
jangan lupa like dan kasih saran ya ,, author masih butuh saran nih, author sayang kalian
lanjutan,,
Beberapa menit kemudian, Kak Safira datang "Assalamualaikum" Sapa nya. "Waalaikumussalam..Safira... akhirnya kamu datang juga" Ucap Adnan. "Adnan, aku ke sini karena ada hal penting yang mau aku sampaikan" Ujar kak Safira.
"Hal penting apa ? pasti pernikahan kita yang gagal kan, kamu tenang aja yah setelah aku sembuh kita langsung nikah" Kata Adnan.
"Adnan, maaf aku nggak bisa nikah sama kamu,aku ke sini mau pamit, aku dan keluargaku akan berangkat ke luar negeri besok pagi" Kata Safira.
"Pasti karena aku lumpuh kan?? Safira ..pasti kamu malu punya calon suami lumpuh kan??" Bentak Adnan.
"Adnan maaf yah aku harus pergi, sekali lagi aku minta maaf , kita nggak bisa bersama," Ucap Safira dan langsung pergi meninggalkan Adnan.
"Kak Safira...tunggu kak..Kakak nggak bisa gitu dong, kakak nggak bisa ninggalin Bang Adnan tanpa alasan" Ucap ku sambil mengejar kak Safira.
Namun Kak Safira tak menghiraukan itu. dia pergi meninggalkan bang Adnan yang terbaring di rumah sakit .
"Asiyah...udah ..nggak usah di kejar lagi, biarkan ia pergi , keputusan Safira itu memang sangat tepat, mana ada perempuan yang mau menikah dengan laki-laki lumpuh" Kata Adnan dengan sedih hingga air matanya menetes. Baru kali ini aku melihat dia sesedih itu.
"Abang yang sabar ya, aku yakin suatu saat kak Safira akan kembali kepada Abang" Ucapku untuk menenangkan hatinya.
***
Dua Minggu berlalu, Keadaan Adnan pun semakin membaik, meskipun ia belum juga bisa berjalan. namun setidaknya dia sudah bisa pulang dari rumah sakit.
"Keadaan pak Adnan sudah membaik, setelah kami periksa selama beberapa Minggu terakhir ini, ternyata pak Adnan tidak lumpuh permanen, masih ada harapan untuk bisa berjalan kembali, hanya saja butuh waktu beberapa bulan untuk sembuh total, inti nya rutin minum obat dan juga jaga kesehatan, dan hari ini juga pak Adnan sudah boleh di rawat di rumah" Kata Dokter.
"Alhamdulillah, terimakasih dok" Ucap nenek.
"Alhamdulillah, syukur deh bang Adnan boleh pulang, soalnya Saskia si Sapi di belakang rumah itu udah rindu sama Abang" Ujarku.
"Bisa aja kamu.." Kata Adnan .
Kami pun kembali ke rumah.
__ADS_1
***
Tiba di rumah aku mendorong kursi roda Adnan dan mengantarkan nya ke tempat tidur nya. "Suasana rumah jauh lebih nyaman dari pada rumah sakit ya" Kata Adnan.
"Ya iya lah bang, Rumah sendiri itu memang tempat yang paling nyaman untuk tidur" Ucapku.
***
Azan Maghrib pun berkumandang, aku dan nenek sholat berjamaah di rumah, karena bang Adnan tidak bisa ke masjid, jadi dialah yang menjadi imam sholat kami.
Seusai sholat Nenek pergi ke belakang, tinggallah aku dan bang Adnan di situ.
"Asiyah..kita baca Al-Quran dulu yah, kayanya saya belum pernah deh mendengarkan kamu baca Al-Quran" Kata Adnan.
"Ya iyalah bang nggak pernah, setiap aku baca Al-Qur'an seusai sholat, Bang Adnan kan di masjid. sebenarnya pernah sih aku baca Al-Qur'an di samping Abang, tapi saat itu Abang tak sadarkan diri" Ucapku.
"Ya sudah, karena ini malam Jumat, kita buka surah al-kahfi ya, saya duluan baca ya , nanti kamu sambung" Kata Adnan.
Di mulai saat bang Adnan membaca Alquran itu,hatiku benar-benar tersentuh karena merdunya lantunan ayat suci Al-Qur'an nya.
Sampai aku tak sadar ternyata aku melamun terlalu lama. "siyah...siyah..Asiyah....kamu ngelamun ya.. .." Panggil Adnan.
"i..iya kenapa bang" Saut ku. "kamu lanjutkan yang saya baca tadi, kamu baca mulai dari ayat 67" Kata Adnan.
Aku pun mulai membaca Al-Quran itu, dan bang Adnan menyimak nya dengan teliti. Hingga aku usai membacakan surah Al-Kahfi itu sampai ayat ke 110.
"MasyaaAllah ternyata kamu pinter juga yah baca Al-Quran nya ,saya nggak nyangka suara kamu enak di dengar ya" Kata Adnan.
"Abang juga tadi bacaannya adem kok" Ucapku.
***
Seusai sholat isya, aku pun mendorong kursi roda bang Adnan ke meja makan, lalu kami makan bersama.
"Adnan..gimana..masih ada yang sakit nggak" Tanya nenek. " Nggak kok nek Luka luka ku udah nggak sakit, tinggal kaki aja yang belum bisa di gerakkan" Jawab Adnan.
__ADS_1
"Abang tenang aja yah , pasti nanti kaki Abang bakalan membaik ,asalkan rutin minum obat, dan kata dokter sesekali Abang harus latihan jalan" Ucapku.
"iya siyah makasih yah udah mau ngurusin saya" Ucap Adnan. "kamu beruntung punya istri kayak Asiyah" Kata nenek pada Adnan.
"iya nek, Adnan bersyukur punya istri Solehah kayak Asiyah" Ucap Adnan.
"HM..Andai saja ucapan bang Adnan itu tidak pura-pura, andai saja dia mengucapkan itu tulus dari hatinya , pasti aku akan sangat bahagia" Bisikku dalam hati.
"Abang ini memang pintar gombal yah, udah-udah Abang habisin tuh makanannya,habis itu baru minum obat" Ucapku.
"Oke siap istriku" Jawab Adnan.
***
Malam mulai larut aku mengantar bang Adnan ke tempat tidurnya, tak lupa aku mengunci pintu agar nenek tidak tau bahwa kami tidur tidak seranjang.
"Abang istirahat yah, siyah ke sofa dulu, good night..." Ucap ku. "Asiyah..tunggu dulu" Panggil Adnan sambil memegang tanganku.
"Ada apa bang" Saut ku sambil melepaskan tanganku dari genggaman nya. "Emang nya kamu nggak pegal-pegal ya tidur di sofa Mulu, gimana kalau kamu tidur di sini aja" Tanya Adnan.
"hah..di sini..nggak..nggak usah bang, dari awal kan itu udah perjanjian" Ucapku. "Perjanjian apanya sih, maksud saya itu kamu tidur di sini, saya tidur di sofa kamu, saya nggak tega lihat kamu tidur di sofa Mulu" Kata Adnan.
"O..gitu aku pikir tadi..."
"kamu pikir apa ayo...pasti kamu mikirnya saya suruh kamu tidur di samping saya kan.." Ujar Adnan.
"Udah-udah..mendingan Abang tidur aja , aku nggak papa kok tidur di sofa, lagian aku juga nyaman kok tidur di sofa itu" Ucapku.
aku pun pergi ke sofa tempat tidur ku dan menutup tirai pembatas itu.
tiba-tiba ada pesan masuk ke hp ku, saat ku lihat ternyata itu adalah pesan dari bang Adnan yang isi nya .."Mimpi indah ya putri kecil, Terima kasih karena sudah tulus merawat ku dan maaf sudah banyak merepotkan kamu".
"HM.. kenapa nggak bilang langsung sih, kenapa harus lewat pesan segala, padahal tinggal satu rumah" Bisikku dalam hati.
Bersambung,,
__ADS_1