Senyuman itu balas oleh Caroline, dia berbalik menindih tubuh suaminya, memberikan sentuhan-sentuhan nakal juga beberapa kecupan kecupan di dada Erik.
"Kamu wanita yang benar-benar sangat istimewa, sayangku." ucap Erik.
Tangan kekar itu mulai mengangkat tubuh Caroline perlahan memberikan sentuhan-sentuhan yang paling menggairahkan. malam ini akan menjadi malam yang begitu istimewa, malam yang penuh dengan keinginan untuk mempunyai bayi lucu mereka.
''Ayo kita buat bayi yang lucu, sayang." ucap Caroline yang membuat Erik semakin bersemangat.
Tubuh yang berkeringat itu membuat mereka semakin bergairah, gerakan demi gerakan bahkan sentuhan nakal itu terus menjelajahi tubuh mereka. tak berselang lama pelepasan itu akhirnya mereka dapatkan, pelepasan cinta yang sekarang dirasakan oleh Caroline.
******* panjang dirasakan oleh Erik dan Caroline, senyum penuh harap dengan keinginan untuk selalu bersama.
Freya yang sudah pergi dari tempat itu, dia terus membayangkan apa yang dilakukan oleh sepasang suami istri itu, kata-kata membuat bayi lucu itu terus terngiang di telinganya. ingin marah tidak bisa, ingin berteriak dia pun tidak bisa.
"Dasar wanita kurang ajar! wanita sialan!" umpat Freya terus-menerus, dia merutuki semua yang dilakukan oleh Caroline. wanita itu benar-benar membuatnya sakit hati yang tidak bisa terkatakan, mungkin juga tidak ada obatnya.
Apartemen sederhana yang dia tempati selama ini adalah apartemen perusahaan Erik, karena diberi apartemen itu Freya menganggap dirinya diistimewakan oleh Erik. Dia menganggap dirinya sebagai wanita terkasih dari pria itu, padahal Erik tidak pernah berpikir seperti itu dia hanya merasa kasihan kepada Freya Yang sebatang kara.
"Kenapa wanita itu harus hadir di kehidupan Tuan Erik, seharusnya dia tidak pernah hadir. dia benar-benar membuatku sakit hati, dia benar-benar membuatku seperti wanita bodoh." Freya terus marah dia seperti wanita kehilangan akal dan terus-menerus mencerca Caroline yang sedang bermadu kasih dengan suaminya.
*MARKAS FABIO*
"Aku ingin kalian meledakkan tempat yang begitu dilindungi oleh Erik." pinta Fabio.
"Tapi, apa tidak akan apa-apa Tuan? Karena itu adalah makam dari orang-orang terpandang." ucap salah satu anak buah Fabio.
"Aku tidak peduli, ledakan makam Philip!" perintah Fabio.
__ADS_1
Makam Philips adalah makam yang dijaga oleh banyak orang-orang dari kelompok mafia, beberapa orang ternama mafia terkenal juga beberapa orang yang mempunyai kekuasaan luar biasa di makamkan di sana.
**Bersambung**