Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
Katakan tidak pada Cinta


__ADS_3

baca juga novel katakan tidak pada Cinta ya,


*p**art 1*


Pagi hari di SD Harapan Bangsa, di ruang kelas enam terjadi sedikit keributan dalam kelas itu. Fitri yang setiap hari di ledek teman-teman nya sudah tidak tahan lagi, hingga ia melempar sepatunya tepat ke punggung salah seorang teman yang selalu meledek nya.


Fitri adalah satu-satunya siswi yang berhijab di kelasnya. Ia adalah siswi yang disiplin dan selalu dianggap sok alim oleh teman sekelasnya. tapi kali ini ia tak tahan lagi.


"Aku udah nggak bisa sabar lagi yah, " bentak Fitri sambil melempar sepatu nya tepat di punggung Lita ,teman sekelasnya yang suka menjahilinya.


"Kurang ajar kamu yah, udah mulai berani kamu yah, hei bapak mu cuma tukang bakso, nggak usah sok jago di sini," ancam Lita yang melototi Fitri.


"Jangan pernah kamu bawa-bawa nama bapak aku," bentak Fitri sambil menyerang Lita dengan menjambak rambutnya.


"Kurang ajar.." teriak Lita sambil menjambak balik jilbab Fitri hingga hampir lepas.


"Ayo ...serang fit.."


"Semangat...Lita.. Hajar..," sorak teman-teman sekelasnya.


Tak lama kemudian Idul pun tiba di kelas, "Astaga ... kalian pada ngapain, stop..udah...udah Fit..nanti Bu guru datang kalian kena hukum," ujar Idul sambil berusaha melepaskan tangan Fitri dari Lita.


"Anak-anak..ini ada apa ribut-ribut sampai kedengaran ke ruang kepala sekolah," tegur Bu Sinta yang tiba-tiba datang. Semua siswa-siswi pun berlarian ke tempat duduk masing-masing.


"Ini Bu..Lita sama Fitri berantem," ujar salah seorang teman Fitri.


"Lita..Fitri .. Sini maju..ibu mau bicara," kata Bu Sinta. Fitri dan Lita pun maju ke hadapan ibu Sinta sambil menundukkan kepala.


"Lita..berapa kali sih ibu bilangin sama kamu, jangan kamu ejek Fitri lagi, ibu tau setiap hari kamu selalu aja ledekin Fitri, kamu bilang bapaknya tukang bakso lah..inilah..itulah...semua hal kamu jadiin bahan ejekan untuk Fitri," ujar Bu Sinta yang tidak suka dengan tingkah murid-muridnya.


"Kali ini Fitri yang mulai duluan Bu, tadi dia jambak rambut aku Bu, sakit bangat...ya..aku balas lah Bu, masa aku diam aja," gumam Lita menatap kesal wajah Fitri.


"Nggak Bu..tadi Lita yang mulai duluan..dia ledekin aku, katanya Aku sama idul pasangan karena kalau nama kami di satukan jadi Idul Fitri, terus tadi Lita bilang, bapak ku cuma tukang bakso," jelas Fitri membela diri.


"Sudah sudah..Lita kamu minta maaf sama Fitri, terus kalian salaman dan berpelukan," kata Bu Sinta sambil menghadapkan badan Lita ke arah Fitri.


"Hah..saya nggak mau Bu," gumam Lita membalikkan badannya dari Fitri. "Oke.. berarti kamu lebih milih di hukum bersihin WC sampai kalian lulus dari SD ini," ancam Bu Sinta menatap wajah Lita.


"Iya Bu..iya..ini aku mau minta maaf. Fit..aku minta maaf ya.. meskipun ini bukan hari raya idul Fitri, aku ngucapin minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucap Lita dengan wajah tak ikhlas.


"Tuh kan Bu..Lita emang sengaja mau ledekin aku," Fitri semakin kesal dengan ulah Lita. "Bercanda fit..iya iya..aku janji nggak ledekin kamu lagi, aku minta maaf ya," ucap Lita tapi tak ikhlas.


Fitri dan Lita pun bersalaman dan berpelukan dengan terpaksa.


Sepulang sekolah Fitri pun berjalan pulang menuju rumahnya seperti biasanya. "Fit..tunggu," panggil idul sambil mengejar Fitri. "Apaan sih, eh Dul bisa nggak kamu jauh jauh dari aku, aku tuh nggak mau di ledekin teman teman mulu," gumam Fitri mendorong Idul.


"Nggak usah di dengar kali Fit... kita ini masih SD, mereka aja tuh yang gatel, masih SD udah bilang cinta-cintaan," ujar Idul merangkul Fitri teman sekelasnya itu.


"Lagian aku tuh heran yah, kok aku selalu aja satu meja sama kamu, dari kelas satu sampai sekarang kita udah kelas enam masih aja satu meja, males bangat tau ..aku tuh maunya satu meja sama perempuan, bukan laki-laki, apalagi kalau orangnya kamu," Fitri yang kesal menghempaskan tangan Idul dari bahunya.


"Aduh Fit...udahlah..kamu kenapa sih selalu aja jutek kalau sama laki-laki, apalagi kalau laki-laki nya aku," idul heran dengan sikap Fitri.


"Siapa sih yang nggak malas temenan sama kamu, kamu tuh yah..nggak pernah berubah, dari dulu selalu aja melanggar aturan sekolah, upacara selalu telat, sering bolos, nggak pernah ngerjain pr, udah gitu selalu aja nyontek tugas aku," Lanjut Fitri mengatai Idul.


"Hehe ...iya..iya...aku janji ...kalau kamu mau ngajarin aku, aku bakal rajin ngerjain tugas, lagi pula setengah tahun lagi kan kita udah ujian akhir semester, jadi aku mau belajar nih biar bisa lulus, kamu mau kan bantu ajarin aku, biar bisa pintar kayak kamu," pinta Idul sambil menatap wajah Fitri.


"Nggak mau ah, males," gumam Fitri memalingkan pandangannya.


"Ayo dong Fit...bantu teman itu juga pahala besar loh," bujuk Idul penuh harap.


"Iya udah deh, tapi janji ya..kamu harus nurut," ucap Fitri melototi Idul. "Oke bos...oh ya.. nanti kamu mau lanjut sekolah kemana?" tanya Idul dengan wajah senangnya.


"Belum tau, " jawab Fitri cuek. "Belum tau apa nggak mau kasih tau," Lanjut Idul yang penasaran.


"Sibuk banget sih, bukan urusan kamu," tegas Fitri yang terus berjalan.

__ADS_1


"Fit...besok kan libur nih, kita main yuk, di rumah aku ada kolam ikan baru loh, aku mau ajak kamu main perahu kertas, pasti seru tuh," ajak Idul yang berharap bisa bermain dengan Fitri.


"Nggak mau ah, main sama kamu nggak seru," Fitri menolak tegas ajakan Idul.


"Ayo dong fit..kita sambil belajar aja, habis belajar baru kita main," lanjut Idul membujuk Fitri.


"Nggak Dul, aku nggak mau," tegas Fitri menghentikan langkahnya. "ya udah kalau gitu besok aku ke rumah kamu aja, kan kita mau belajar," ujar Idul tersenyum tipis.


"Jangan," Bentak Fitri. "Ya udah, kalau gitu kamu harus mau dong," Idul seolah memaksa Fitri.


"Ya udah deh iya besok aku datang ke rumah kamu, tapi ingat ya...kita itu belajar bukan main," tegas Fitri melototi Idul. "Iya deh iya," Idul merasa puas dengan Jawa Fitri


***


"Assalamualaikum, " sapa Fitri yang baru sampai di rumahnya. "Waalaikumussalam...sudah pulang Fit" sapa ibu Fitri sambil melanjutkan pekerjaannya menjahit baju pesanan orang. "Udah Bu," Fitri menatap wajah ibunya.


"Ganti baju nya ya nak, habis itu baru Fitri makan" ucap ibu Fitri yang perhatian pada Putrinya."Ibu sendiri udah makan belum," tanya Fitri menatap ibunya yang bekerja.


"Ibu makannya nanti saja sayang, udah kamu buruan ganti baju sana," suruh ibu Fitri.


"Bu.. jangan gitu dong, ibu harus makan dulu, nanti kalau Ibu nggak makan terus sakit gimana dong," Fitri memperhatikan sang Ibu.


"Ya udah kamu ganti baju sana, habis itu baru kita makan bareng," suruh Ibu Fitri.


part 3


*Empat tahun kemudian..*


Pagi yang cerah, di sebuah SMA tampak seorang siswa tampan, ia adalah siswa paling cerdas di kelas 11 MIPA 1. Setiap kali berjalan di sekolah nya, ia selalu menjadi pusat perhatian para siswi di SMA itu.


Ia adalah Idul, yang dulunya sangat bodoh ketika masih SD.


Bel sekolah pun berbunyi pertanda jam pelajaran dimulai. Idul yang tampak santai di kantin tidak mempedulikan bel itu, seolah ia tak mendengar nya.


Ya ..idul memang menjadi Siswa pintar, tapi masih saja sering melanggar aturan.


"Semuanya masuk ke kelas.....Jangan ada yang santai santai di sini," jerit Pak Yono sekeras kerasnya.


Semua siswa-siswi yang masih di kantin pun berlarian ke kelas masing-masing, termasuk Idul.


***


Pembelajaran di kelas pun di mulai, Idul yang selalu santai dalam pembelajaran lagi-lagi mendapat pujian dari Pak Yono.


"Wah-wah wah...Tugas PR kamu nilai seratus lagi nih Dul, selamat ya, "ucap pak Yono.


"Iya makasih pak," jawab Idul dengan Santai, karena menurutnya itu adalah hal biasa.


Jam istirahat pun tiba


Fina teman sekelas Idul yang sangat tertarik pada Idul menemui idul yang masih duduk di kelas bersama dengan kedua temannya, Riski dan Beni.


"Idul...aku bawain kamu nasi goreng nih, ini masakan aku loh," Fina memberikan kotak makanan pada Idul.


"Wah... kayaknya enak tuh," kata Riski sambil matanya melirik nasi goreng itu.


"Nggak usah repot-repot ,aku udah makan Fin" Idul menolak dengan lembut.


"Yah . .. padahal aku udah buatin nasi goreng spesial buat kamu" Fina merasa sedih karena masakannya tidak diterima Idul.


"Ya udah biar aku sama Riski aja yang makan" Beni bersuara.


"Ih...apaan sih aku masakin nya kan buat Idul, bukan buat kalian berdua," Fina kesal dan memalingkan wajahnya.


"Ya udah sini nasi gorengnya buat aku aja," kata Idul agar Fina tidak sedih. "Ini Dul ..makasih loh kamu udah mau makan masakan aku," ucap Fina dengan semangat. "Aku yang seharusnya ngucapin terimakasih," Idul tersenyum tipis melihat Fina.

__ADS_1


"Iya Dul sama-sama," jawab Fina sambil memancarkan senyumnya.


Setelah Fina pergi, Idul langsung memberikan makanan itu pada temannya Riski dan Beni.


"nih..makan tuh," kata Idul.


"Yeh...makan gratis nih, sikat Ben," ujar Riski pada Beni.


***


Sepulang sekolah,


Seperti biasa Idul pulang mengendarai mobilnya bersama dengan kedua temannya Riski dan Beni. Di jalan, Idul hampir saja menabrak seorang nenek.


Untung saja nenek itu tidak tertabrak mobil, namun nenek itu pingsan karena terkejut.


"Eh.. neneknya pingsan tuh.. kabur yok," ujar Beni. "Jangan...itu neneknya kita tolongin dulu," kata Idul.


Tiba-tiba Seorang gadis berjilbab biru mengetuk kaca mobil Idul. "Hei ..Kalian jangan lari, tolongin dulu nenek itu, cepetan keluar...atau kalian saya laporin ke polisi," Bentak Fitri.


Idul Pun keluar dari mobil. Matanya menatap gadis itu. "Kok wajah gadis ini nggak asing ya, kayak pernah lihat deh," bisik Idul dalam hati.


"Hei...kok malah bengong, cepat bantuin angkat nenek nya," tegur gadis Itu.


"Eh kamu apa-apaan sih kami nggak nabrak nenek itu, dia pingsan sendiri tau," kata beni.


"Udah Ben, nggak papa, kita tolongin nenek ini dulu, kasian juga, di sini kan agak sepi, nggak ada orang yang bantuin" ujar Idul.


Hadis itu merasa kasihan dengan nenek yang tergeletak di jalan, ia berusaha untuk membangunkan si nenek dengan aroma minyak kayu putih.


Tak lama kemudian nenek itu sadar.


"Nenek nggak papa?" tanya gadis itu. "Nggak papa kok, cuma sedikit pusing," jawab nenek dengan lesu.


Sementara itu Idul masih menatap wajah gadis itu dan bertanya-tanya dalam hatinya kapan ia pernah melihat gadis itu.


Idul bahkan tidak mengenali gadis itu, yang sebenarnya adalah Fitri. begitu pun Fitri yang tidak mengenali Idul.


***


Pagi hari


Fitri yang tampak berpakaian rapi dengan jilbab panjang dan baju putih serta rok abu-abu sedang bersiap-siap untuk berangkat. Hari ini adalah hari pertamanya untuk sekolah di SMA umum, yang selama ini dia menempuh pendidikan di pesantren, kini ia harus pindah ke SMA umum karena beberapa pertimbangan, yang salah satunya adalah karena sang ibu ingin selalu dekat dengan putrinya. sang ibunda tak bisa tenang memikirkan Fitri di pesantren yang selama setahun terakhir selalu sakit-sakitan.


Fitri pun setuju pada ibunya, namun ia berjanji pada dirinya untuk mengamalkan apa yang di dapatnya di pesantren dan akan terus menimba ilmu agama dengan cara lain seperti mengikuti kajian Islam baik itu secara langsung ataupun hanya menonton di HP.


***


Di SMA tempat Idul belajar, tampak pak Yono berkeliling di area sekolah termasuk kantin, dan lagi-lagi Idul masih saja santai di kantin sambil makan kacang.


"Idul....ini anak kok nggak ada berubahnya ya, mungkin kamu itu harus di rukiyah baru bisa berubah ya, cepat masuk ke kelas," bentak pak Yono dengan suara emasnya .


Pak Yono tampak marah karena bel sekolah sedari tadi sudah berbunyi namun masih ada saja siswa yang santai di luar kelas.



Suasana di dalam kelas tampak girang di karenakan belum ada guru yang masuk ke kelas Idul.


Yah kelas itu memang terkenal unik dengan keberagaman tingkah siswa siswinya yang selalu sukses membuat para guru geram.


di kelas itu ada Fina si ratu kelas yang merasa dirinya lah yang paling cantik. ada Yuli teman baik Fina yang suka usil menjadi pelaku setiap hilangnya pulpen dalam kelas. dan masih banyak siswa lainnya dengan karakter uniknya masing-masing.


Suasana kelas seakan pasar yang ramai pembeli.


Tiba-tiba ibu Rita datang, hingga suasana seperti pasar berubah seperti suasana kuburan, semua siswa-siswi di kelas tiba-tiba terdiam.

__ADS_1


"Selamat pagi semua, hari ini kita kedatangan murid baru, langsung saja ibu perkenalkan dia, silahkan masuk perkenalkan dirimu nak," Ujar Bu Rita seraya mempersilahkan Fitri masuk .


__ADS_2