
Malam itu umi datang ke kamar ku.
"Asiyah belum tidur sayang," Tanya Umi, "Belum mi," Jawab ku.
"Sebenarnya perasaan siyah ke Adnan gimana sih nak" Tanya umi.
"Kok Umi nanya itu, kan siyah udah pernah bilang mi....di hati siyah cuma ada Adnan, sampai kapan pun hanya Adnan," Ujar ku.
"Ya sudah kalau memang seperti itu adanya, umi cuma bisa berdoa semoga kamu dan Adnan memang ditakdirkan untuk bersama" Kata Umi.
"Amin...makasih ya mi..malam ini umi tidur sama aku aja dong,," Pinta ku.
"Iya-iya..umi tidur di sini" Jawab Umi.
***
Keesokan harinya,,
Pagi itu aku baru sampai di sekolah, tiba-tiba ada telepon masuk yang ternyata dari Salsa.
"Assalamualaikum salsa, Ada apa ya?" Tanya ku.
"Waalaikumussalam, Asiyah.. Sebenarnya ada yang mau aku tanyain, tapi aku nggak enak sama kamu" Kata Salsa.
"Udah..bilang aja nggak papa kok, ada apa salsa" Tanya ku.
"Ini tentang Reihan..kamu kan pernah bilang mau bantu aku biar Deket sama Reihan" Ujar Salsa.
"O..itu, iya aku masih ingat kok, ya udah gini aja, nanti kalau jam pelajaran udah habis, gimana kalau kita makan di restoran Reihan, siapa tau dia ada di situ, biar kalian bisa ngobrol gitu" Ucap ku.
"Jangan..aku malu siyah, " Kata Salsa.
"Kenapa harus malu, kan cuma ngobrol biasa aja, lagian kan nanti aku temani kamu" Ujar ku.
"Pasti aku grogi kalau bicara langsung sama Reihan" Kata Salsa.
"Tenang aja Salsa, nanti aku kan ada di samping kamu, Udah dulu ya aku mau ke kelas dulu" Ucap ku.
"Iya siyah, Assalamualaikum" Ucap Salsa.
"Waalaikumussalam" Jawab ku.
__ADS_1
Aku pun berjalan menuju ruang guru, tapi sepanjang perjalanan ke sana semua siswa-siswi bahkan guru sepertinya sedang membicarakan tentang ku bahkan ada yang berbisik-bisik tapi kedengaran.
"Eh..itu Bu Asiyah udah datang,"
"Kalian lihat di medsos kan, pak Adnan mau nikah sama Bu Asiyah"
"Iya lihat,, iri bangat deh sama Bu Asiyah,"
"Iya.. padahal aku tuh pengagum rahasia pak Adnan loh"
"Eh dengar-dengar, katanya Bu Asiyah dan pak Adnan itu kayak nya udah lama dekat deh,"
"Iya..katanya sih dulu mereka punya hubungan yang serius gitu"
Telingaku benar-benar risih mendengar omongan Orang-orang sehingga aku pun mempercepat langkah ku.
Sesampainya di ruang guru, aku menemui Tika,
"Tika..tau nggak sih,," Belum sempat aku curhat sama Tika, tapi dia malah curhat duluan.
"Asiyah..kamu tau nggak sih, aku benar-benar pusing, aku nggak tau lagi harus gimana, hati aku tuh sakit.." Kata Tika sambil menangis dan menghapus air matanya dengan tissue.
"Ada apa tika,kok kamu nangis, ada masalah apa?" Tanya ku sambil merangkul nya.
"Bang Joni siapa tik" Tanya ku.
"Itu suami aku yang nyebelin" Jawab Tika
"O..suami kamu,sabar ya tik.. kamu tenang ya..kok mereka marahin kamu, emang kamu bikin salah apa" Tanya ku.
"Kemaren itu, aku lihat bang Joni di coffee lagi berduaan sama perempuan, ya aku sebagai istri pasti cemburu lah, terus aku datangi aja itu perempuan, aku ambil segelas air di meja terus aku siram dia sambil marah-marah, aku juga hampir mukul dia, cuma aku di tahan sama bang Joni" Kata Tika
"Sebenarnya logis aja sih kalau kamu cemburu" Ucap ku.
"Masalahnya perempuan itu ternyata klien nya bang Joni, ya aku nggak tau lah,,jadi perempuan itu hampir aja nuntut aku sama bang Joni ke polisi, untung aja bang Joni berhasil damai sama perempuan itu, jadinya kami nggak di laporin" Kata Tika.
"Terus gimana..bang Joni nya marahin kamu??" Tanya ku.
"Aduh siyah,, dia itu marah-marah sampai-sampai semua perabotan ikut teraniaya, piring, sendok, panci..semuanya di lempar ke dinding, belum lagi mertuaku ikut ikutan lagi, sok-sok marahin aku, Untung nya aku ini masih sabar ya" Ujar Tika.
"Terus...kamu udah minta maaf belum sama suami kamu" Tanya ku.
__ADS_1
"Belum sih, dari semalam aku nggak mau bicara sama dia" Jawab Tika.
"Jangan gitu dong tik, coba aja kalau kamu minta maaf, pasti masalah akan selesai, kalaupun dia marah kamu jangan marah balik tik, kalau kamu marah sama orang yang lagi marah, ya nggak akan ada ujung nya lah" Ucap ku.
"Aku gengsi minta maaf sama dia" Kata Tika.
"Hilangin dulu gengsinya,,,ya udah..aku ngajar ke kelas dulu yah, nanti kamu sambung curhat nya" Ucap ku.
Aku pun berjalan menuju kelas,
Sesampainya di kelas,,"Assalamualaikum.."Ucap ku.
"Waalaikumussalam Bu..."Jawab murid-murid itu.
Tiba-tiba Siswi bernama Kiki maju ke hadapan ku sambil memberikan bunga mawar dan sebuah kertas yang di lipat
"Bu ini dari pak Adnan" Kata siswi itu."Oh iya makasih ya" Ucap ku.
Aku membuka lipatan kertas itu, dan terlihat tulisan Adnan "Bunga cantik, untuk gadis cantik, dari Adnan yang merindukan mu"
"Astaga.. apaan sih..kok lebai bangat ya" Bisik ku dalam hati.
Kemudian tiba-tiba siswa bernama Johan pun maju ke hadapan ku sambil membawa kotak sarapan "Bu ini dari pak Adnan, mohon di terima ya.." Kata Siswa itu. "Iya terimakasih ya, silahkan duduk kembali" Ucap ku.
Saat ku buka ternyata ada kertas lagi yang tertulis,,"Sarapan untuk mu, dari Adnan yang menanti mu"
Membaca kertas itu membuat ku makin risih "Pantesan aja semua orang tau, ngasih ginian kok dititipkan ke siswa, malah suratnya lebai bangat lagi" Bisik ku dalam hati.
"Baik kita mulai pelajaran hari ini ya..Silahkan di buka bukunya" Ucap ku pada murid-murid itu.
"Sebentar Bu,, ada pesan dari pak Adnan" Kata Seorang murid bernama Doni.
"Pesan apa lagi Doni ?" Tanya ku
"Kata Pak Adnan..ibu jangan lupa nanti mau pergi ke tempat desainer nya pak Adnan, jadi hari ini ibu bisa pulang lebih awal" Kata Doni.
"Astaghfirullahalazim... sampai-sampai dia ngasih pesan lewat anak-anak..dia nggak malu apa, awas aja nanti kalau ketemu..." Bisik ku dalam hati.
"Baik..semua fokus ya..kita kembali ke pelajaran" Ucap ku pada Anak-anak itu.
Bersambung,,
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan kasih bintang ya,, dukungan dari kamu membuat author semangat, Terimakasih..