
"Adnan ,kamu ajak siyah main-main ke peternakan dong, siyah pasti bosan di rumah ini sepanjang hari " Kata nenek.
"Nggak bosan kok nek, di pesantren siyah 6 Tahun di kurung gak bosan-bosan kok, malahan siyah rindu ke pesantren" Ucapku.
"nenek dengar sendiri kan, siyah nggak bosan kok di rumah seharian, " Ujar Adnan.
" nenek nggak mau tau ,Pokoknya hari ini siyah ikut Adnan , biar siyah tau gimana usaha peternakan kita " Tegas nenek.
"Ya udah siyah boleh ikut" Kata Adnan.
***
Kami pun berangkat dengan mengendarai mobil Adnan. "Tenang aja siyah, hari ini akan jadi hari yang paling kamu kenang selama hidup kamu " Ucap Adnan.
"Maksudnya apa ya" Tanyaku. bang Adnan malah senyum-senyum nggak jelas.tapi dari senyuman anehnya itu aku malah takut kalau dia akan berbuat sesuatu yang buruk.
***
Dan akhirnya peternakan pun sampai. "Selamat datang di Peternakan sapi terbesar sejagat raya"Ucap Adnan.
"MasyaaAllah... peternakan kamu luas banget yah , pemandangannya indah lagi, banyak pohon-pohon hijau , sejuk bangat deh" Ucapku.
"Yah begitulah , saya ini pecinta alam jadi saya sengaja membuat peternakan dengan suasana asri , di ujung sana juga ada kolam ikan ,nanti kamu boleh ke sana kasih makan ikan"Kata Adnan
" Oh ya,pabrik susu yang kamu ceritakan di mana?" Tanyaku. "Masih beberapa kilometer dari sini " Jawab Adnan.
"O..ya udah aku boleh kan keliling-keliling dulu ,aku mau lihat-lihat sapi" Tanyaku
" Boleh dong. Silahkan kamu ke kandang sapi ya, bersihkan kotoran-kotoran sapi ,habis itu nanti kamu bantu-bantu karyawan saya memerah susu sapi" Jawab Adnan.
"Hah...Serius nih siyah di suruh bersihin kotoran sapi ?" Tanyaku. "Ya saya serius, kalau kamu nolak berarti kamu adalah istri yang durhaka" Kata Adnan
__ADS_1
"Ternyata benar dugaan ku , pasti tadi dia senyum-senyum di mobil karena ada apa-apanya, benar kan..aku di kerjain lagi"Bisikku dalam hati.
"Sari..ke sini sebentar" Panggil Adnan pada salah satu Karyawan nya. "iya ada apa pak"Saut sari.
"Tolong kamu ajari gadis kecil ini untuk membersihkan kotoran sapi ,dan juga memerah susu sapi, saya ada urusan penting" Suruh Adnan.
"Iya baik pak " Jawab Sari. Adnan langsung naik mobil lagi tanpa basa-basi."Bang Adnan mau kemana" tanyaku . "Saya mau ke pabrik , nanti saya balik kesini lagi" Jawab Adnan. Adnan pun menyalakan mesin mobil dan langsung pergi.
" Alasannya sih ke pabrik padahal dia pasti mau ketemu kak Safira" Bisikku dalam hati.
"Mari dek saya Antar ke kandang sapi," Ajak Sari. "Ayo kak, kakak ajarin saya yah, saya belum tau banyak tentang peternakan ini"Ucapku
"O..Ade ini karyawan baru ya" Tanya Sari. "Bukan bukan...saya ini istri nya bang Adnan"Jawabku. "maaf..maaf Bu saya kira tadi ibu karyawan baru. memang akhir-akhir ini saya dengar kabar kalau pak Adnan menikahi seorang gadis muda" Ujar Sari.
"Iya nggak papa , kak sari panggil saya Asiyah saja ngga usah pake panggil ibu segala"Ucapku
"Duh..saya nggak enak Bu Asiyah ,nanti pak Adnan nya marah" Kata Sari. "dia nggak akan marah kok, kamu buang saya ke sungai pun dia nggak akan marah , malahan dia mungkin akan berterima kasih"Ucapku.
Sesampainya di kandang sapi, sari pun mengajariku membersihkan kotoran sapi itu,dengan cara yang bisanya mereka gunakan.
"Asiyah.. ngomong-ngomong kok pak Adnan nyuruh kamu bersihin kotoran sapi sih, kamu kan istrinya " Tanya Sari. "Yah..mungkin ini bentuk kasih sayang Adnan kepada istrinya, kan setiap orang pasti punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayangnya"Jawab ku.
"Masa sih bersihin kotoran sapi itu bentuk ungkapan kasih sayang"Tanya Sari.
"Udah-udah nggak usah di bahas lagi ,mendingan kamu bantuin aku sini, habis ini kan kita mau merah susu sapi"Jawab ku.
usai membersihkan kotoran sapi ,sari pun mengajari ku memerah susu sapi, hingga aku mulai bisa.
Tak terasa Jam tangan ku sudah menunjukkan pukul 12.30 . "kak sari..di sini ada mushollah nggak sih , siyah nggak nyadar tadi ternyata ini udah Dzuhur"Tanyaku.
"Ada siyah , ya udah kita barengan aja ke sana" Jawab Sari. Kami pun berjalan menuju mushollah untuk solat Dzuhur.
__ADS_1
Usai sholat aku merasa perut ku sudah menjerit kelaparan. Tapi biarlah ku tahan saja, lagi pula aku sudah terbiasa berpuasa menahan lapar , pasti akan baik-baik saja jika tidak makan siang dulu untuk sekali ini, karena aku pun lupa bawa uang .
"Kak Sari ,kayanya siyah mau ngerepotin lagi nih , kakak mau nggak ngantar aku ke kolam ikan itu, soalnya kata bang Adnan di sini ada kolam ikan juga " Ucapku.
"Nggak ngerepotin kok, ayo saya antar" Kata Sari. kami pun berjalan menuju kolam ikan itu.
"Akhirnya sampai juga di kolam ikan ini, makasih ya kak Sari udah mau ngantar siyah"Ucapku.
"iya sama-sama, maaf ya siyah, aku harus pergi dulu ,masih banyak pekerjaan yang perlu di selesaikan ,nggak papa kan siyah sendiri dulu di sini" Kata Sari .
"Iya nggak papa kok, kak sari lanjut kerja aja"Ucapku.
Aku pun mengambil makanan ikan itu dan memberi ikan makan. "Ayo-ayo kalian makan yah,, jangan sampai kelaparan kayak aku," Ucapku sambil memberi ikan-ikan itu makan.
Tanpa ku sadari ternyata bang Adnan ada di belakangku, dan ia mendengar perkataan ku itu.
"Ini saya bawain makanan , " Ucap Adnan. Aku langsung menoleh ke belakang"Bang Adnan..ngagetin aja deh, kirain tadi setan di siang hari,"Ucapku.
"Sembarang kamu ya, udah cepat makan ,nanti Kalau kamu sakit saya juga kan yang repot"Kata Adnan.
"Emangnya Abang udah makan"Tanyaku. "Udah, tadi makan bareng Safira dan teman nya"Jawab Adnan.
"Benar kan dugaan ku , katanya ke pabrik, eh ternyata malah nemuin Kak Safira" Bisikku dalam hati.
"Oh ya udah siyah makan ya" Ucapku. "iya habisin aja"Kata Adnan. "Kenapa liatin aku gitu?muka ku Cemong yah?"Tanyaku.
"Nggak kok" Kata Bang Adnan. Hingga aku selesai makan pun Adnan masih saja melihatku sambil senyum-senyum nggak jelas.
aku pun merasa aneh ,aku berkaca di hp ku , melihat apakah di gigi ku ada cabe ,apakah mukaku cemong. " Nggak ada kok , muka ku cantik , gigi ku juga aman nggak ada cabe nya , tapi kenapa dia tadi liatin aku segitunya ya" Bisikku dalam hati.
Bersambung,,
__ADS_1
buat para pembaca, penulis masih mengharapkan saran atau kritik yang membangun dari kalian yah ,supaya up nya lebih baik lagi , terimakasih, author sayang kalian.