Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
46. Tamu


__ADS_3

Aku membawa teh itu ke ruang tamu.


"Silahkan di minum ustadz..kak Zahra.." Ucap ku.


"Iya makasih siyah" Ucap kak Zahra


"Oh ya..Aziz mau minum apa sayang, susu cokelat mau nggak" Tanya ku.


"Mau Tante siyah..aku suka susu cokelat" Kata Aziz.


Aku pun membuatkan susu cokelat untuk Aziz.


"Susu cokelat datang...Aziz minum susu nya ya.." Ucap ku


"Makasih Tante.." Ucap Aziz. "Iya sama-sama sayang" Balas ku.


Tak lama kemudian Adnan pun datang.


"Assalamualaikum" Sapa Adnan.


"Waalaikumussalam" Jawab kami.


"Eh..ada ada bang Hasan. Tumben malem-malem sekeluarga datang ke sini" Tanya Adnan sambil duduk ke sofa ruang tamu.


"Iya Adnan ada hal penting yang harus kita bahas, dan kalau kakak ipar kamu..dia emang sengaja mau ngikut" Kata Ustadz Hasan.


"Iya Adnan, kakak emang sengaja ikut, kakak sebenarnya mau minta maaf, karena kemarin pas acara nikahan kalian kakak nggak bisa datang karena ada urusan mendesak" Ujar kak Zahra.


"Iya nggak papa kak aku ngerti kok" Ucap Adnan.


"Adnan, ternyata papa udah balik ke Indonesia, sekarang dia sakit, kita jenguk dia aja ya" Ujar Ustadz Hasan.


"Bang Hasan, Apa kita nggak terlalu bodoh maafin papa gitu aja, dia ninggalin kita dulu cuma buat perempuan nggak jelas, dan mama terpaksa harus jadi tulang punggung keluarga, dan setelah mama meninggal aku semakin yakin kalau papa itu hanya sampah nggak berguna, karena dia bahkan nggak mau tau tentang itu, dia biarin nenek sendirian yang ngurus kita," Ucap Adnan.


"Adnan..aku tau, tapi bagaimana pun juga dia tetap papa kita, kalau memang dia mau berubah, apa salahnya kalau kita maafin dia, toh dia juga nggak minta apa-apa , dia cuma minta dimaafin sama kita, ayolah..Adnan jangan jadikan dendam di hati kamu itu semakin kuat" Ujar ustad Hasan.


"Iya benar kata ustadz Hasan, bang..Papa Abang sekarang lagi sakit parah, pasti dia membutuhkan Abang dan ustadz Hasan di sisinya" Ucap ku.


"Asiyah, kenapa aku harus ada di sisinya saat dia sakit, sementara dia nggak peduli apapun tentang ku" Ucap Adnan.


"Udahlah bang..Setiap orang pasti pernah berbuat salah, tapi kan orang juga bisa berubah menjadi lebih baik, apa susahnya sih memaafkan orang yang pernah berbuat salah" Ucap ku.


"Adnan..Coba pikirkan baik-baik, apa hak kita untuk tidak memaafkannya? bagaimana jika ternyata papa sudah bertaubat dan Allah pun mengampuni nya, apa pantas kita yang hanya sebagai makhluk Allah membenci papa sedalam itu, Allah saja maha pengampun Adnan.." Ucap ustadz Hasan.


"Ya udah deh, besok kita jenguk papa" Ujar Adnan.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. gitu dong bang.." Ucap ku sambil tersenyum dan mengusap punggungnya.


"Malam ini Abang nginap aja dulu" Kata Adnan.


"Iya emang udah niatnya mau nginep, ini kami udah bawa persiapan" Ucap Ustadz Hasan.


"Bang Hasan.. bang Hasan...niat bangat gangguin pengantin baru" Canda Adnan.


"Aduh maaf ya Adnan..Asiyah..kami nggak bermaksud" Kata kak Zahra.


"Udah kakak nggak usah dengarkan kata-kata bang Adnan tadi, dia cuma bercanda kok, aku justru malah senang kalau rumah jadi rame gini, apalagi ada Aziz" Ucap ku.


Malam mulai larut,


"Bang Hasan aku udah ngantuk nih, Abang tidur di kamar yang biasa Abang tempati ya," Ucap Adnan.


"Nggak usah kamu bilang juga Abang tau kok, Rumah mu rumah ku juga, Udah sana-sana..kamu tidur" Canda Ustadz Hasan.


"Good night Aziz jangan begadang ya sayang" Ucap ku.


***


Kami pun bergegas istirahat karena malam makin larut.


"Ingat lah, itu kan masa lalu, sekarang mah beda" Kata Adnan.


***


Keesokan harinya,,


Pagi itu aku membantu bi Surti memasak di dapur, ."biar saya aja yang masak nyonya" Ucap bi Surti.


"Nggak papa bi, aku nggak bisa kalau cuma duduk Mulu, aku juga pengen masak kali" Ujar ku.


Tiba-tiba Aziz pun berlari ke arah ku.


"Tante..Tante..kita main yuk" Ucap nya.


"Main apa sayang, Tante lagi masak, nanti aja ya" Ujar ku.


"Udah..biar saya aja yang lanjutin, nyonya Asiyah mendingan temani Aziz saja," Ucap bi Surti.


"Ya udah deh, ayok Tante siyah temani aziz main, Aziz emangnya mau main apa? Tanya ku.


Aziz pun menarik ku ke halaman rumah.

__ADS_1


"Sini siyah, kita main sama Aziz" Panggil Adnan.


Kami pun berjalan ke arah Adnan yang berdiri di halaman rumah.


"Om Adnan.. om Adnan...kita kasih makan sapi lagi yok" Ajak Aziz.


"Hah..sapi, bukannya Saskia udah kamu pindahin ya" Tanya ku.


"Itu dulu, kemaren aku udah bawa Saskia ke sini lagi, karena kamu kan udah ada di sini jadi Saskia ada temannya lagi, makanya aku bawa dia ke sini" Kata Adnan


"Kata-kata Abang kok nggak enak di dengar ya, maksudnya aku temanan sama sapi gitu?" Gumam ku.


"Canda sayang.. ya udah ayok kita kasih makan sapi, Aziz udah nggak sabar nih" Ajak Adnan.


Kami pun ke kandang belakang rumah untuk melihat Saskia sapi peliharaan Adnan.


"Sekarang kita mandiin sapi nya dulu ya" Ucap Adnan.


"Aku juga mau mandiin sapi om" Ujar Aziz.


"Iya..iya..Tante siyah juga ikut mandiin Saskia ya.." Kata Adnan.


"Aku aja belum mandi, udah ah aku mandi dulu, Aziz..Tante mandi dulu ya, Aziz main sama om Adnan aja" Ucap ku.


Namun Aziz menahan tangan ku.


"Tante siyah... mandi nya nanti aja, kita mandiin sapi dulu" Ucap Aziz.


"Tante siyah mau mandi kan...ya udah om Adnan mandiin ya.." Ucap Adnan sambil menyemprotkan air ke arahku hingga aku basah kuyup.


"hahaha...Tante siyah mandi di darat..." Tawa Aziz.


"Om Adnan bagus yah..rasain nih" Ucap ku sambil membalasnya balik dengan menyemprot Adnan dengan selang air pemandian Saskia.


"Ampun..ampun..sayang..jangan siram lagi..aku udah basah kuyup nih" Teriak Adnan.


"Kamu yang mulai ya, Rasain nih" Ucap ku dan lanjut menyemprot nya dengan air.


Bukannya memandikan Saskia kami malah saling berperang dengan menggunakan selang air.


"Yeay...main air..main air..aku suka ini Tante..." Ucap Aziz dengan tertawa girang sambil melompat-lompat.


Bersambung,,


Jangan lupa like, vote dan kasih bintang ya,, dukungan dari kamu adalah penyemangat author, mohon maaf jika ada kesalahan penulisan, author menerima saran membangun, terimakasih ya....

__ADS_1


__ADS_2