Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
30. terkurung di gudang


__ADS_3

"Udah-udah..kok malah bahas lamaran sih, sekarang itu kita harus mikirin gimana caranya bisa keluar dari gudang ini" Tegur ku.


"iya..iya..ini juga saya lagi mikir" Balas Adnan.


"Oh ya...pak Adnan..Reihan..kok kalian bisa tau kalau aku di kurung di gudang ini" Tanya ku.


"Tadi kan kita ketemu di jalan siyah, terus kamu bilang kalau kamu mau ke sini, setelah kamu pergi aku baru ingat kalau kafe ini tutup hari ini,makanya aku nyusul kamu" Jawab Reihan.


"O..gitu..kalau pak Adnan gimana..kok bisa tau kalau aku ada di sini" Tanya ku.


"Tadi saya cari kamu di sekolah tapi nggak ada, kebetulan saya ketemu sama Tika, terus saya tanya deh sama Tika. Dan katanya kamu di ajak ketemuan sama Angga di kafe ini. Dan saya tau dari teman saya kalau kafe ini lagi tutup. Lagian saya tuh tau betul bagaimana kelakuan Siswa yang bernama Angga itu, Dari awal masuk sekolah dia emang suka bikin onar, makanya saya langsung nyusul kamu karena saya khawatir akan terjadi sesuatu, dan sekarang benar kan, kamu malah terkurung di gudang ini, Saya nggak akan tinggal diam, saya akan laporkan Angga ke polisi" Ujar Adnan.


"Oh iya..pak Adnan cari pertolongan lewat telepon aja pak" Ucap ku.


"Oh iya yah, kok saya nggak kepikiran sih, Ya udah saya telepon orang saya dulu ya" Kata Adnan sambil mengambil hp nya dari saku.


"Gimana pak, telepon nya masuk kan" Tanya ku.


"Aduh..hp saya baterai nya habis lagi.." Jawab Adnan.


"Ya udah, pake hp saya aja bang Adnan" Kata Reihan. "Nggak usah saya pake hp siyah aja, Asiyah..sini saya minjam hp mu dulu" Ujar Adnan.


"Hp saya tadi jatuh pas di tangkap sama preman itu pak, mendingan pake hp nya Reihan aja" Ucap ku. "Iya ini pake hp ku aja" Kata Reihan.


"Udah ..pak Adnan nggak usah gengsi, pake aja hp nya Reihan pak" Ucap ku.


"Ya udah deh sini-sini hp nya.." Ujar Adnan sambil mengambil hp Reihan.


Adnan pun menelepon orang nya untuk mencari bantuan.


Lima belas menit kemudian pintu gudang tiba-tiba rusak di tendang Orang-orang suruhan Adnan.

__ADS_1


"Alhamdulillah... akhirnya kita bisa keluar" Ucap ku.


Kami pun segera keluar dari gudang itu, namun tiba-tiba di hentikan lagi dengan preman-preman itu. Tapi untungnya jumlah orang-orang suruhan Adnan sangat banyak, melebihi jumlah preman-preman itu, sehingga preman-preman itu pun babak belur.


Yang paling membuat ku terpesona adalah ketika Adnan ikut menghajar preman-preman itu dengan gagahnya, gaya nya yang keren saat bertarung semakin membuatku kagum padanya.


"Ayo kita pergi dari sini" Ajak Adnan. Kami segera keluar dari kawasan kafe itu.


"Asiyah..saya antar kamu pulang ya" Kata Adnan. "Nggak usah pak, saya bawa motor kok" Ucap ku.


Aku pun menaiki motor ku dan langsung pulang.


Di tengah perjalanan aku baru sadar, di kaca spion ku, aku melihat Adnan di belakang yang mengikuti ku.


"Pak Adnan..pak Adnan...udah di bilangin nggak usah di antar, eh malah di ikutin dari belakang" Bisik ku dalam hati.


****


Dan Angga pun di tuduh sebagai pelaku. Semua siswa-siswi menyalahkan Angga.


Saat Angga mulai masuk sekolah lagi hari ini, dia benar-benar mendapatkan perlakuan tidak baik dari seluruh siswa-siswi di sekolah.


Pagi itu aku melihat Angga berkelahi dengan beberapa laki-laki di lapangan futsal sekolah.


"Aku harus bilang berapa kali lagi hah,, ya...aku emang murid yang bandel, tapi aku nggak pernah menculik ibu Asiyah, aku nggak pernah mengurung mereka di gudang" Bentak Angga.


Namun tetap saja mereka memukuli Angga. Aku tak tahan melihat itu semua, Aku berlari ke hadapan Siswa-siswa yang berhantam itu.


"Stop!!Stop!!, Kalian apa-apaan sih, kenapa kalian mengeroyok Angga" Gertak ku.


"Bu..Angga kan udah mencelakakan ibu, tapi kok ibu malah belain dia sih" Ujar salah satu siswa yang berkelahi itu.

__ADS_1


"Saya nggak belain siapa-siapa di sini, tapi emangnya kalian punya bukti kalau Angga adalah pelaku dari kejadian itu,Saya aja sebagai korban tidak berani menuduh Angga tanpa bukti" Bentak ku.


"Maaf Bu..maaf Bu. " Ucap Siswa-siswa yang mengeroyok Angga itu sambil berlari dari hadapan ku.


"Angga kamu nggak papa kan" Tanya ku. "Nggak papa Bu, lagi-lagi ibu belain saya, makasih banyak ya Bu, di saat orang menganggap saya sampah, tapi ibu malah memperlakukan saya dengan baik" Kata Angga.


"Itu sudah tugas ibu sebagai guru kamu Angga, ya udah kamu ke UKS ya, biar luka kamu di obati" Ucap ku. "Iya Bu," Jawab Angga.


Luka Angga baru saja di obati, tapi masalah sudah datang lagi, aku melihat Angga berjalan menuju ruang pak kepsek. "Pasti kerjaan nya Adnan nih" Bisik ku dalam hati. Aku pun mengikuti Angga ke ruang pak kepsek.


Dan ternyata dugaan ku benar, Angga di ancam habis-habisan oleh pak kepsek dan Adnan.


Aku pun masuk ke ruangan itu "Assalamualaikum, maaf saya mengganggu pak kepsek." Ucap ku.


"Ada apa Bu Asiyah" Tanya pak kepsek. "Saya mau bicara sama pak Adnan" Ujar ku. "Ya udah kalau gitu saya keluar dulu Bu Asiyah, pak Adnan, silahkan bicara" Kata pak kepsek dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Pak Adnan, bapak nggak bisa nyalahin Angga tanpa bukti, kita belum tau kebenaran nya pak," Ucap ku.


"Surat itu adalah bukti yang paling kuat Asiyah" Kata Adnan. "Surat apa pak, saya nggak tau apa-apa tentang surat yang bapak maksud" Ujar Angga.


"Jadi bukan kamu yang ngasih surat itu" Tanyaku pada Angga. "Saya berani bersumpah Bu, saya nggak tau apa-apa" Tegas Angga.


"Asiyah..kamu jangan mudah percaya sama anak ini, kamu baru kenal sama dia, Pokoknya saya mau Angga bertanggung jawab dengan kesalahannya" Kata Adnan.


"Pak Adnan, berapa kali sih saya harus bilang sama bapak, kita nggak berhak menuduh orang sembarangan,minimal bapak cari kebenaran nya dulu deh" Gumam ku.


"O..jadi kamu lebih percaya sama anak ini dari pada sama saya!!" Bentak Adnan. dengan wajah emosi.


Bersambung,,


Jangan lupa di like ya, vote dan kasih jejak di kolom komentar. dukungan dari kamu adalah penyemangat author,,,

__ADS_1


__ADS_2