
Assalamualaikum pembaca setia,,jangan lupa like nya ya,,jangan lupa vote juga dan kasih bintang juga ya, karena dukungan dari kamu sangat berharga bagi author,,
***
Aku pun merasa aneh mengapa semua pihak sekolah memohon supaya aku tetap berada di sekolah itu.
"Bu Asiyah,,Kalau ibu pindah dari sekolah ini, bisa-bisa jabatan saya terancam Bu, saya mohon sama ibu, tolong ibu tetap ngajar di sini ya" Lanjut pak kepsek.
"Baiklah,, saya pikir-pikir dulu ya pak" Ucap ku. "Terimakasih Bu,tolong ibu pikirkan baik-baik ya Bu" Kata pak kepsek.
"Pasti ini ulah pak Adnan" Bisik ku dalam hati.
Kebetulan aku melihat Adnan yang baru turun dari mobilnya, aku pun bergegas menemui nya.
"Pak Adnan," Panggil ku. "Ada apa siyah, pagi-pagi kamu udah semangat banget nemuin saya, kamu kangen yah sama saya" Kata Adnan.
"Pak Adnan ngeselin bangat yah, bisa nggak sih sehari aja bapak nggak kepedean, saya nemuin bapak karena ada hal penting yang mau saya bicarakan" Ucap ku.
"Hal penting apa" Tanya Adnan. "Bapak ngancam semua staf sekolah kan?,bapak nyuruh mereka untuk membujuk saya supaya tetap di sini, dan bapak ngancam kalau saya pindah, posisi Pak Kepsek akan bermasalah" Tanya ku.
"Apa salahnya kalau kamu tetap di sini," Tanya Adnan.
"Saya nggak mau, saya akan tetap pergi" Tegas ku. "Oke,, berarti kamu mau semua posisi staf akan tidak aman, saya bisa ganti posisi mereka dengan orang-orang yang lebih baik, kamu kan tau sendiri, banyak orang yang sedang berlomba-lomba untuk bisa menjadi bagian dari sekolah ini" Ujar Adnan.
"Dasar macan,,dia malah ngancam aku lagi, awas aja yah ,suatu saat aku akan balas kamu" Bisikku dalam hati.
"Oke, saya akan tetap mengajar di sini, permisi pak Adnan yang terhormat" Ucap ku dengan kesal.
Aku bergegas ke kelas untuk kembali mengajar, berusaha untuk menjalani profesi tanpa menyangkutkan nya dengan rasa kesal ku pada Adnan.
__ADS_1
***
Ku lihat jam tangan ku, ternyata waktu Dzuhur akan tiba sekitar lima belas menit lagi, aku pun bergegas ke mushola Sekolah, tapi mushollah malah sedang renovasi. Dan ada seorang siswi yang menyapaku. "Ibu mau sholat ya? Musholanya belum bisa di pakai Bu ,karena tempat wudhu nya tidak ada air, keran nya rusak Bu , saat ini sedang di perbaiki, kalau ibu mau sholat di masjid aja Bu, mesjid nya dekat kok Bu, cuma di depan sekolah kita aja bu" Ujar Anak itu. "Iya makasih ya nak udah ngasih tau ibu" Ucap ku.
Aku pun pergi ke mesjid yang dekat sekolah itu. Untung nya aku masih sempat ikut sholat berjamaah di masjid.
Suara imam sholat itu seperti tidak asing di telinga ku. Setelah sholat usai. aku mendengar beberapa perempuan sedang berbincang-bincang.
"Eh benar nggak sih imam nya itu cowok tampan yang waktu itu". "Iya yang katanya pemuda kaya itu loh". "Nama nya Adnan, dia itu idaman aku bangat deh". "Dia itu cocok nya buat aku kali". "cocok apa nya sih, Adnan itu cocok nya sama aku tau"
Telinga ku benar-benar tidak nyaman mendengar suara obrolan perempuan-perempuan itu.
"Ganteng apa nya sih, Adnan itu lebih mirip sama macan, ngeselin lagi" Bisikku dalam hati.
***
Saat aku keluar dari gerbang mesjid, tiba-tiba ada yang memanggil ku dari belakang.
"Iya nih Rei, kebetulan jam aku hari ini udah selesai" Ucap ku. "Ya udah bareng aja, Aku juga sekalian mau ke Restoran, kan rumah kamu sama restoran aku searah" Kata Reihan.
"Nggak usah Rei, aku bawa motor kok" Jawab ku.
"Gimana kalau kita makan di restoran, Hari ini kamu bisa makan gratis sepuasnya," Kata Reihan.
"Nggak usah Rei, lain kali aja ya" Jawab ku. Tiba-tiba Adnan datang. "Asiyah hari ini belum bisa pulang, dia ada kerja tambahan" Ujar Adnan.
"Eh ada bang Adnan, tapi kan kata siyah jam kerja nya udah habis bang" Kata Reihan.
"Pak Adnan ,hari ini jam pelajaran saya udah habis pak, saya nggak punya kerja tambahan kok" Ujar ku.
__ADS_1
"Saya nggak mau tau, pokoknya kamu ada kerja tambahan dari saya, kamu belum boleh pulang," Tegas Adnan.
"Asiyah,, kalau gitu aku pergi dulu ya, Assalamualaikum" Ucap Reihan. "Waalaikumussalam Rei" Jawab ku.
Setelah Reihan pergi aku pun meluapkan segala hal yang ingin ku sampaikan pada Adnan.
"Pak Adnan apa-apaan sih, kok tiba-tiba ngasih kerja tambahan,mendadak lagi" Tanya ku.
"Pokoknya hari ini kamu ada kerja tambahan" Kata Adnan.
"Saya tau kamu kaya, saya tau kamu pemilik sekolah, tapi harusnya bapak itu profesional dong, jangan berbuat sesuka hati, tadi bapak ngancam saya, sekarang bapak nyuruh nyuruh saya kerja tambahan nggak jelas" Bentak ku.
"Oke,, kalau kamu nggak mau nggak papa, padahal ini sangat penting buat saya" Kata Adnan.
"Maksud bapak apa" Tanya ku. "Sebenarnya hari ini kerja tambahan kamu cuma bantu saya ngerawat nenek saya, akhir-akhir ini kondisi nenek agak buruk" Kata Adnan.
"Nenek sakit??" Tanya ku. "Iya, makanya saya minta tolong sama kamu untuk bantu saya merawat nya, karena cuma kamu satu-satunya wanita yang pernah dekat dengan nenek " Kata Adnan.
"Maaf ya pak, tadi saya udah salah sangka sama bapak, Sebenarnya saya juga kangen sama nenek, tapi nenek pasti marah ya karena beberapa tahun lalu saya pergi tanpa pamit dulu sama nenek, pasti nenek udah benci sama saya" Ucap ku.
"Nggak kok, nenek nggak benci sama kamu, aku udah jelasin sama nenek, kalau kamu pergi karena Safira, kamu nggak bersalah, yang salah itu aku, aku terlalu bodoh karena udah biarin kamu pergi, harus nya aku menahan kamu untuk tidak pergi, kalau aja hari itu aku bisa mempertahankan pernikahan kita, pasti saat ini kita udah punya anak dan hidup bahagia" Ujar Adnan.
"Udah-udah jangan bahas itu lagi, yang berlalu biarlah berlalu, ini bukan dulu lagi, dulu dan sekarang sudah berbeda, Mendingan Sekarang kita lihat kondisi nenek " Ucap ku.
Kami pun berangkat mengendarai mobil Adnan."pak.. motor saya kan masih di sekolah, harusnya tadi saya naik motor sendiri" Ucap ku.
"Pasti aman kok, saya udah suruh satpam buat jagain motor kamu, lagian kalau kamu mau saya bisa beliin kamu yang baru" Ujar Adnan.
"Bapak sombong bangat yah" Ujar ku.
__ADS_1
Bersambung,,