Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
49. Ending


__ADS_3

Pagi itu aku dan suamiku Adnan ke rumah umi untuk melepas rinduku. walau hanya sesaat tak bertemu namun tetap saja aku rindu.


"Umi aku kangen sama umi, andai aja kita bisa satu rumah," ucap ku.


"Kamu sudah menikah nak, ikutlah dengan suamimu," kata umi menasehati ku.


"Gimana kalau umi tinggal sama kami aja," usul Adnan.


Mendengar itu aku langsung menoleh ke arahnya, "Maasyaa Allah, dia bukan hanya menerima ku tapi juga umi ku, beruntung nya aku yang bisa kembali bersama nya," batinku yang terkagum menatapnya.


"Tidak usah nak Adnan, lagi pula kan kalian masih bisa sering-sering datang ke sini, udah nggak usah dipikirin nak Adnan, Asiyah ini memang terlalu manja, maunya selalu di samping uminya padahal dia udah menikah," canda umi sambil melirik ku.


Adnan tersenyum menatapku, "Iya memang dia manja umi," lanjut Adnan.


"Nggak, aku nggak manja kok, umi apaan sih," ucap ku yang memeluk umi.

__ADS_1


Umi tersenyum melihat ku,"Putri umi jadi istri harus nurut sama suami ya, pokoknya kamu jangan kecewakan umi," ucap Umi yang menasehati ku lagi


"Iya umi, Asiyah akan jadi istri yang baik," ucap ku yang berjanji pada umi.


Pada akhirnya semua yang ku lalui berbuah bahagia, aku dan keluargaku berkumpul di rumah, bercanda tawa melepas semua keresahan dan masalah yang pernah melintas di pikiran.


***


Usai dari rumah umi, bang Adnan membawaku ke sebuah tempat yang tak pernah aku bayangkan.


"Terimakasih Asiyah, kamu adalah anugerah terindah yang aku punya, kesempatan yang kamu berikan tidak akan pernah aku sia-siakan, memiliki mu kembali adalah keberuntungan bagiku," ucap Adnan menatap wajahku.


"Jika itu benar, akulah wanita paling beruntung, meski kita pernah berjauhan, tapi sebenarnya hati kecilku selalu mengingat mu, pernah kecewa bukan jadi alasan untuk aku menolak memberi kesempatan untukmu, jadilah imam yang baik bagiku, jangan pernah menggores luka itu kembali, karena saat ini luka itu sudah sembuh karena kehangatan yang kamu beri," ucapku yang menatap hangat wajahnya.


"Aku berjanji akan memperbaiki seluruh kesalahan ku dimasa lalu, namun meski demikian aku tetaplah manusia yang pasti punya kesalahan, untuk itu tetaplah bersamaku dalam proses ku memperbaiki kesalahan," tutur Adnan sambil mengelus kepala ku.

__ADS_1


"Aku percaya kamu tidak akan kembali jatuh pada jurang yang sama," ucapku yang tersenyum menatapnya.


"Aku tak pernah menyangka kita bisa bersama lagi, setelah bertahun-tahun aku merasa kehilangan mu, bertahun-tahun aku memperbaiki diri ku, dulu setiap hari aku bertanya pada diriku, apa yang menyebabkan aku sebodoh itu hingga menyia-nyiakan kamu yang sempurna untuk ku, dan sekarang aku telah memiliki mu lagi, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi, kamu sudah jadi milikku," tegas Adnan dengan terharu.


"Terimakasih sayang, saat ini aku sangat bersyukur dengan semua yang telah aku peroleh dari masa lalu yang penuh cerita pilu," ucap ku dengan tutur kata lembut.


"Mulai saat ini aku pastikan kita akan bahagia," tegas bang Adnan menatapku.


Kini barulah aku sadar, segala apa yang terjadi pasti ada hikmah dibaliknya, pernikahan yang beberapa tahun lalu dilaksanakan karena sebuah Fitnah, kini telah menjadi indah bagai langit yang di hiasi bintang.


___Tamat___


Mohon maaf atas segala kekurangannya,


baca juga cerita lainnya ya, #My Little Wife Fatimah, cerita seru yang akan menghiburmu.🙏

__ADS_1


__ADS_2