
"Tapi..papa kamu..??" Tanya ku.
"Jangan bahas dia, bagiku dia udah nggak ada" Jawab Adnan.
"Bang.. seberapa benci pun kamu sama papa kamu, tetap aja dia adalah papa Abang" Ujar ku.
"Kamu nggak ngerti gimana sakit nya di abaikan sama papa sendiri, makanya kamu bilang kayak gitu" Kata Adnan.
"Tapi papa bang Adnan sebenarnya masih hidup kan?" Tanya ku.
"Udah lah jangan bahas itu lagi, mendingan sekarang kita pulang yok" Kata Adnan.
Tidak lama kemudian, bang Abidzar pun datang.
"Bagus ya siyah...udah jam tengah sepuluh kamu belum pulang juga, ternyata malah berduaan di sini, kalau gini caranya kalian cepat-cepat nikah aja deh" Ujar bang Abi.
"Ini juga aku mau pulang kok" Ucap ku.
"Abidzar..aku dan Asiyah nggak berduaan, emang kamu nggak lihat di sini banyak orang, tapi ide kamu bagus juga sih, aku harus cepat-cepat nikahin siyah nih, takutnya aku di tikung sama orang" Canda Adnan.
Tiba-tiba Tika datang.."Asiyah...aku pulang duluan ya, kamu kan udah di jemput tuh sama Abang kamu, aku duluan ya, itu suami aku udah nunggu di depan" Kata Tika.
"Iya iya..kamu duluan aja," Ucap ku.
"Saya pulang duluan ya, pak Adnan, bang Abidzar, Assalamualaikum" Ucap Tika.
"Waalaikumussalam" Jawab kami.
"Ya udah aku juga pulang dulu ya bang Adnan, Assalamualaikum" Ucap ku.
Aku pun pulang dengan bang Abidzar.
***
Keesokan hari,,
Karena hari itu libur, aku menyempatkan waktu untuk bersih-bersih rumah dengan kak Lina.
saat aku sedang sibuk-sibuknya tiba-tiba ada telepon masuk,
Aku pun mengangkat nya, yang ternyata adalah Rahma "Assalamualaikum Rahma" Sapa ku.
"Waalaikumussalam siyah,," Jawab Rahma.
__ADS_1
"Tumben kamu nelpon, ada apa nih" Tanya ku.
"Hari ini kamu libur kan?" Tanya Rahma.
"Iya,, emangnya kenapa?" Tanya ku.
"Jalan yok,,aku kangen nih sama kamu, emang kamu nggak kangen sama ku, Farel juga kangen bangat loh sama kamu" Kata Rahma.
"Gimana yah...aku sebenarnya lagi beres-beres rumah nih" Ujar ku.
"Ayolah siyah.. sekarang kita udah nggak pernah jalan-jalan lagi, apalagi semenjak kamu jadi guru di sekolah yang baru, kamu udah jarang main ke rumah ku" Bujuk Rahma.
"Ya udah, iya..iya...bentar ya aku siap-siap dulu" Ucap ku.
***
Aku pun bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan dengan Rahma dan anaknya farel.
Tidak lama kemudian, Rahma pun sampai ke rumah ku dengan mengendarai mobil nya.
"Asiyah...buruan yok.." Kata Rahma.
"Kamu nggak turun dulu," Tanya ku. "Nggak usah, udah ayok naik, biar kita nanti bisa cepat pulangnya" Ujar Rahma.
"Iya Tante siyah,,aku pengen jalan-jalan sama tante, aku kangen bangat sama Tante siyah" Ucap Farel.
"Tante siyah juga kangen...bangat sama Farel" Ujar ku sambil mencium pipi Farel.
"Bunda...kita jalan yok..biar kita cepat sampai" Kata Farel pada Rahma.
"Iya sayang..." Jawab Rahma, sambil menyalakan mobilnya.
"Yeay.....jajan-jalan..." Ujar Farel.
"Eh Rahma.. emangnya ayah farel mana, kok kamu malah ngajak aku" Tanya ku.
"Dia lagi tidur di rumah, aku udah izin kok sama dia kalau kita mau jalan-jalan" Jawab Rahma.
" Suami kamu istirahat bukannya di temani, malah pergi jalan-jalan..Rahma..Rahma.. ada-ada aja kamu ya" Ujar ku.
"Eh btw, Dengar-dengar..ada yang CLBK nih, emang benar ya kamu sama mantan suami kamu udah dekat lagi" Tanya Rahma.
"Siapa yang CLBK?? dari dulu aku emang masih cinta sama Adnan" Ucap ku.
__ADS_1
"Cinta..cinta..kalau kamu cinta kenapa dulu cerai" Tanya Rahma.
"Udah masa lalu jangan di ungkit lagi, yang penting sekarang adalah masa depan" Jawab ku.
***
Kami jalan-jalan keliling di wahana bermain anak untuk Angga, kami juga sempat berbelanja di mall, terakhir kami pun pergi ke restoran untuk makan.
"Rahma bentar ya, aku ke toilet dulu" Ucap ku.
"Iya jangan lama-lama ya" Kata Rahma.
Aku pun pergi ke toilet di restoran itu. Setelah keluar dari toilet, seorang perempuan tak sengaja menabrak ku."Maaf .maaf..." Ucap nya.
Ternyata ia adalah Salsa.
"Salsa.." Sapa ku.
"Asiyah.. ternyata kamu.. bertahun-tahun aku mencari kamu, siyah maafkan aku yang sudah menghancurkan masa depan mu, aku dihantui rasa berdosa selama bertahun-tahun karena belum sempat meminta maaf sama kamu" Ucap Salsa sambil menangis dan berlutut di hadapan ku.
"Salsa...Aku udah maafin kamu kok," Ucap ku sambil membantu salsa berdiri.
"Asiyah..nggak masalah kalau kamu mau balas dendam pada ku, aku pantas mendapatkan balasan dari kamu" Kata Salsa dengan berlinang air mata.
"Kejadian lima tahun lalu kita lupakan saja Salsa, lagi pula aku tidak berhak membalas kamu, aku juga tidak pantas untuk membencimu, bagaimana mungkin aku tidak memaafkan mu, aku hanyalah seorang hamba, tak pantas bagiku untuk menghakimi mu" Ucap ku.
"Tapi ini semua salahku, pasti sekarang kamu udah menderita karena menikahi laki-laki itu lima tahun lalu" Ujar Salsa.
"Justru kamu sudah membantu ku untuk menemukan orang yang ku cintai, pernikahan ku dengan Adnan yang di dasari fitnah memang menyiksaku saat itu, tapi sekarang justru aku tak bisa melupakannya" Ujar ku.
"Benarkah,, berarti sekarang kamu masih menjadi istri laki-laki itu?" Tanya Salsa.
"Nggak salsa, pernikahan kami hanya bertahan sebentar, tapi meninggalkan bekas cinta yang dalam, lima tahun lalu kami sudah cerai" Jawab ku.
"Maaf ya siyah.." Ucap Salsa dengan tangisan nya yang tak henti-hentinya.
"Udah salsa, kamu udah berkali kali minta maaf dari tadi, aku kan udah bilang kalau aku udah maafin kamu, Oh ya..kamu apa kabar, apa kamu udah nikah juga" Tanya ku.
Salsa duduk di sebuah bangku di dekat kami, dan aku pun duduk mengikuti nya.
"Sepertinya aku sudah terkena karma siyah, dulu aku memfitnah mu, hingga membuat mu harus menikah dengan orang yang tidak kamu kenal, semenjak itu hidup ku tak pernah merasa tenang, kesialan demi kesialan menghampiri hidup ku, aku sudah hampir menikah tiga kali, setiap kali mendekati hari pernikahan, ada saja peristiwa yang membuat pernikahan gagal, calon suami malah meninggal dunia , ada juga yang sebelum Akad pengantin pria pergi begitu saja tanpa memberi alasan, dan ada juga yang calonnya malah ternyata buronan dan di tangkap polisi" Keluh Salsa.
Bersambung,,
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan kasih bintang ya,, dukungan dari kamu membuat author semangat