
Jangan lupa like nya ya, vote dan kasih bintang juga ya, dukungan dari kamu membuat author makin semangat, author sayang kalian
***
Adnan pun menemui ku. "Asiyah,,kamu kok buru-buru pulang sih, makan siang bareng yok" Ajak Adnan. "Saya nggak bisa pak, saya ada janji sama Reihan mau makan bareng sama anak-anak yatim di restoran Reihan" Ujar ku.
"Kamu tinggal batalin aja, terus kita makan bareng, gimana..kamu mau kan" Tanya Adnan.
"Nggak bisa pak, saya udah janji sama Reihan, ya udah saya pergi dulu ya, assalamualaikum" Ucap ku.
***
Tiba di restoran itu, aku pun di sambut ramah oleh Reihan. "Asiyah..sini, kok kamu lama sih," Kata Reihan. "Maaf ya Rei, kalian udah lama nunggu ya," Ucap ku.
"Nggak papa kok, silahkan duduk biar kita mulai makan-makan nya" Ujar Reihan.
"Saya juga ikut makan ya" Kata Adnan yang tiba-tiba datang. "Pak Adnan kok ke sini sih" Tanya ku.
"Saya juga mau ikut emang nggak boleh, Reihan..saya boleh ikut kan" Tanya Adnan.
"i iya bang Adnan, silahkan duduk bang" Jawab Reihan.
Adnan duduk di sebelah ku tanpa merasa malu sedikit pun. "Pak Adnan nggak malu ya, datang ke acara orang tanpa di undang" Bisik ku pada Adnan.
"Jangan banyak bicara, buruan makan" Kata Adnan.
"Asiyah ini ayam panggang yang paling enak di sini, kamu cobain ya" Kata Reihan sambil menyendok ayam itu ke piring ku.
"Asiyah..Sayur ini juga enak loh, ini baik untuk kesehatan kamu" Ujar Adnan sambil menyendok sayur itu ke piring ku.
"siyah...ayam ini lebih enak makan ini aja ya" Kata Reihan.
"Asiyah..sayur baik untuk kesehatan kamu, baik juga untuk kecantikan,kamu makan ini aja ya" Kata Adnan.
"Stop..stop..kalian ini kenapa sih, ribet bangat deh, kalian makan aja kali, kalau aku suka pasti aku bisa ambil makanan itu sendiri" Ucap ku.
__ADS_1
"Tuh kan kamu sih," Kata Adnan pada Reihan
"Kok aku sih bang, bang Adnan kan juga ikutan" Kata Reihan.
"Udah-udah,,kalian nggak malu ya, itu anak-anak pada ngeliatin" Ucap ku.
Seusai makan aku pun bergegas pulang,"Reihan,, makasih yah traktiran nya, aku pulang dulu ya" Ucap ku.
"Aku antar kamu pulang ya" Ujar Reihan. "Nggak usah biar saya yang ngantar siyah" Kata Adnan.
"Biar aku aja bang Adnan, bang Adnan kan pasti sibuk ngurusin kerja" Kata Reihan
"Sembarangan kamu ya, saya ini bos, jadi saya tinggal suruh bawahan saya yang urus semua" Jawab Adnan.
"Reihan,, pak Adnan,, kalian nggak perlu repot-repot, saya bisa pulang sendiri kok, ya udah saya pergi dulu ya, Assalamualaikum" Ucap ku.
***
Saat aku sampai di rumah, aku tak sengaja melihat bang Abi yang sedang bermesraan dan bercanda tawa dengan kakak ipar.
"Astaga,,kenapa dua sejoli ini harus bermesraan di depan mata ku sih, ini maksudnya mau ngeledek aku apa gimana nih" Bisik ku dalam hati.
"Eh ada Asiyah, baru pulang kerja ya" Tanya kak Lina. "Iya nih kak, udah lanjutin aja kebersamaan nya bang Abi, anggap aja aku cuma angin lewat" Canda ku.
"Adik ku yang satu ini pasti iri ya, makanya adikku sayang ,,kamu itu harus buru-buru nikah" Kata Bang Abi.
"Aku tuh cemburu karena sekarang aku bukan kesayangan bang Abi lagi, kan sekarang bang Abi udah punya kak Lina" Canda ku.
"Ih kok adik Abang ini jadi cemburuan sih, kan tetap aja kamu itu adik yang paling Abang sayang" Kata Bang Abi.
"Benar siyah, kamu itu adik kesayangan kami" Ujar Kak Lina.
"Btw..mau honeymoon kemana nih" Tanya ku. "Ada deh,,besok kami akan berangkat" Kata bang Abi. "Abang main rahasia-rahasia an ya, oke ..aku ngambek nih" Ucap ku sambil berjalan ke arah kamar ku.
***
__ADS_1
Karena kelelahan aku langsung berbaring di kasur.tiba-tiba saja aku teringat cerita lima tahun lalu. waktu itu aku juga pernah bercanda tawa dengan Adnan. Waktu itu aku yang masih Ke kanak-kanakan menaiki ayunan di taman. dan Adnan pun mengayun ku dan menghibur ku. "Tuan macan, apa kamu masih ingat tentang kenangan kita dulu, apa kamu masih ingat ketika kamu mengatakan ku seorang putri kecil dan kamu menghiburku di saat aku sedang putus asa.kamu nggak peka bangat sih, seharusnya kalau sekarang kamu mendekati aku dan aku selalu menolak, seharusnya kamu peka dong, itu artinya aku mau kembali sama kamu, cuman kan aku pasti gengsi lah, kenapa kamu nggak langsung datang ke rumah ku aja untuk bicara sama umi dan bang Abi" Bisik ku dalam hati.
***
Keesokan hari saat aku memasuki kelas, aku merasa ada yang kurang. "Assalamualaikum anak-anak" Sapa ku. "Waalaikumussalam Bu" jawab murid-murid itu dengan serentak.
"Kok ada bangku yang kosong,siapa yang nggak hadir" Tanya ku. "Angga udah berhenti Bu" Jawab seorang siswa.
"Ada yang tau nggak alasan Angga berhenti sekolah" Tanya ku.
"Kok semuanya diam aja, nggak papa ,nggak usah takut kalian cerita sama ibu, apa sebenarnya yang terjadi" Tanya ku
"Sebenarnya, Pak kepala sekolah yang keluarin Angga Bu,karena kejadian kemaren waktu Angga menggoda ibu" Jawab salah satu siswi.
"Sebentar ya anak-anak,ibu keluar dulu, kalian kerjain dulu soal halaman 25" Ucap ku.
"Baik bu" Jawab murid-murid itu.
Aku pun segera menemui pak kepala sekolah di ruangan nya.
"Assalamualaikum pak Hendra" Sapa ku.
"Waalaikumussalam Bu Asiyah, silahkan duduk Bu, ada perlu apa ya Bu" Tanya pak kepsek.
"Pak Hendra, kenapa Siswa yang bernama Angga itu di keluarin dari sekolah ini, kesalahan dia itu kan nggak besar pak, tolong pak.. kasih kesempatan untuk Angga, dia juga berhak bersekolah di tempat yang ia suka" Ucap ku.
"Maaf Bu Asiyah..saya cuma menjalankan perintah dari pak Adnan" Ujar pak kepsek.
"Ternyata benar dugaan ku, ini pasti kerjaan Adnan" Bisik ku dalam hati.
"Saya permisi dulu pak" Ucap ku dan bergegas mencari Adnan.
Aku berkeliling ke seluruh sekolah tapi aku tak menemukan nya. Jadi aku memutuskan untuk menelepon nya saja.
"Halo.. Assalamualaikum pak Adnan" Sapa ku. "Waalaikumussalam siyah, tumben kamu nelpon saya, kamu pasti kangen kan, sabar ya siyah nanti kita pasti bisa ketemu, maaf ya sekarang kita belum bisa ketemu karena saya lagi di pabrik, kamu tau sendiri kan saya ini banyak bisnis, ini semua kan juga untuk masa depan kita" Kata Adnan.
__ADS_1
" Dasar macan, saya belum ngomong apa-apa dia udah ngomong panjang lebar" Bisik ku dalam hati.
Bersambung,,