
**Jangan lupa like dan kasih saran ya .. author sayang kalian**
Sehari sebelum pernikahan bang Adnan dengan kak Safira , aku pun berperan aktif untuk mempersiapkan acara pernikahan itu ,seharian aku mengurusi semua keperluan.
di tengah kesibukan ku tiba-tiba bang Adnan malah ingin pergi bertemu dengan Safira. "Asiyah ...saya mau keluar sebentar, kamu urus dulu semua keperluan ya" Kata Adnan.
"Abang mau kemana" Tanya ku. "Saya ada urusan , dan kamu nggak perlu tau" Jawab Adan. Adnan pun langsung pergi begitu saja.
Sejam setelah ia pergi tiba-tiba telepon rumah berdering,
ring...
ring...
ring..
Aku pun bergegas mengangkat telepon itu. "Halo ,ini dengan siapa ya?" Tanya ku. " Ini dari rumah sakit ,Saya ingin memberi tahu bahwa pak Adnan mengalami kecelakaan, sebaiknya yang bersangkutan supaya segera ke rumah sakit ini" Jawab nya.
Aku pun panik , segera ku beritahu nenek, dan kami pun bergegas ke rumah sakit.
***
Akhirnya sampailah di rumah sakit, di depan ruangan itu sudah ada Safira. "Kak Safira .. sebenarnya apa yang terjadi" Tanyaku dengan panik, sedang nenek sudah tak sanggup berdiri lagi karena terlalu khawatir dengan Adnan, hingga aku pun menyuruh nenek duduk di kursi roda, sambil ku tenangkan hati nenek.
"Nenek tenang yah, jangan panik, kita harus doakan Abang , biar dia baik-baik saja" Ucap ku.
Namun nenek hanya terdiam dan menangis.
"Asiyah..aku juga nggak tau apa-apa, tadi pas aku teleponan sama Adnan, kayanya dia lagi nyetir mobil , tiba-tiba terdengar bunyi benturan keras, dan terdengar suara Adnan teriak , setelah itu teleponnya terputus, dan aku coba hubungi lagi tapi hp nya udah nggak aktif" Kata Safira.
"Astaghfirullahalazim... semoga bang Adnan baik-baik aja ya Allah.." Ucap ku.
__ADS_1
Tiba-tiba dokter pun keluar dari ruangan itu,"Apakah kalian ini keluarga pasien?" Tanya dokter. "Iya Dok saya nenek nya" Jawab nenek. "Saya istri nya dok" Jawabku.
"Bagaimana kondisi cucu saya dok" Tanya nenek. " Luka pak Adnan ini cukup parah ,tapi untungnya dia segera di bawa ke sini , sehingga kami bisa dengan cepat menanganinya. untuk sementara Adnan belum sadar, tapi kondisi nya sudah mulai stabil. kita tinggal tunggu dia sadar. tapi...luka di lutut nya agak parah , kemungkinan besar dia tidak bisa berjalan lagi" Kata dokter itu.
"Apa...maksud dokter Adnan lumpuh??" Tanya Safira. "Iya Bu Safira" Jawab dokter.
Safira pun seperti meneteskan air mata putus asa. Begitupun aku yang sangat sedih melihat kondisi Adnan yang lumpuh , tapi aku tetap bersyukur ia masih hidup, setidaknya ia selamat ,itu pun sudah membuat ku lega.
"Silahkan masuk, keluarga nya sudah boleh melihat pak Adnan ke dalam, " Kata dokter
***
Kami bertiga pun masuk ke ruangan itu. "Adnan cucu ku..kamu harus kuat sayang..." Ucap nenek sambil menangis dan memeluk Adnan.
Aku pun hanya bisa menangis melihat Adnan terbaring di situ.
Sedangkan Safira hanya membisu , entah apa yang ada di pikiran nya tapi yang ku lihat dia lebih banyak melamun.
***
" Iya kak, kakak hati-hati di jalan ya" Ucapku. "iya ,aku pamit ya siyah,...nek, ..Safira pamit dulu ya .." Kata kak Safira sambil mencium tangan nenek.
Tinggal aku dan nenek yang menjaga Adnan. "Nek ..nenek belum makan dari tadi, siyah belikan makanan untuk nenek ya..?" Tanyaku. "Nggak usah siyah , nenek nggak nafsu makan"Jawab nenek. "Udah pokoknya nenek harus makan, aku keluar sebentar ya nek ,aku mau beli makanan dulu" Ucapku. Aku pun pergi mencari makanan untuk nenek.
***
Setelah ku belikan makanan itu ,aku membujuk nenek untuk makan. "Nenek makan ya.. sedikit aja nek biar perut nenek ke isi , kalau nenek nggak makan nanti bisa sakit loh, terus kalau nenek sakit Abang Adnan nya sedih dong, " Bujuk ku.
Nenek pun mulai membuka mulutnya untuk makan , meskipun hanya beberapa suapan saja.
tiba-tiba azan Maghrib pun berkumandang, aku pun mengajak nenek untuk solat. "Nek kita sholat dulu ya, kita doakan bang Adnan supaya Allah memberikan abang kesembuhan" Ucapku.
__ADS_1
Kami pun sholat di ruangan itu. Seusai sholat ,Aku membacakan ayat suci Al-Quran di samping Adnan yang masih berbaring tak sadarkan diri.
Aku tak berhenti membaca Alquran, hingga azan isya berkumandang,aku dan nenek sholat isya .
Seusai sholat isya aku melanjutkan kembali membaca Al-Quran. hingga air mata ku menetes dan tak sengaja air mataku terjatuh di pipi Adnan, Segera ku lap pipi nya itu . tiba-tiba tangannya bergerak dan kedua matanya terbuka. "Alhamdulillah Abang udah siuman" Ucapku. "Nenek..Nenek..." Panggil Adnan.
"Iya sayang..nenek di sini " Kata nenek.
"Bagaimana dengan acara pernikahan nek" Tanya Adnan. "Jangan pikirkan itu dulu sayang, yang penting kamu sehat dulu ya" Kata nenek.
"Iya bang..Abang istirahat aja dulu ya" Ucapku .
Dokter pun datang dan memberi Adnan suntikan penenang.
***
Keesokan harinya , Adnan pun mulai membaik, Aku mengambilkan semangkok bubur untuknya "Bang Adnan..makan dulu ya biar cepat sembuh dan bisa pulang , Saskia si sapi cantik itu pasti rindu sama Abang" Ucapku.
"Bilang aja kamu yang rindu" Canda Adnan."ih.. nggak ..nggak.. beneran kok Saskia yang rindu sama Abang" Ucapku.
"Oh ya ..Safira mana" Tanya Adnan. "kak Safira semalam di sini bang, tapi dia udah pulang duluan, katanya sih dia mau datang lagi , udah..Abang tenang aja nanti pasti kak Safira datang kok, mendingan sekarang Abang buka mulut ,aku suapinyah.." Ucapku.
Bang Adnan pun mulai mau memakan bubur itu "Gitu dong bang Adnan..habis makan nanti Abang minum obat ya, tadi suster udah kasih obat buat Abang" Ucapku.
Seusai makan Adnan pun memberikan pertanyaan yang membuatku takut untuk menjawabnya. "Asiyah..emang benar ya kalau aku udah nggak bisa jalan lagi" Tanya Adnan.
"Bang Adnan kok tiba-tiba nanyain itu sih" Tanyaku. "Kamu jawab dulu, aku nggak mau minum obat sebelum kamu jawab pertanyaan itu" Kata Adnan.
"i..iya bang luka di kaki dan lutut Abang agak parah, tapi Abang tenang aja yah pasti nanti bisa sembuh lagi" Ucapku.
"Tapi yang aku dengar.. aku ini lumpuh permanen" Ujar Adnan. "Mungkin aja Abang salah dengar, udah jangan bahas itu lagi, Abang minum obat ini dulu yah, masalah itu nanti kita tanya dokter ya, " Ucapku.
__ADS_1
akhirnya Adnan pun mau meminum obat itu.
Bersambung,,