Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
20.cemburunya tuan macan


__ADS_3

jangan lupa like, komen dan kasih bintang ya..


Lanjutan,,


"Pak Adnan kenapa rem mendadak" Tanyaku.


sementara itu aku masih lanjut dengan telepon itu "Farel Sayang...udah dulu yahh nanti kita ketemu lagi, assalamualaikum sayang" Ujar ku sambil menutup telepon.


"Kamu genit banget yah, gara-gara kamu yang genit itu, saya jadi nggak fokus nyetir nya makanya saya tiba-tiba stop" Gumam Adnan.


"Loh suka-suka saya lah, apa urusannya sama bapak, toh bapak bukan siapa-siapa saya lagi" Jawab ku.


"Setidaknya kamu hargain saya di sini, kamu nggak tau malu yah, kamu telponan sama pacar kamu pake panggil sayang-sayang segala lagi, bagaimana pun juga saya ini mantan suami kamu," Bentak Adnan.


"Suami pura-pura kan" Jawab ku dengan kesal.


Adnan pun emosi, dan mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


"Astaghfirullah...pak.. jangan ngebut dong pak, kalau bapak mau mati ,mati aja sendiri , saya masih mau hidup" Teriakku.


"Diam!!"Bentak Adnan dengan wajah emosi.


"Pak ..tadi itu bukan pacar saya, dari dulu sampai sekarang saya nggak pernah pacaran" Teriakku.


Tiba-tiba Adnan menghentikan mobil."Kalau bukan pacar, terus kenapa kamu pake panggil sayang segala sama si farel-farel itu" Tanya Adnan.


"Ya iyalah kan aku sayang sama dia, makanya aku panggil dia sayang" Jawab ku.


"Berarti sama aja dong, kamu nggak pacaran tapi malah pake sayang-sayangan" Bentak Adnan.


"emangnya salah kalau aku panggil sayang sama anak Rahma sahabat ku sendiri, farel itu usianya 4 tahun, emangnya mungkin ya aku pacaran sama anak usia 4 tahun?" Tanyaku.


"Huh..bilang dong dari tadi.." Kata Adnan, dan lanjut mengemudi mobil.


"Lagian kalaupun saya punya pacar, apa urusannya sama bapak" Tanya ku.

__ADS_1


"Silahkan kalau kamu mau punya pacar ataupun nikah sama orang, tapi jangan sok sok mesra-mesra an di depan saya" Kata Adnan dengan kesal.


"Dasar tuan macan, dari dulu nggak pernah berubah, selalu aja marah-marah nggak jelas, bilang aja kalau kamu cemburu, ingat tuan macan ..kamu udah punya anak istri" Bisikku dalam hati.


***


Setelah satu jam perjalanan aku tertidur di mobil, " Asiyah..bangun..kita udah sampe" Kata Adnan.


Saat ku buka mataku aku seperti kembali ke masa lalu, ternyata Adnan membawaku ke peternakan sapi yang dulu kami banyak menghabiskan waktu di sana.


"Kenapa kamu bawa saya ke sini?" Tanya ku.


"Emang nya kamu nggak kangen sama tempat ini" Tanya Adnan. "Ya kangen sih" Jawab ku.


"Ya udah ayok, kita keliling keliling peternakan, kamu masih ingat Saskia kan sapi kesayangan ku itu? Aku udah pindahin dia ke sini" Kata Adnan.


" Iya ingat, loh kenapa di pindahin?" Tanya ku. "Karena dia kesepian, jadi aku bawa dia ke sini supaya dia nggak kesepian lagi, kayak aku yang selama Lima tahun ini kesepian Mulu, karena di tinggalin orang yang ku cintai, jadi aku nggak mau Saskia merasakan yang namanya kesepian" Jawab Adnan.


"Kenapa kesepian, bukannya kamu udah berumah tangga" Ucap ku.


"Pak Adnan nggak tau malu yah, udah punya anak istri masih aja berani gombal saya, asal bapak tau ya, saya itu nggak mau jadi perusak rumah tangga orang" Ucap ku sambil memukulinya dengan tas ku.


"Aduh sakit..sakit..kamu apa-apaan sih, siapa yang bilang kalau saya udah punya anak istri" Tanya Adnan.


"Nggak ada sih,, tapi kan pasti bapak udah punya anak, masa ia sih lima tahun ini kalian belum punya anak" Tanya ku.


"Ya iyalah nggak punya anak, kan aku nggak punya istri, kan satu-satunya istri aku cuma kamu, dan kamu udah ninggalin aku" Tegas Adnan.


"Nggak usah bohong pak Adnan" Ucap ku.


"Saya nggak bohong, kalau kamu nggak percaya, nih kamu lihat KTP saya, kamu lihat sendiri kan, kalau status saya di sini belum menikah" Tegas Adnan.


"Terus Kak Safira dimana?" Tanya ku. "Safira sebenarnya terkena kanker otak jauh sebelum dulu kita menikah, waktu itu aku dan Safira hampir saja menikah, aku terpaksa setuju dengan pernikahan itu, karena tidak tega dengan keluarga nya, tapi saat sebelum akad di mulai, tiba-tiba Safira terjatuh, dan meninggal dunia" Kata Adnan.


"Innalilahi wainnailaihi roji'un..Kasihan yah kak Safira, padahal dia itu tulus mencintai pak Adnan" Ucap ku.

__ADS_1


"Yah..itulah kenapa aku nggak bisa lupain kamu, kamu terlalu baik, bahkan untuk orang seperti Safira yang sudah banyak nyakitin kamu masih saja kamu perlakukan dengan baik" Ujar Adnan.


"Itu kalimat gombalan, saya nggak akan terpengaruh" Ucap ku sambil berjalan ke kandang Saskia.


"Hai Saskia...kok kamu kurusan sih pasti pak Adnan nggak ngasih kamu makan ya" Ucap ku sambil memberikan ia makan.


"Sembarangan kamu, Saskia ini selalu makan bergizi, dia kurusan pasti karena stress melihat tuan nya patah hati di tinggal orang yang di cintai" Ujar Adnan.


"Saskia...makan yang banyak yah, kata tuan Adnan dia kesepian, ya udah Saskia aja yah yang jadi pendamping tuan Adnan di pelaminan" Canda ku pada sapi untuk meledek Adnan.


"Kamu ngeselin yah, awas kamu ya" Ucap Adnan sambil mengejar ku, aku pun berlari kencang,


"Nah rasain kamu!!" Teriak Adnan sambil melempari ku dengan makanan sapi itu"


Aku masih berlari dan menghindari lemparan itu, di saat-saat seperti itu aku sempatkan melihat senyuman nya yang masih saja manis seperti dulu. inilah kebahagiaan sederhana yang membuatku sulit untuk melupakannya.


"Udah-udah...aku capek, aku juga lapar nih" Ucap ku.


"Oh kamu lapar, nih makanan sapi ini buat kamu" Canda Adnan.


"Abang ngaco deh masa aku makan makanan sapi" Ucap ku.


"Kamu panggil apa tadi..kamu panggil aku Abang yah," Tanya Adnan. "nggak kok" Elak ku.


"Bohong dosa loh, gitu dong aku lebih senang kok kalau kamu panggil aku Abang, apalagi kalau kamu panggil sayang.." Kata Adnan.


"Pak Adnan pede nya tinggi yah" Ucap ku. "biarin yang penting kan tampan..asal kamu tau aja yah.. ketampanan ku ini sudah membuat banyak gadis tergila-gila" Ujar Adnan.


"Sombong amat sih pak, pak..saya ini dari tadi lapar, saya nggak akan kenyang kalau cuma dengar omongan bapak" Ucap ku.


"Iya Iyah..ayok saya bawa kamu ke restoran termahal" Kata Adnan.


"Nggak usah ke restoran mahal pak, saya lagi pengen sate yang di pinggir jalan aja, itu satenya kang Ujang yang pake gerobak enak banget pak" Ucap ku.


"Di restoran juga ada sate, udah jangan banyak komen ayok ikut saya" Kata Adnan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2