
"Cepat bawa suamiku Rumah Sakit!!" teriak Caroline dengan sangat keras.
"Elios, aku akan membawa Tuan ke rumah sakit, kamu jaga pria itu." pinta Kelvin.
"Tenang saja, tolong jaga tuan dan nyonya. Aku akan membereskan sisanya di sini." jawab Elios.
Kelvin menelpon McQueen, Dia meminta kepala departemen polisi itu untuk menangkap Fabio, namun sayangnya ketika Elios hendak membereskan beberapa anak buah Fabio, malah pria itu dibantu beberapa anak buahnya kabur dengan melukai beberapa anak buah Erik.
"Tuan Elios, pria itu sudah tidak ada." lapor salah satu anak buah Erik kepada Elios.
"Bagaimana bisa?" tanya Elios.
"Kelihatannya salah satu anak buah kita ada yang berkhianat, tuan."
"Tenang saja, dia tidak akan pergi jauh sini dari sini." Elios meminta anak buahnya berjaga-jaga. Sementara dia akan ke rumah sakit untuk melihat kondisi bosnya.
Di rumah sakit Erik langsung dimasukkan ke ruang operasi, dia harus segera mendapatkan perawatan dan mengeluarkan peluru dari tubuhnya.
"Bagaimana ini, Kelvin." Caroline terus mondar-mandir di depan ruang operasi.
"Sudah berulang kali tuan Erik lepas dari maut, nyonya. jadi nyonya tidak usah khawatir." jawab Kelvin.
"Jawabanmu itu terdengar tidak menyenangkan sekali, Kelvin. kamu selalu bilang ini sudah biasa terjadi pada kami, sekarang kamu bilang suamiku itu selalu lepas dari maut? kamu kira Suamiku itu Dewa maut? Kamu ini bagaimana sih, Kelvin! kalau bicara itu tolong yang benar sedikit." seribu cercaan terus dikeluarkan oleh Caroline karena jawaban yang diucapkan oleh Kelvin.
"Kalau bicara sama Nyonya selalu saja salah, benar salah.. salah juga salah." guman Kelvin dalam hati yang kemudian memilih untuk diam.
"Operasinya berapa lama, Kelvin?" tanya Caroline ya terus memandang lampu operasi yang masih menyala.
Sekitar 1-2 jam, Nyonya." jawab Kelvin.
"Kok lama sekali, apa tidak bisa dipercepat?" tanya Caroline sembari menatap tajam Kelvin.
"Kalau melihat televisi atau melihat video mungkin bisa dipercepat, nyonya. ini kan operasi masak dipercepat." guman Kelvin lagi.
"Kelvin." panggil Elios.
"Elios, apakah semua sudah selesai?"
"Ada sedikit masalah, Kelvin."
"Kelihatannya masalah serius kan?" Kelvin yakin menangkap Fabio bukanlah perkara yang mudah. Pria itu adalah pria licin yang tidak akan mudah untuk di tangkap.
"Seperti yang ada di pikiranmu." jawab Elios yang kemudian melihat majikan wanitanya mondar-mandir seperti sedang melakukan senam di pagi hari. "Apa yang Nyonya lakukan, Kelvin?" tanya Elios.
__ADS_1
"Kamu lihat sendiri." jawab Kelvin tanpa mau meneruskan perkataannya.
Sekitar 2 jam kemudian operasi sudah selesai, lampu operasi sudah dimatikan. Kelvin dan elios langsung bergegas menghampiri pintu yang mulai terbuka.
"Bagaimana kondisi suami saya, dokter?" Caroline langsung menghampiri dokter yang baru keluar.
"Kondisi Tuan Erik sangat baik, nyonya." jawab dokter.
Seketika Caroline bernafas lega, dia benar-benar tenang setelah mendengar kabar dari dokter yang melakukan operasi.
"Baiklah kalau begitu, setelah ini Tuan Erik akan dipindahkan ke kamar rawat." jawab dokter.
Setelah dokter pergi Caroline terus menunggu sang suami keluar dari ruang operasi, beberapa perawat mendorong ranjang Erik. kondisi Eric masih tidak sadarkan diri, matanya masih terpejam dengan raut wajah sedikit pucat.
"Bagiamana suami saya, suster?" tanya Caroline.
"Tuan baik-baik saja, Nyonya. Kami akan membawanya ke ruang rawat." jawab perawat yang mendorong ranjang Erik.
Dengan segera Caroline mengikuti dua perawat yang mendorong ranjang suaminya, begitu pula Kelvin dan Elios. Mereka langsung mengikuti Bos mereka.
"Nyonya, Apa tidak sebaiknya nyonya beristirahat dulu?" tanya Kelvin.
"Tidak, aku tidak mau beristirahat. Aku akan menunggu suamiku sampai siuman." jawab Caroline.
"Hua... hua...," Caroline tiba-tiba menangis.
"Nyonya, ada apanya? apa yang terjadi?" tanya Elios.
"Aku tidak mau tiba-tiba menjadi janda, aku tidak mau tiba-tiba ditinggalkan seperti ini." jawab Caroline yang tiba-tiba histeris.
"Tapi, Nyonya. Tuan sudah baik-baik saja, kondisinya juga sudah baik kok." Kelvin mencoba menjelaskan.
"Kalau tiba-tiba suamiku meninggalkanku.. aku bisa menjadi janda muda dong. Aku tidak mau seperti itu, lagian kalau dia meninggalkanku aku bisa pusing mengurus kalian para mafia-mafia yang sangat menakutkan..," ucap Caroline sembari menangis sesenggukan.
"Ini Nyonya Kenapa sih, sudah tahu Tuan baik-baik saja, kok malah bicara seperti itu.' guman Elios dalam hati.
"Kamu mengataiku ya, kamu membicarakan aku ya." salah satu tangannya menunjuk wajah Elios.
"Mana mungkin saya berani, nyonya." jawab Elios.
"Tidak mungkin, kamu pasti mengataiku, kamu pasti membicarakan aku. Terlihat dari wajahmu itu, gerak bibirmu itu, benar kan?!"
"Heh.., nyonya benar-benar seperti cenayang." Elios malah tersenyum seolah dia anak kecil yang tertangkap basah.
__ADS_1
"Kalian ini benar-benar sangat menyebalkan ya, kalian ini fisiknya aja cowok tapi sukanya membicarakan orang lain dalam hati. Itu namanya kalian itu pria-pria suka bergosip." cibir Caroline.
Mulailah perdebatan antara Elios dan Caroline yang tidak akan selesai.
"Elios, mundur." pinta Kelvin yang membuat Elios mengalihkan pembicaraannya.
"Oh ya Kelvin, sementara aku keluar dulu ya. Aku mau mencari kopi, kamu tolong jaga nyonya." Elios hendak pergi.
"Tunggu Elios."
"Memangnya ada apa?" Elios yang hendak pergi langsung berhenti.
"Nyonya, saya mau membeli minuman ringan dahulu. Apakah nyonya mau aku belikan sesuatu?" tanya Kelvin.
"Tidak usah," Caroline sedikit terdiam. "Tunggu." Panggil Caroline.
"Ya, Nyonya." jawab Kelvin.
"Belikan aku makanan apa saja, minuman apa saja, semuanya bawa kemari, Aku benar-benar frustasi." dan Kelvin saling menatap satu sama lain.
Jawaban yang dikatakan oleh majikan wanitanya itu benar-benar sangat lucu, mereka tidak akan pernah menemukan wanita seunik itu.
"Baiklah, Nyonya. kami akan memberikan banyak makanan, Nyonya jangan kemana-mana. Tolong tunggu di sini." setelah mengatakan itu Kelvin langsung pergi.
Sedangkan Caroline menoleh dengan kekesalan yang sangat besar. "Mereka kira aku anak kecil dibilang seperti itu?"
2 jam kemudian akhirnya Erik membuka matanya, dia menatap sang istri yang sedikit memejamkan matanya dengan posisi kepala ditaruh di ranjang tubuhnya ditutup di kurs.
Senyum bahagia terlihat di wajah Erik, pria itu benar-benar sudah mengkhawatirkan sang istri. Bagaimana jika dia benar-benar kehilangan istrinya? mungkin Erik akan sangat menderita atau mungkin dia tidak akan bisa melewati kehidupan ini.
Salah satu tangan Erik membelai rambut Caroline dengan lembut, pria itu mengusap wajahnya berulang kali, gerakan itu membuat Caroline tersadar karena belaian seseorang. dia sedikit terkejut, kedua matanya menatap sang suami yang sudah membuka matanya.
"Kamu sudah sadar, sayang?" tanya Caroline.
Erik tersenyum kepada istrinya.
"Aku sudah sadar, sayang." jawab Erik.
pelukan langsung diberikan oleh Caroline kepada sang suami yang masih terbaring.
"Sakit sayang." ucap Erik yang membuat Caroline sadar kembali kalau sang suami baru beberapa jam melakukan operasi.
"Maaf-Maaf sayang, habis respon sih." jawab Caroline sembari tersenyum cengingisan.
__ADS_1
*Bersambung*