Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
10.aku bukan putri kecil


__ADS_3

Malam pun mulai larut , "siyah malam ini kamu tidur di kasur ini aja ya, biar saya yang tidur di sofa kamu" Ucap Adnan.


"Nggak usah bang Adnan, saya tidur di sofa aja?" Ucapku. "Udah jangan membantah, capat tidur"Tutur Adnan.


***


Keesokan harinya, Adnan pergi ke peternakan tanpa memperbolehkan ku ikut lagi. karena ia takut hal yang serupa akan terjadi lagi.


"Bang Adnan saya ikut aja yah , saya senang bangat ngasih sapi-sapi itu makan" Ucapku.


"Nggak usah , nanti kamu kenapa-napa lagi kaya semalam" Kata Adnan.


Adnan pun berangkat kerja. tak lama setelah ia pergi ,nenek memanggilku "Asiyah...Adnan nya udah pergi ya" Tanya nenek. "Iya nek barusan bang Adnan udah berangkat" Ucapku.


"Aduh.. padahal ini kayaknya berkas-berkas penting deh, nenek lihat ini kaya nya berkas dari pabrik susu, Adnan pasti lupa bawa, dia malah ninggalin ini di meja makan" Kata nenek.


"Ya udah nek biar siyah aja yang ngantar Ke pabrik" Ucap ku. "Jangan sayang , nenek nggak mau kamu kenapa-napa lagi" Kata nenek.


"Udah nenek tenang aja yah, siyah bisa jaga diri kok" Ucapku. "Ya udah siyah boleh pergi, tapi hati-hati yah, nanti siyah di antar sama Udin" Ucap nenek. "Udin siapa nek" Tanyaku. "Udin itu supir baru kita" jawab nenek. "O.. supir baru, ya udah siyah ganti baju dulu ya nek" Ucapku.


***


Aku pun berangkat ke pabrik bang Adnan di antar sama Pak Udin.


Sesampainya di pabrik aku bertanya kepada salah satu karyawan nya "mba...saya mau tanya, pak Adnan mana yah" Tanyaku


" pak Adnan ada di Fila di ujung sana dek" Jawabnya.


Aku pun berjalan ke Fila itu. belum sempat aku masuk aku sudah mendengar suara kak Safira. aku pun tak berani masuk, aku menunggu mereka di luar , dan memang aku sengaja ingin mendengar semua pembicaraan mereka karena aku penasaran.


"Adnan , aku nggak mau tau, pokonya sekarang juga kamu ceraikan Asiyah, " Kata Kak Safira. "nggak bisa sekarang Safira, nenek sudah terlanjur sayang sama dia, kalau aku ceraikan Asiyah yang ada nenek akan sedih dan bisa saja dia jatuh sakit" Ujar Adnan.

__ADS_1


"Aku harus gimana Adnan, aku sudah di suruh orang tuaku untuk nikah , apa kamu mau aku nikah sama orang lain " Kata kak Safira.


"Iya aku akan ceraikan dia , tapi kamu sabar yah, semua butuh proses" Ujar Adnan.


"Apa jangan-jangan perempuan murahan itu udah menggoda-goda kamu yah, Apa kamu tergoda sama dia??" Bentak Safira.


"Astaghfirullahalazim..kamu keterlaluan Safira, Safira yang aku kenal tidak kasar seperti ini" Ucap Adnan.


Hatiku benar-benar terluka mendengar kata-kata kak Safira itu, tak sadar air mata ku menetes. Tapi aku tak tahan lagi, ku hapus air mata itu dan aku pun masuk ke ruangan itu, "Assalamualaikum..maaf saya mengganggu , Kak Safira.. siyah nggak nyangka kakak menganggap siyah sehina itu, asal kakak tau yah aku nggak pernah menggoda bang Adnan, aku bukan wanita murahan, aku bahkan tidak menyentuh bang Adnan, jadi tolong kakak jangan sembarang bicara" Ucapku.


"Kamu nggak usah ikut campur ya siyah, lebih baik kamu keluar dulu, ini urusan orang dewasa, Kamu anak kecil jangan ikut campur" Bentak kak Safira pada ku.


"baik saya akan keluar, saya ke sini cuma mau ngantar berkas bang Adnan yang ketinggalan , Silahkan kalian lanjutkan bicara, dan kamu bang Adnan ...silahkan ceraikan siyah saat ini juga" Ucap ku. aku pun langsung pergi dari ruangan itu ,karena tidak sanggup dengan penghinaan mereka pada ku.


Aku naik ke mobil itu, "mau saya antar kemana nyonya Asiyah" Tanya Pak Udin.


"Saya mau ke peternakan aja pak Udin" Jawab ku. pak Udin pun mengantar ku ke peternakan.


tiba-tiba bang Adnan muncul dari arah belakang "Ternyata benar dugaan saya, kalau kamu ada di sini" Ucap Adnan. "Bang Adnan ngapain ke sini" Tanyaku.


"Loh tempat ini kan punya saya , wajar dong saya ke sini" Kata Adnan. "Ya udah biar aku aja yang pergi dari sini" Ucap ku.


"Bentar dulu siyah, saya sebenarnya mau bicara sama kamu" Kata Adnan. "Bicara apa?" Tanyaku.


"Saya minta maaf yah , pasti tadi kamu sakit hati mendengar ucapan Safira" Kata Adnan.


"Udah aku maafin kok" Ucap ku.


"Tapi kamu nggak serius kan minta cerai saat ini juga, "Ucap Adnan. "Aku beneran mau cerai bang Adnan , aku nggak mau bikin kak Safira terlalu lama bersedih" Ucap ku.


"siyah..please kamu yang sabar yah..nggak usah dengarkan kata-kata Safira tadi, saat ini saya belum bisa ceraikan kamu siyah, kamu tau kan nenek itu sayang bangat sama kamu, aku takut kalau kita saat ini cerai nenek bisa saja stress dan jatuh sakit" Kata Adnan.

__ADS_1


"Tapi siyah nggak mau bikin kak Safira kecewa, siyah udah janji sama kak Safira kalau siyah bakalan pisah sama bang Adnan" Ucap ku.


"Iya saya tau , tapi saat ini belum tepat , saya tadi udah nenangin Safira, saya udah suruh dia sabar , beberapa Minggu lagi kan nenek ke luar negeri , jadi saat itu juga kita pisah " Kata Adnan.


"Ya udah deh terserah Abang aja" Ucap ku.


"Kenapa yah, hatiku seperti tak rela mendengar kata cerai" Bisikku dalam hati.


" makasih yah kamu udah nganterin berkas yang ketinggalan tadi " Ucap Adnan.


"Iya sama-sama" Ucap ku. "sekarang kamu masih mau di sini apa mau saya antar pulang" Tanya Adnan.


"Aku mau di sini aja deh sama sapi-sapi dan ikan-ikan ini, biar suasana hatiku membaik" Ucapku.


"Di sini saya punya tempat favorit yang indah banget, kamu mau nggak saya bawa ke sana , hitung-hitung sebagai ucapan maaf saya" Kata Adnan.


"Iya mau" Jawab ku.


Bang Adnan pun menarik tangan ku ,, hingga sampailah di sebuah taman yang indah, yang di lengkapi dengan hewan peliharaan Adnan , di situ ada rumah monyet, ada kelinci dan juga beberapa jenis burung.


Dan ternyata di situ juga ada ayunan yang tergantung di pohon.


"Kamu mau naik ayunan nggak" Tanya Adnan. "Boleh juga tuh" Jawab ku. "Ya udah kamu naik, biar saya ayun kamu, Silahkan naik Putri Kecil"Ucap Adnan.


"Kok putri kecil sih" Tanyaku. "Bagi saya kamu itu seperti putri kecil, masih lugu dan ke kanakan-kanakan" Ucap Adnan.


"siyah udah 18 tahun kok ,bukan anak kecil lagi" Ucapku.


Bersambung,,,


jangan lupa like dan vote ya,,

__ADS_1


__ADS_2