
Keesokan hari,,
Pagi yang cerah untuk mengajar di kelas, saat aku baru sampai di sekolah, tiba-tiba bertemu seorang laki-laki yang penampilannya rapi dan tampaknya orang berada.
"Kamu Asiyah ya?" Tanya laki-laki itu. "Ya saya Asiyah pak" Jawab ku.
"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya laki-laki itu,
"Bapak siapa" Tanya ku.
"Nanti saya jelaskan" Kata laki-laki itu sambil menuntun ku berjalan ke tempat duduk di bawah pohon itu.
"Jadi sebenarnya bapak ada perlu apa sama saya?" Tanya ku.
"Saya papa nya Adnan, meskipun saya jauh dari dia, saya selalu memantaunya, saya menyuruh orang saya untuk memberikan informasi tentang Adnan, dan informasi terakhir yang saya dapat, Adnan itu sedang dekat dengan kamu" Ujar papa Adnan.
"Hah..papa nya Adnan,,bentar ya pak saya panggil kan Adnan, pasti dia senang ketemu bapak" Ucap ku.
"Nggak usah, saya cukup tau kabar dia saja, ini bukan waktu yang tepat untuk saya bertemu dia, pasti dia sangat membenci saya" Kata Laki-laki itu.
"Setidaknya kan bapak ketemu dulu" Ucap ku.
"Nggak perlu, saya kesini cuma mau menanyakan satu hal sama kamu, apa kamu benar-benar mencintai Adnan?, Karena yang saya lihat Adnan tampaknya sangat peduli sama kamu sampai-sampai satu sekolah dia perintahkan harus hormat sama kamu" Ujar papa Adnan.
"Bapak tau dari mana?" Tanya ku.
"Saya tau setiap aktivitas Adnan, saya selalu pantau dia" Kata papa Adnan.
"Kenapa bapak peduli? apa bapak masih sayang sama Adnan?, Kalau bapak peduli sama Adnan, harusnya dulu bapak nggak ninggalin dia" Ujar ku.
"Semua sudah berlalu, kalau menyesal pun tak akan ada guna nya.kamu belum jawab pertanyaan saya tadi, apa kamu benar-benar mencintai Adnan?" Tanya papa Adnan.
"Ya saya mencintai dia," Jawab ku.
"Kalau begitu saya sangat berharap sama kamu, tolong jangan kecewakan dia" Kata papa Adnan dan langsung meninggalkan tempat itu.
Setelah itu aku menemui Adnan,
"Bang Adnan..tadi papa kamu ke sini, kalian belum ketemu ya?" Tanya ku
"Ngapain lagi dia ke sini, aku peringatkan kamu ya..nggak usah terlalu ramah sama dia" Kata Adnan.
"Kamu nggak boleh gitu dong, sebesar apa pun kesalahan nya, tetap aja dia itu papa kamu" Ucap ku
"Udahlah siyah jangan bahas dia lagi, Oh ya,,aku udah ceritain tentang kita sama bang Hasan, dan responnya sih positif, dia udah setuju" Ujar Adnan.
__ADS_1
"Bagus deh kalau gitu," Ujar ku.
"Oh ya..aku punya kenalan desainer profesional, besok kita ke tempat dia ya, bareng keluarga kamu juga, kita bakal pesan pakaian paling bagus" Kata Adnan.
"Terserah dehh" Gumam ku.
"Kok terserah,,kamu kenapa sih kayaknya nggak semangat, jangan bilang kalau kamu nyesel sama keputusan kamu" Ujar Adnan.
"Bahas nanti aja ya, aku ngajar dulu,kelas udah mau mulai" Ujar ku.
Tiba-tiba hp ku berdering, belum sempat ku angkat, Adnan sudah mengambil hp ku.
"Hah..Reihan..mau ngapain lagi bocah ini nelpon kamu? Rasain nih ku matiin teleponnya" Gumam Adnan.
"Ih..kok di matiin sih, siapa tau kan penting," Tegur ku.
"Kalau dia yang nelpon pasti nggak penting" Kata Adnan.
"Kamu tau dari mana kalau itu nggak penting?" Tanya ku dengan sedikit kesal.
"Udahlah,, aku kasih tau kamu ya...jangan pernah angkat telepon dari bocah itu lagi, pokonya jangan berhubungan dengan yang namanya Reihan lagi ,," Ujar Adnan.
" Suka-suka aku dong," Ucap ku sambil berjalan meninggalkan dia di situ.
"Bodo Amat!!" Tegas ku dan lanjut pergi ke ruang kelas.
***
#Di kelas
"Assalamualaikum,,selamat pagi anak-anak" Sapa ku.
"Pagi bu.." Jawab murid-murid itu dengan serentak.
"Kok bangku Angga kosong, ada yang tau Angga kemana?" Tanya ku.
Semua siswa-siswi itu pun hanya diam tak ada yang berani menjawab.
"Kok diam?? Ada yang tau nggak Angga dimana?" Tanya ku.
Tiba-tiba seorang siswa menjawab dengan sedikit takut.
"Sebenarnya, Angga bolos lagi Bu, kayaknya dia kumat lagi dehh, aku dengar-dengar sih karena masalah keluarga" Ujar murid itu.
"Angga..Angga...selalu aja begini.." Bisik ku dalam hati.
__ADS_1
"Baik silahkan di buka bukunya, kita mulai pelajaran hari ini" Ucap ku.
***
Setelah jam pelajaran habis, aku pun bergegas pulang dengan mengendarai motor ku.
Tiba-tiba di perjalanan, Aku melihat ada kerumunan orang, aku penasaran dan langsung ke sana untuk melihat.
Ternyata Angga yang sudah membuat kekacauan.
Angga sedang berdebat dengan orang-orang di sana. "Kalau jalan lihat-lihat dong, kamu tadi nabrak anak saya sampai nangis" Bentak ibu-ibu di sana. "Yang salah itu anak kamu..siapa suruh dia main di sini" Bentak Angga.
Mereka saling membentak, hingga Angga nyaris di gebukin.
"Stop...maaf ya ibu-ibu, maaf ya semuanya, ini Angga murid saya Bu, atas nama Angga saya minta maaf ya Bu, oh ya..ini anak nya kalau memang luka saya bakal tanggung jawab kok bu, ada yang luka nggak Bu?" Tanya ku dengan tutur kata lembut.
" Nggak usah repot-repot Bu, gini aja..lain kali murid nya di nasehati biar jadi orang bener" Tegas ibu-ibu itu.
"Iya Bu,,sekali lagi saya minta maaf ya" Ucap ku.
Dan akhirnya mereka pun bubar.
"Angga kamu kenapa sih,, bolos sekolah ternyata malah bikin masalah di luar" Tanya ku.
"Lagi cari hiburan aja Bu" Jawab Angga dengan santainya.
"Udah sekarang mendingan kamu pulang, jangan buat onar lagi, dan ingat ya..besok kamu jangan bolos lagi" Tegas ku.
"Tapi Bu..saya lapar nih.. traktir saya makan dong" Pinta Angga.
"Jangan mengada-ada kamu ya,,kamu orang kaya minta traktiran??" Tanya ku.
"Bu..Uang saya ketinggalan di rumah, tolong lah Bu, emangnya ibu mau saya pingsan di sini karena kelaparan" Bujuk Angga.
"Ya udah ,,ini uang buat kamu beli makan" Ucap ku sambil memberikan sejumlah uang untuk Angga.
"Kok malah di kasih uang nya sih, maksud saya ibu ikutan makan gitu loh Bu.." Jelas Angga.
"Saya nggak lapar" Tegas ku. Padahal aku pun belum makan dari siang itu, aku mengelak tapi perut ku tak bisa bohong, tiba-tiba perut ku berbunyi.
"Ibu masih bohong aja...itu perutnya udah bunyi kayak petir" Canda Angga.
Bersambung,,
Jangan lupa like ya,, vote dan kasih bintang juga, dukungan kamu adalah penyemangat author
__ADS_1