
Gaun pengantin yang indah. Aku mengenakannya di hari bahagia ku. Aku berkaca dan kagum dengan diri ku yang telah di rias. Aku tak percaya bisa secantik ini.
"Putri umi cantik bangat ya" Ujar umi. "Makasih mi" Jawab ku.
_*_
Aku berjalan di taman itu, "Kamu cantik sekali siyah, aku bahkan tak mengenali lagi, kamu tampak seperti putri dengan gaun mu" Puji Adnan yang tiba-tiba muncul di hadapan ku.
"Kamu juga terlihat seperti pangeran hari ini, sangat tampan" Balas ku sambil tersenyum malu.
Adnan mengulurkan tangannya, "Maukah kamu berdansa dengan ku Asiyah putri yanti?" Tanya Adnan.
"Tapi..."
"Tapi apa siyah,,kamu lupa ya kamu sudah sah menjadi istri ku lagi, sekarang aku ingin mengajak mu berdansa" Kata Adnan.
Adnan meletakkan tangan ku di bahu nya. Alunan musik mulai terdengar, Aku pun berdansa dengan Adnan di taman yang indah itu. "Asiyah..aku berjanji akan menjaga mu seumur hidup ku, aku akan berusaha membimbing mu ke jalan Allah" Kata Adnan sambil terus berdansa dengan ku.
"Terimakasih bang Adnan, aku akan berusaha menjadi istri yang taat, aku bersyukur ditakdirkan bersama dengan mu, jadilah suami Dunia akhirat ku" Ujar ku dengan tulus.
Aku sangat bahagia berdansa dengan Adnan. Namun tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu yang sangat bising.
Ring......
Ring....
Ring....
Bunyi Alarm hp ku berdering, pesta dansa terhenti, Aku terjatuh dari tempat tidur. "AU...Sakit!!" Jerit ku. Ternyata semua hanyalah mimpi. "Astaghfirullahalazim...Kok aku mimpi separah ini sih, mungkin karena terlalu asyik berdansa di mimpi kali ya,, makanya aku sampai terjatuh dari tempat tidur" Ujar ku sambil tersenyum malu.
Aku langsung buru-buru mandi dan berwudhu serta di sambung dengan sholat subuh.
***
__ADS_1
"Asiyah..ayok sarapan sayang" Panggil Umi.
"Iya mi.." Jawab ku. Aku pun menuju meja makan.
Saat aku mulai makan, aku mulai teringat lagi dengan mimpi itu."Semoga aja mimpi ku bisa kenyataan, Dalam mimpi aja aku sudah sebahagia ini, apalagi kalau kenyataan,,Astaga siyah,,kok malah mikirin dia sih.. bisa-bisa aku gila nih" Bisik ku dalam hati sambil tersenyum malu.
"siyah...siyah... Asiyah!" Panggil umi. "i iya kenapa mi" Sahut ku.
"Pagi ini kamu aneh bangat sih, ngelamun sambil senyum-senyum nggak jelas, sampai-sampai kamu nggak dengar umi manggil kamu, Kamu kenapa nak" Tanya umi.
"Hehe..nggak kenapa-napa kok mi, ya udah siyah udah selesai sarapan nih, siyah berangkat kerja dulu ya mi, Assalamualaikum" Ucap ku sambil mencium tangan umi.
***
Sesampainya di sekolah tiba-tiba di ruangan guru itu tepat di meja ku, Aku melihat ada sebuah cokelat dan surat. Aku membuka surat itu, ternyata itu adalah pemberian Angga, yang isinya adalah, "Terimakasih Bu Asiyah, berkat ibu saya bisa sekolah lagi, dan maaf Bu Karena saya sudah berbuat tidak Sopan pada ibu, sekali lagi terimakasih Bu. sebagai tanda terima kasih saya, saya mau ibu datang ke Kafe Delia ya Bu, saya harap ibu bisa datang, karena saya butuh nasehat dari ibu"
***
Setelah jam pelajaran usai, Aku menemui Tika.
"Nih,, kamu baca surat dari Angga,siswa yang kemaren di keluarin dari sekolah" Ucap ku sambil memberikan surat itu.
"Jadi si Angga itu ngajak kamu ke kafe" Tanya Tika. "Iya tik, makanya aku ngajak kamu, biar aku nggak sendirian" Ucap ku.
"Aduh,, maaf ya Asiyah,, hari ini aku harus buru-buru pulang, aku udah janji sama suami aku, maaf ya" Ujar Tika.
"Ya udah deh nggak papa," Ucap ku.
***
Aku pun bergegas ke kafe yang di maksud Angga itu. Di perjalanan aku bertemu dengan Reihan. "Asiyah!!" Panggil Reihan. Aku pun menghentikan motor ku. "Iya kenapa Rei" Tanya ku. "Kamu mau kemana," Tanya Reihan.
"Aku mau ke kafe Rei" Jawab ku. "Tumben kamu ke kafe, ngapain??" Tanya Reihan.
__ADS_1
"Mau ketemu Siswa" Jawab ku. "laki-laki ya?" Tanya Reihan lagi. "Iya Rei, siswa aku di sekolah, ya udah aku pergi dulu ya" Ucap ku.
Aku pun pergi menemui Angga di kafe itu.
***
Sesampainya di sana kafe sangat sepi, ternyata hari ini kafe tutup. Aku mulai heran kenapa ia menyuruh ku ke kafe yang tutup.
Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengikat tangan ku dan menutup mulut ku, lalu aku di bawa ke Sebuah Gudang.
Aku pun merasa takut aku berusaha berteriak tapi tak bisa, tangan ku sudah di ikat, dan mulut ku pun mereka tutup dengan lem. Aku di seret ke gudang itu, tiba-tiba Reihan datang, ia mencoba menyelamatkan ku, ia menghajar para preman itu, tapi karena jumlah preman itu sangat banyak, Reihan pun terjatuh penuh memar. Sehingga Reihan juga ikut di ikat dan di dorong ke gudang, Hampir saja gudang itu di kunci, namun tiba-tiba Adnan Muncul entah dari mana. "Kurang ajar...siapa yang nyuruh kalian" Bentak Adnan. Preman-preman itu tidak mau menjawab.
Hingga Adnan pun mengeluarkan segala tenaganya untuk melawan preman-preman itu. Hampir saja Adnan berhasil, tapi jumlah preman itu bertambah hingga Adnan pun terjatuh penuh luka.
Air mata ku tak terbendung lagi, "Bang Adnan.. harusnya nggak usah datang ke sini" Jerit ku dalam hati.
Para preman itu mengikat Adnan dan mendorong nya ke gudang. dan akhirnya kami bertiga di kurung di sana.
Air mata ku tak berhenti menetes, aku masih syok dengan kejadian ini. Reihan berusaha melepaskan ikatan tali di tangan nya, dan akhirnya ia berhasil, tangannya pun terlepas. Reihan membuka lem di mulut ku, dan melepaskan ikatan tali di tangan ku dan di Tangan Adnan.
Hingga suara tangisan ku pun terdengar sangat keras, karena aku tak bisa membendung nya lagi.
"Udah siyah jangan nangis lagi ya, Aku akan jaga kamu, kamu tenang aja yah, kamu nggak sendirian" Ujar Adnan.
"Iya siyah, kamu tenangkan diri kamu ya, sekarang kita harus pikirin jalan keluar dari gudang ini" Kata Reihan.
"Siapa sih yang tega jebak aku di gudang ini?? Maaf ya pak Adnan ..Reihan.. gara-gara aku kalian jadi ikut-ikutan di kurung di sini" Ucap ku.
"Nggak papa kok siyah, udah tugas saya sebagai calon suami untuk melindungi kamu" Kata Reihan.
"Hah..calon suami, maksud kamu apa? yang calon suami nya itu saya" Balas Adnan.
"Aku nggak bohong kok, Semalam aku dan keluargaku udah datang ke rumah Asiyah untuk melamarnya" Kata Reihan.
__ADS_1
Bersambung,,
Jangan lupa like dan vote juga ya,,dan jangan lupa kasih jejak di kolom komentar, dukungan kamu adalah penyemangat author,,