Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
25. Foto keluarga


__ADS_3

Kasih like nya ya,,dan jangan lupa vote dan kasih bintang lima, dukungan dari kamu membuat author semangat


***


Keesokan hari,,


Acara pernikahan bang Abi sebentar lagi dimulai, sebelum itu aku di paksa umi dan bang Abi untuk berdandan.


Perlahan kaki ku melangkah dari kamar rias itu.


"Putri umi cantik bangat nihh" Puji umi. "Umi bohong ya..aku merasa penampilan aku terlalu heboh mi" Ucap ku.


"Kamu cantik kok sayang,," Kata umi. "Yes, you are beautiful" Kata Adnan yang tiba-tiba datang.


"Pak Adnan ngapain di sini, bapak kan nggak di undang," Ujar ku.


"Siapa bilang saya nggak di undang, ini saya punya undangan nya, Abidzar yang ngasih" Kata Adnan sambil menunjukkan surat undangan itu.


"Bang Abi....kenapa harus ngundang dia sih" Bisikku dalam hati.


"Umi..apa kabar" Tanya Adnan yang sok ramah pada umi.


"Kabar umi baik nak, Adnan sendiri gimana kabarnya" Tanya umi balik. "Adnan juga baik mi, cuma kesepian aja hidup sendirian, nenek kan udah ninggalin Adnan" Jawab Adnan.


"Sabar ya nak,,," Ucap Umi.


Setelah beberapa menit kemudian, acara pun dimulai.


Akhirnya bang Abi resmi menjadi suami kakak ipar ku yaitu kak Lina.


Hingga tibalah waktunya berfoto keluarga. Kami dengan bahagianya berfoto bersama. namun tiba-tiba saja Adnan datang dan minta ikut berfoto.


"Saya ikutan dong,, umi.. saya boleh ikut kan" Tanya Adnan. "Pak Adnan apa-apaan sih, ganggu acara keluarga orang aja," Ucap ku.


"Asiyah..nggak boleh ngomong gitu sayang.., Adnan boleh ikut kok, sini nak kita foto bersama" Kata Umi.

__ADS_1


"Makasih ya umi," Ucap Adnan.


Setelah acara selesai, aku menemui Adnan yang sedang duduk manis di belakang.


"Pak Adnan, saya mau bicara sama bapak" Ucap ku. "Kalau mau bicara, bicara aja kali" Kata Adnan. "Bapak nggak usah sok-sok manis sama umi deh, pake ikut-ikutan foto keluarga lagi, bapak kan bukan keluarga saya " Ucap ku.


"O..saya ngerti, kamu cemburu ya, ya udah kalau gitu saya sok manis nya sama kamu aja ya" Canda Adnan.


"Saya serius pak, saya nggak mau ya ngeliat bapak caper sama umi saya lagi" Ujar ku.


"Kamu tau nggak sih,, tatapan umi kamu ke saya itu, seperti tatapan seorang ibu pada menantu nya, wajar aja sih, saya kan orang nya tampan, penyayang, sopan, jadi wajar kalau saya jadi mantu idaman" Ucap Adnan.


"Aduh ,,mending saya pergi deh, panas kuping saya dengar kata-kata pak Adnan" Ucap ku dan langsung pergi.


***


Keesokan hari,,


Pagi itu saat aku mengendarai motor ku menuju sekolah, tiba-tiba Reihan menghentikan ku.


"Aku ngerti kok, tapi kamu tenang aja, bukan kita berdua kok, tapi ada anak-anak yatim yang aku undang ke restoran aku," Kata Reihan.


"Ini dalam rangka apa ya Rei" Tanya ku. "Ini cuma ungkapan rasa syukur aku sih karena akhir-akhir ini restoran makin ramai pengunjung, jadi aku Adain acara makan-makan sama anak-anak yatim dan para staf lainnya sebagai rasa syukur aku" Ujar Reihan.


"Alhamdulillah, semoga usaha kamu maju terus ya" Ucap ku. "Amin..makasih ya, jadi gimana nih, kamu mau kan ikut makan siang di restoran" Tanya Reihan.


"Iya insyaallah Rei, nanti siang aku ke restoran kamu" Jawab ku.


"Oke,,makasih ya" Ucap Reihan.


***


Sesampainya di sekolah aku mengajar seperti biasanya. Hari itu aku berkenalan dengan seorang guru baru. "Hai Bu Asiyah, Saya Juli, salam kenal ya, saya guru bahasa Inggris yang baru" Ucap nya.


"Halo Bu Juli, selamat bergabung di sekolah ini ya, kok Bu Juli tau nama saya sih" Tanya ku.

__ADS_1


"Siapa sih yang nggak kenal sama Bu Asiyah, guru spesial di sekolah ini" Kata Juli.


"Nggak spesial juga kali Bu, saya ke belakang dulu ya Bu Juli" Ucap ku, sambil berjalan meninggalkan gadis itu.


Tiba-tiba Tika datang. "Asiyah..aku mau bicara serius sama kamu" Kata Tika Sambil menarik tangan ku, dia membawa ku ke tempat sepi.


"Soal apa tik, emang penting bangat ya" Tanya ku. "Ini super penting, pokoknya kamu dengarkan baik-baik ya, kamu harus hati-hati sama yang namanya Bu Juli itu," Kata Tika.


"Emang kenapa Tika, dia baik kok" Ucap ku.


"Dulu aku tuh pernah agak dekat gitu sama dia waktu kami kuliah, dia itu suka bangat sama pak Adnan, setiap hari dia pasti kepoin pak Adnan, baik itu di media sosial, bahkan di acara TV" Ujar Tika.


"Terus,,apa hubungannya sama aku" Tanya ku.


"Kamu nggak usah sembunyikan lagi deh, walaupun kamu nggak pernah cerita sama aku, tapi aku tau karena di sekolah ini sudah tersebar kalau pak Adnan itu suka sama kamu, dan maaf ya kalau aku kepo,dengar-dengar kamu pernah nikah sama pak Adnan ya" Bisik Tika pada ku.


"Ih Tika kepo deh, awas ya kalau kamu cerita sama siapa-siapa" Ucap ku. "Iya-iya aku janji nggak akan cerita sama siapa-siapa" Kata Tika.


"Terus apa hubungannya sama Tika yang suka sama Adnan" Tanya ku.


"Aduh siyah,,kamu polos bangat sih, artinya kalian berdua itu bersaing untuk dapetin hati pak Adnan, dan yang paling parah Juli itu orang nya nekat, dulu dia pernah mencelakakan perempuan yang pernah dekat sama pak Adnan, padahal perempuan itu cuma teman pak Adnan aja, apalagi kamu yang udah spesial bagi pak Adnan, bisa-bisa dia mencelakakan kamu" Kata Tika.


"Tika..jangan berburuk sangka dulu, aku tau kamu ngomong kaya gini karena kamu peduli sama aku, tapi kamu tenang aja ya, aku pasti bisa jaga diri baik-baik" Ucap ku.


"Kalau dia berani macam-macam, kamu bilang sama aku yah, biar aku yang hadapin dia" Kata Tika.


"Tika..Tika..kamu ada-ada aja deh, tapi makasih yah kamu emang teman aku yang baik bangat" Ucap ku sambil memeluk Tika.


***


Jam sekolah pun usai, aku pun bergegas pulang. "Hari ini pak Adnan kok nggak kelihatan ya, Astaga..siyah..kok kamu malah cariin dia sih, sadar siyah.. Sadar.." Bisik ku dalam hati.


Tiba-tiba saja ada yang memanggil ku dari arah belakang, saat aku menoleh kebelakang ternyata aku melihat Adnan yang berjalan menuju ke arah ku.


"Kenapa yah, tiba-tiba aku merasa senang bisa melihat dia" Bisik ku dalam hati.

__ADS_1


Bersambung,,


__ADS_2