
"Tuh kan tulisan nya sama siyah,,kamu lihat sendiri kan" Kata Tika.
"Iya tik, tulisannya sama, berarti memang Juli pelakunya,tapi kenapa ya.." Tanya ku.
"Aku kan udah pernah bilang sama kamu, kalau Juli itu suka sama pak Adnan, makanya dia itu dendam sama kamu" Ujar Tika.
"Juli tega bangat sih" Ucap ku.
Aku segera menemui Adnan untuk menjelaskan semuanya. Tapi saat aku mencarinya, aku melihat di gerbang sekolah ada Tika yang sedang memeluk Adnan.
"Astaghfirullahalazim..."Ucap ku, "Asiyah!" Panggil Adnan.
Aku tak menghiraukan nya. Aku pun bergegas pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan aku benar-benar merasa rapuh melihat Adnan sedekat itu dengan gadis lain. Selama ini dia tidak pernah bersentuhan dengan gadis yang bukan mahram nya.
"Adnan..kenapa di saat kamu memberi ku harapan, kamu malah merusak harapan itu,"Bisik ku dalam hati.
***
Hingga malam hari, aku masih saja melamun, ku kunci pintu kamar itu, dan menangis tak henti hentinya.
Telepon dari Adnan sudah berdering berpuluh-puluh kali, tapi aku tak mempedulikan nya.
Karena teleponnya yang tidak pernah ku angkat, Adnan pun mengirim pesan dari WA.
"Assalamualaikum"
"siyah..."
"Asiyah..."
"Hello.."
"Angkat telepon ku"
"Tadi kamu pasti salah faham kan, tadi aku tuh nggak ngapa-ngapain, pas aku mau nemuin kamu Juli nggak sengaja nabrak aku dan hampir jatuh, mungkin sekilas memang terlihat seperti pelukan, tapi itu nggak di sengaja siyah"
"Please jangan ngambek"
Setelah membaca chat dari Adnan itu, aku berusaha untuk bisa percaya dengan nya.
tapi tetap saja aku mengabaikan chat itu.
***
Keesokan harinya,,
Pagi umi ,,pagi semuanya..sapa ku sambil berjalan ke arah meja makan itu.
Baru saja aku duduk, tapi aku sudah mendengar kabar yang membuat ku terkejut.
__ADS_1
"Hari ini keluarga Reihan mau datang, pasti mereka mau mendengar Jawaban dari kamu" Kata Umi.
"Mi..aku kan kerja, umi aja deh yang bicara sama keluarga Reihan" Ucap ku.
"Nggak mungkin dong sayang, kelihatan bangat dong kalau kamu itu nggak hargain mereka, memangnya kamu udah pikirkan matang-matang soal jawaban kamu,menikah itu nggak main-main nak, kamu udah pernah menikah satu kali dan bercerai, mau nikah berapa kali lagi sih" Ujar umi.
"Umi...itu kan musibah, pernikahan yang dulu cuma berawal dari fitnah, bukan dari hati" Ucap ku.
"Asiyah..benar kata umi dek, kamu itu harus berpikir baik-baik karena ini menyangkut masa depan kamu" Sambung kak Lina.
"Iya iya...aku udah pikirkan baik-baik" Ucap ku.
"Terus jawabannya gimana nih" Tanya bang Abidzar.
"Kita makan aja dulu yah, jangan bahas ini di meja makan, nanti nasinya nangis karena di cuekin" Canda ku.
Kami pun lanjut makan.
***
Saat aku bersiap-siap untuk berangkat kerja tiba-tiba umi menahan ku.
"Asiyah,, hari ini nggak usah kerja ya nak, nanti umi mau bilang apa sama keluarga Reihan," Kata umi.
"Umi bilang aja kalau Reihan itu Soleh, baik, dan penyayang..pasti dia bisa menemukan wanita yang lebih baik dari ku, lagian lelaki seperti Reihan tidak pantas untuk wanita janda seperti ku" Ucap ku.
"Umi nggak mau tau kamu nggak boleh kerja hari ini ,,titik. Kalau pun kamu nolak lamaran Reihan, kamu harus tetap hargai dia dong siyah.." Lanjut umi.
Tiba-tiba.. terdengar suara lantunan salam.
"Waalaikumussalam.." Sahut umi sambil membukakan pintu.
"Nak Adnan..kok pagi-pagi udah ke sini, ada apa nak" Tanya umi.
"Astaga!! Ngapain si macan itu ke sini," Bisik ku dalam hati.
"Saya cuma mau silaturahmi aja kok umi, sekalian saya mau mendengarkan Jawaban dari Asiyah, dan saya juga mau menyelesaikan sedikit masalah saya dengan siyah umi" Ujar Adnan.
"Silahkan masuk nak, ...
Silahkan duduk nak Adnan" Sambut umi.
"Pak Adnan ngapain repot-repot ke sini" Tanya ku sambil duduk ke ruang tamu itu.
"Aku telpon kamu hampir seratus kali, kenapa kamu nggak ngangkat telepon ku?" Tanya Adnan.
Aku diam dan mengalihkan pandangan ku dengan ekspresi cuek dan tak memperdulikan nya.
"Asiyah!! Kamu dengar nggak sih" Tegur Adnan.
"Saya nggak dengar, coba ulangi" Ucap ku.
__ADS_1
"Aku telepon kamu Hampir seratus kali dari semalam, kenapa kamu nggak ngangkat" Tanya Adnan.
"Saya sibuk" Jawab ku dengan cuek.
"Sibuk?? Sibuk apanya..pasti itu cuma alasan kamu kan, bilang aja kalau kamu cemburu soal Juli yang kemaren, aku kan udah jelasin sama kamu lewat chat, kalau aku nggak ngapa-ngapain sama si Juli Juli itu, itu nggak sengaja, tiba-tiba aja dia jatuh ke arah ku" Kata Adnan.
Umi pun datang membawa teh untuk Adnan.
"Ini ada teh, silahkan di minum nak Adnan" Ujar umi.
"Terimakasih umi" Ucap Adnan.
"Jadi ada masalah apa sih antara nak Adnan dan Asiyah" Tanya umi.
"Masalah?? Nggak ada masalah apa-apa kok mi" Jawab ku.
"Jadi Gini umi..Asiyah cemburu lihat Adnan sama Juli kemaren, Asiyah salah faham mi" Ujar Adnan.
"Pak Adnan jangan sembarangan ya, siapa yang cemburu sih" Bentak ku.
"Tuh kan mi..siyah malah marah, umi bujuk dia ya, jangan cemburuan gitu dong" Pinta Adnan dengan sok manja pada umi.
"Kalian ini kayak anak-anak aja deh" Kata umi.
Tiba-tiba..Bang Abidzar muncul, dan ternyata dari tadi dia dan kak Lina menguping di balik lemari.
"Cie..Jadi ini yang buat princess Asiyah semalaman nangis.." Ledek bang Abi sambil tertawa kecil.
"Abang kok bilang-bilang sih" Ucap kak Lina pada bang Abi sambil mencubit lengan nya.
"Bang Abidzar apa-apaan sih, aku nggak nangis kok, kalian ngeselin bangat sih, awas yahh" Ancam ku.
"O..jadi ceritanya ada yang cemburu sampai nangis semalaman nih" Ledek Adnan.
"Aku ngak cemburu yah,,Jang sok tau, semalam cuma kecapean" Elak ku.
"Udah sih jujur aja" Ucap Bang Abi.
"Bang Abidzar!!! Ngeselin bangat sih" Jerit ku.
"Udah..stop!! Kok malah jadi berantem sih, Udah siyah maafin aja Adnan nya yah, jangan ngambek ngambek lagi sama Adnan, siyah kan udah dewasa nak, kecemburuan itu memang wajar tapi kalau berlebihan juga bahaya nak" Ujar umi.
"Kok umi ikut-ikutan bang Abi sih,, aku kan udah bilang mi...aku nggak cemburu!! Pak macan nya aja tuh yang GeEr" Tegas ku.
"Apa!! kamu panggil aku macan" Tanya Adnan.
"Asiyah..jangan jutek jutek gitu dong sayang, udah ya kalian baikan aja" Kata umi.
"Umi..lihat tuh Asiyah..masa aku di panggil macan" Keluh Adnan.
"Itu panggilan sayang kali.." Ledek bang Abi.
__ADS_1
Bersambung,,
Jangan lupa like, vote, dan tinggalkan jejak di kolom komentar ya,, Terimakasih atas dukungan mu,,