Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
24. Antara menjauh atau berjuang


__ADS_3

Hai pembaca setia ku,, jangan lupa like nya ya, tambahkan ke favorit dan vote juga ya, dukungan dari kamu membuat author makin semangat,,


***


"Entahlah bang Abi, apa pun maksud dia aku tidak peduli, aku bukan siapa-siapa nya lagi" Ucap ku dengan putus asa.


"Kamu nggak bisa bohong sama Abang, dari raut wajah kamu pun Abang sudah bisa mengerti kalau kamu masih berharap sama laki-laki itu" Kata bang Abi.


"Bang Abi,,bagaimana mungkin gadis dari keluarga sederhana bisa bersatu dengan orang besar seperti dia, cerita seperti itu hanya ada di film-film saja" Ujar ku.


"Kalau cinta sudah tulus, apa pun bisa terjadi" Lanjut bang Abi.


"Bang Abi,, lihatlah dia, dia seseorang yang jauh di atas,dia seperti bintang yang bersinar,semua orang menatap nya, dia punya segalanya, banyak gadis yang menyukainya, sedangkan aku hanyalah seorang guru biasa, aku tak akan berharap jauh karena itu hanya akan menambah luka" Ucap ku.


"Itu namanya kamu kalah sebelum bertempur, harus nya kamu semangat dong, apa kamu pikir setiap laki-laki kaya akan mencari perempuan kaya pula? tidak semua laki-laki seperti itu Asiyah, bahkan sebagian laki-laki berpikir bahwa perempuan Solehah itu lebih penting dari pada perempuan kaya, karena sekaya apa pun perempuan,tetap saja lelaki sejati merasa dialah yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan perempuan, jadi adik Abang ini harus tetap semangat ya,,jangan minder hanya karena status sosial" Kata bang Abidzar.


Mendengar perkataan bang Abi, aku sedikit berubah pikiran, tapi aku juga masih bingung antara menjauh atau berjuang.


***


Malam itu ada chat masuk ke wa ku yang ternyata dari Adnan, isi chat itu adalah "Terimakasih makanan nya enak bangat, saya tau kamu yang ngantar makanan itu, ternyata kamu peduli sama saya, itu membuat kesedihan saya terobati"


Tak sadar aku telah senyum-senyum sendirian membaca chat itu.


Tiba-tiba saja aku teringat cerita lima tahun lalu, Saat Adnan mengajariku menggunakan hp, saat dia menelepon ku, padahal aku ada di dekatnya, canda tawa yang kami lalui bersama,seakan menumbuhkan harapan bagi ku.


Mengingat semua kenangan itu membuat ku tiba-tiba berharap bisa bersamanya.


***

__ADS_1


Keesokan hari, aku kembali menjalani profesi ku, aku mengajar di SMA itu. Aku pun memasuki salah satu kelas. "Assalamualaikum"Ucap ku. "Waalaikumussalam Bu"Jawab murid-murid itu dengan serentak.


"Baik, silahkan di buka bukunya bab 2 beriman kepada malaikat Allah, Saya akan menjelaskan materi kita, untuk itu saya harap semuanya menyimak ya" Ucap ku.


Aku menjelaskan materi itu hingga usai,dan kemudian ,,"ada yang mau bertanya?" Tanya ku.


Semua siswa-siswi di kelas itu diam.Tiba-tiba seorang murid laki-laki dari arah belakang mengangkat tangan nya "Saya ingin bertanya Bu" Ujar nya.


"Ya silahkan" Ucap ku. "Terimakasih atas kesempatan nya Bu, perkenalkan saya Angga, Dari materi kita tadi ibu menjelaskan bahwa iman kepada malaikat adalah rukun iman yang kedua, pertanyaan saya adalah maukah ibu menunggu saya tamat sekolah agar saya bisa melamar ibu" Ucap murid itu sambil memberikan bunga mawar pada ku. "Cie..cie..Angga..semangat.." Kata murid-murid lainnya.


Aku pun mulai terbawa emosi, tapi aku berusaha sabar, aku berusaha memahami murid-murid itu. "Mungkin karena mereka dari keluarga kaya, makanya berani bertingkah yang aneh-aneh" Bisik ku dalam hati.


"Angga..saya peringatkan sama kamu ya, jangan sekali-kali kamu bercanda berlebihan dalam kelas" Gumam ku.


Aku pikir dengan begitu Siswa bernama Angga itu akan takut, tapi ia malah semakin mendekati ku.


"Siapa yang bercanda Bu Asiyah, saya serius," Ujar anak itu dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Terima dulu bunga ini, baru aku mau duduk" Kata anak itu dengan pede nya.


Aku pun tidak tau lagi bagaimana cara menghadapi anak-anak yang tidak beretika itu.


Tiba-tiba Seseorang datang menendang pintu kelas hingga rusak. Yang ternyata adalah pak Adnan "Kurang ajar kamu ya, kamu ini murid macam apa, lancang sekali kamu menggoda guru mu sendiri, jangan kalian pikir saya tidak tau kelakuan kalian selama di kelas, asal kalian tau ya, saya memantau kalian dari CCTV" Bentak Adnan.


Anak itu menjatuhkan bunga di tangannya dan pergi meninggalkan kelas.


"Udah pak jangan marah-marah gitu sama anak-anak,lihat tuh mereka udah ketakutan" Ucap ku.


"Kalian jangan mencontoh perilaku Angga ya, bersikap baiklah pada guru" Tegas Adnan pada siswa-siswi itu.

__ADS_1


"Baik pak" Jawab mereka dengan serentak.


"Saya mau bicara sama kamu, ikut saya keluar" Kata Adnan.


Aku pun mengikuti nya keluar kelas.


"Asiyah..kamu nggak papa kan, kalau ada lagi murid semacam itu, kamu kasih tau saya ya, biar saya keluarkan murid itu dari sekolah ini" Kata Pak Adnan.


"Nggak usah di keluarin juga kali pak, dia memang murid nakal, tapi itulah tugas saya sebagai guru untuk merubah sikap buruknya itu, terlebih lagi karena saya adalah guru Agama, itulah tantangan yang harus saya hadapi untuk merubah karakter siswa-siswi pak" Ucap ku.


"Saya nggak peduli, apa jangan-jangan kamu naksir sama murid tadi, asal kamu tau ya saya selalu mantau gerak-gerik kamu di CCTV, jadi nggak akan saya biarkan satu murid pun mengganggu kamu apalagi menggoda kamu kayak tadi" Gumam Adnan.


"Astaghfirullah pak..saya itu cuma berusaha profesional dalam menjalani tugas saya, saya nggak pernah suka sama murid, tapi saya harus tetap pelan-pelan merubah sifat mereka menjadi baik dengan cara saya sendiri" Ucap ku.


"Saya itu cuma mau jagain kamu dari hal-hal yang tidak di inginkan" Kata Adnan.


"Udahlah pak jangan bahas itu lagi, saya permisi dulu pak, hari ini jam saya udah habis, saya harus buru-buru pulang besok hari Minggu, Abang saya mau nikah" Ucap ku sambil berjalan meninggalkan Adnan.


"Ayok saya antar" Kata Adnan.


"Nggak usah" Jawab ku. "Pokoknya kamu saya antar, titik.., ini perintah" Tegas Adnan.


"Maaf ya pak Adnan, saya bawa motor, lagian berdua-dua an di mobil itu bisa menyebabkan fitnah, jadi mulai hari ini saya nggak mau lagi bapak ajak kemana-mana" Ucap ku.


"Kalau gitu saya akan nikahin kamu" Kata Adnan.


Aku terdiam sejenak, mendengar kalimat itu,


"Saya nggak ada waktu bercanda sama bapak, saya pulang dulu pak, permisi" Ucap ku.

__ADS_1


"Saya nggak peduli pokoknya secepatnya saya akan temui keluarga kamu, saya mau kamu jadi istri saya lagi" Teriak Adnan.


Bersambung,,,


__ADS_2