
"Dia masih saja senyum-senyum gitu, sebenarnya ada apa sih, jangan-jangan aku mau di kerjain lagi" Bisikku dalam hati.
"Saya tadi mantau CCTV, terus saya lihat kamu heboh bangat ngurus sapi nya, semangat bangat lagi, kamu emang suka ya sama sapi" Tanya Adnan.
"Suka atau tidak nya saya harus tetap ngerjain itu semua dengan ikhlas dan tulus , karena sapi juga butuh kasih sayang,lagi pula bang Adnan kan nyuruh siyah ngurus sapi, ya siyah nurut aja" Jawabku.
"Bagaimana pun saya berterima kasih sama kamu, hari ini kamu udah capek-capek bantuin saya" Ucap Adnan.
"Iya sama-sama bang Adnan" Jawabku. "Tumben tuan macan ini mau ngucapin terima kasih" Bisikku dalam hati.
"Saya kira kamu akan sama dengan Safira" Kata Adnan. "Maksud Abang apa" Tanyaku.
"Saya pernah satu kali bawa Safira ke sini, dia benar-benar tidak suka kalau dekat-dekat dengan kandang sapi , kalau saya pikir-pikir sih itu hal yang wajar, karena mana ada perempuan yang suka peternakan sapi. Tapi kamu beda ya..saya lihat kamu senang-senang aja ngurus sapi-sapi saya" Kata Adnan.
"Jangan kan sapi , macan aja jinak sama aku" Ucapku dengan pelan. "Apa?..Kamu pernah melihara macan ?" Tanya Adnan.
"Nggak kok , siyah cuma bercanda" Jawabku.
"Iya pernah lah , kan kamu tuan macan nya" Bisikku dalam hati.
" Oh ya saya mau minta pendapat kamu nih, Saya berencana untuk membuat usaha kebun binatang, menurut kamu gimana" Tanya Adnan.
"Menurut saya sih itu ide bagus, tapi emang nya Abang punya modal?"Tanyaku.
"Kamu bercanda ya..Orang kayak saya kamu tanya soal uang? Bagi saya uang itu bukan permasalahan" Jawab Adnan.
"Jangan sombong bang, di atas langit masih ada langit " Ucapku. "Saya cuma mengutarakan fakta" Kata Adnan.
"Kita mau ngapain lagi di sini, kalau nggak ada urusan lagi mendingan kita pulang yok ini udah mau sore" Ucapku.
"Kamu pulang duluan aja yah, biar nanti saya pesan taksi kamu , masih ada urusan yang harus saya selesaikan di sini" Kata Adnan.
"Ya udah aku tunggu Abang aja" Ucapku. "Jangan, nenek pasti kesepian di rumah, kamu mendingan pulang aja" Kata Adnan.
"Ya udah deh " Ucapku. Adnan pun mengantarkan ku ke depan gerbang.dan taksi pun datang. lalu aku naik ke taksi itu. tapi entah kenapa perasaan ku sedikit tidak enak.
__ADS_1
Taksi itu pun maju, "Pak , nggak usah ngebut pak, pelan-pelan aja saya nggak buru-buru kok" Ucapku.
tiba-tiba supir itu menghentikan taksi di tempat yang sepi, yang ada hanyalah pepohonan, itu persis seperti hutan.
"Kenapa berhenti di sini pak" Tanyaku. "Menurut kamu mau ngapain di tempat indah ini" Jawab supir itu.
"Pak bapak sebenarnya ada niat apa?, kalau bapak mau berbuat jahat, saya bakalan telpon polisi"Ucapku dengan panik.
"Turun cepat!!" Bentak supir itu. Aku pun di paksa turun dari mobil itu.
Ring..
Ring...
Ring...
bunyi hp ku berdering, setelah ku lihat , ternyata yang menelpon adalah Adnan. Aku pun mengangkat nya "Bang Adnan... tolong...ini aku lagi.."
Tak sempat ku memberi penjelasan hp ku sudah di ambil oleh supir itu , lalu di jatuhkan nya ke tanah. Aku pun semakin panik.
"Kamu memang nggak punya masalah sama saya, tapi suami kamu sudah memecat saya dengan seenaknya, jadi kamu harus menebus kesalahan suami ku itu , hari ini kamu harus melayani saya" Kata Supir itu.
Selangkah demi selangkah aku mundur , namun supir itu menangkap tangan kiri ku, aku pun panik langsung ku ambil jarum pentul yang ada di jilbab ku dan ku tancapkan ke tangan Supir itu " AU ....sakit...awas kamu ya " Ancam Supir itu ,sedang tangannya sudah berdarah.
Aku pun berlari kencang , berusaha sekuat tenaga demi menjaga kesucian ku sebagai wanita.
Namun aku tak kuat berlari lebih jauh lagi, hingga aku terjatuh. sementara supir itu masih mengejar ku dan dia mulai dekat.
" Ya Allah tolonglah hamba mu ini , berikanlah hamba pertolongan" Bisikku dalam hati.
Dan Supir itu pun sudah di depan ku, "Kamu nggak bisa lari kemana-mana lagi,"Kata supir itu
Aku tak tau lagi harus bagaimana, hanya bisa menangis dan berdoa dalam hati.
belum sempat supir itu menyentuh tangan ku, tiba-tiba terdengar bunyi Sirine polisi, hingga Supir itu pun takut dan kabur.
__ADS_1
Aku pun lega , akhirnya bisa selamat ,tapi tetap saja aku masih syok dengan kejadian itu. setelah ku perhatikan ternyata bunyi sirine polisi itu berasal dari sebuah mobil hitam.
Aku memperhatikan mobil itu, tiba-tiba dari mobil itu turun seorang laki-laki. dan ternyata adalah bang Adnan. Adnan berlari ke arah ku. Aku tak bisa membendung air mata ku karena rasa syukur ku bisa selamat dari niat jahat Supir itu.
Dengan spontan Adnan memelukku, "Maaf kan saya , harusnya saya datang lebih awal, kamu nggak papa kan ?" Tanya Adnan.
"Jangan sentuh saya!!" Bentak ku . "Maaf-maaf...saya tadi khawatir sama kamu" Kata Adnan. Setelah itu aku tak sadarkan diri lagi.
Tiba-tiba saat aku terbangun, aku sudah di kamar Adnan , "Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga sayang" Ucap nenek.
"Kamu istirahat aja dulu ya, nggak usah banyak pikiran, kamu tenangkan diri dulu" Kata Adnan.
"Adnan kamu jaga Asiyah baik-baik ya, nenek ke belakang dulu" Ujar nenek.
Nenek pun pergi , tinggal aku dan Adnan yang ada di situ. "Bang Adnan kok aku bisa terbangun di sini sih" Tanyaku.
"Tadi setelah kejadian itu kamu pingsan , jadi saya gendong kamu dan terus bawa kamu ke rumah ini" Jawab Adnan.
"Astaga.. siyah..kok bisa pingsan sih..pasti dia udah keberatan gendong nya, aku kan berat.."Bisikku dalam hati.
"siyah..maafin saya yah , ini semua salah saya"Kata Adnan. "loh kok Abang bilang gitu"Tanyaku
"Sebenarnya Danu si supir taksi itu dulu Karyawan ku, dia kedapatan mengonsumsi narkoba, jadi aku pecat saja, tadi saya nggak sadar kalau supir taksi itu adalah dia, saya baru sadar setelah saya lihat ada sabu-sabu jatuh dari mobil itu, saya pun merasa ada yang janggal , dan langsung saja saya ikuti mobil itu" Kata Adnan.
"Kalau gitu pasti dia akan mencoba mencelakai aku lagi" Ucapku.
"Udah siyah tenang Aja yah, dia udah saya amankan , dia sudah di kantor polisi, saya bukan orang sembarang, siapa yang berani ganggu keluarga saya, dia akan menanggung akibatnya" Ucap Adnan.
"Hah...dia bilang aku keluarga nya ...seriusan nih.."Bisikku dalam hati
"Apa pun cerita nya saya tetap berterima kasih sama bang Adnan, kalau tadi Abang nggak datang , siyah nggak tau lagi deh bakalan jadi apa "Ucapku.
"Iya sama-sama, udah kamu istirahat aja yah"Kata Adnan.
Bersambung,,
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya,,