Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
11. ikhlas Asiyah


__ADS_3

Sambil ia mengayun ku, Ia sedikit menghiburku "Kamu nggak ngambek lagi kan?" Tanya bang Adnan. "Siapa yang ngambek " Tanyaku balik.


"ya kamu lah, tadi kan kamu marah terus langsung ninggalin aku gitu aja" Ucap Adnan.


"siyah nggak ngambek kok, cuma sedikit sakit hati aja , karena di bilang wanita murahan" Ucapku.


"Udah jangan di masukin ke hati kata-kata Safira itu," Kata Adnan. "Iya bang Adnan" Jawabku.


"kenapa yah dia sepertinya berubah, sekarang lebih perhatian ,dan kenapa aku merasa setiap kata-kata yang ia ucapkan seperti nya tulus,, dia sweet banget yah ...astaga ..jangan baper siyah...sadar ..kamu cuma istri sesaat" Bisikku dalam hati.


"Oh yah, apa rencana kamu setelah kita cerai"Tanya Adnan. "Kok tiba-tiba aku nggak suka dengar kata cerai itu yah" Bisikku dalam hati.


"Asiyah!!kamu ngelamun ya" Tanya Adnan. "nggak ngelamun kok,,, Setelah aku bebas dari pernikahan ini, aku ingin lanjut kuliah , terus nanti cari kerja, terus cari uang banyak-banyak biar bisa bawa umi ke tanah suci "Jawab ku.


"Kalau kamu pengen Ke tanah suci sama umi kamu, saya bisa biayain semua pengeluaran kalian , kamu tenang aja saya akan bantu wujud kan mimpi kamu" Kata Adnan.


"Nggak usah bang,,aku mau berjuang sendiri, aku nggak mau berhutang sama bang Adnan"Ucapku.


"Tuh kan kamu selalu aja nolak pemberian saya" Kata Adnan. "Maaf bang Adnan, saya nggak bisa Nerima semua kebaikan Abang, karena saya ini bukan siapa-siapa, cuma beban di hidup Abang" Ucap ku


"Padahal saya ikhlas loh" kata Adnan. "Sekali lagi siyah minta maaf yah" Ucapku.


"Pokoknya nanti , kamu harus jaga diri baik-baik yah, kamu harus Istiqomah, tetap amalkan yang kamu pelajari di pesantren, tetaplah jadi wanita Solehah yang aku kenal" Kata Adnan. "Iya insyaallah bang" Ucapku.


Tiba-tiba Safira datang ke tempat itu "Adnan" Sapa nya . "Kok kamu tiba-tiba di sini" Tanya Adnan. "Kenapa?? kaget ya, bagus yah kamu ninggalin aku cuma buat menghibur Anak kecil ini" Kata Kak Safira.


"Safira kamu jangan kasar gitu dong" Kata Adnan. Aku hanya tertunduk di hadapan kak Safira ,karena takut akan di hina lagi.


"Oke aku akan bicara dengan baik sama Asiyah. Asiyah sayang...kakak mau bicara sebentar, boleh??" Tanya Kak Safira.


"Boleh kak ,silahkan" Jawabku. "Asiyah ..kalau kamu dan Adnan belum bisa cerai karena adanya nenek, nggak papa kok. karena Kakak ada ide yang sangat bagus, gimana kalau kamu bujuk nenek supaya merestui Adnan menikahi saya, ya..meskipun saya jadi istri kedua nggak masalah, setelah saya dan Adnan menikah , baru deh kita pikirkan gimana caranya supaya kamu dan Adnan bercerai" Kata Safira.

__ADS_1


"Asiyah maaf yah kalau ini membuat kamu tertekan, kalau kamu nggak mau nggak papa kok" Kata Adnan


"Nggak papa bang Adnan aku akan coba bicarakan ini dengan nenek" Ucapku.


"Baguslah, gitu dong baru namanya anak baik"Kata Safira.


Aku pun melangkah pergi dari tempat itu, nun Adnan menangkap tangan ku, "Kamu mau kemana," Tanya Adnan. "mau pulang" Jawabku.


"Adnan..Ngapain kamu pegang-pegang tangan dia" Bentak Safira. "Lepasin tangan saya bang Adnan" Ucapku.


"i..iya maaf siyah, saya cuma mau nganterin kamu" Kata Adnan. "Nggak Usah bang ,aku bisa sendiri" Ucapku.


"Nanti kamu kenapa-napa lagi kayak kemaren, biar saya anterin kamu ya" Kata Adnan. "Ya udah deh" Ujar ku. Safira kesal melihat Adnan yang perhatian pada ku, ia pun pergi dengan wajah masam.


Adnan pun mengantarku ke rumah.


***


"Nek..ada yang mau aku omongin sama nenek" Ucapku. "Ngomong aja siyah nenek dengerin kok" Kata nenek.


"Nek..kita semua kan tau ,kalau sebelum aku menikah dengan bang Adnan , kak Safira sudah lebih dulu bertunangan dengan bang Adnan.Siyah nggak enak sama kak Safira nek,kak Safira sangat sedih karena ditinggal nikah sama bang Adnan . Nek..gimana kalau Bang Adnan menikahi kak Safira , siyah nggak papa kok nek, siyah ikhlas" Ujar ku.


"Tidak bisa siyah, belum ada sejarahnya di keluarga ini ada laki-laki beristri dua, " Kata nenek.


"Nek ,,Adnan dan Safira itu saling mencintai nek, Adnan mohon nek , tolong kasih restu buat kami nek, kalau pun aku menikahi Safira, aku pasti akan tetap menyayangi Asiyah" Kata Adnan


"Adnan!! berbuat adil kepada dua istri sekali Gus itu tidak mudah" Bentak nenek.


aku dan Adnan pun hanya terdiam tak berani membantah nenek. "Sudahlah nenek istirahat dulu, tidak usah bahas itu lagi" Ucap nenek sambil meninggalkan kami di meja makan itu.


"Abang sabar dulu yah, aku akan terus bujuk nenek" Ucapku. "Terserah kamu deh" Kata Adnan dengan pasrah.

__ADS_1


***


Keesokan harinya saat usai sarapan pagi aku kembali membujuk nenek, "Nek.. siyah mohon nek tolong nenek pertimbangkan lagi ya nek, coba nenek pikir-pikir lagi, kalau bang Adnan punya istri dua, pasti rumah kita akan tambah ramai" Ucapku.


"Kalau mau lebih ramai lagi, suruh saja Adnan menikahi semua wanita yang ada ni kota ini" Jawab nenek.


"bukan gitu maksud siyah nek, maksud nya tuh kalau Bang Adnan tidak menikahi Kak Safira sementara mereka itu saling mencintai, pasti setan akan mengambil kesempatan nek, ujung-ujungnya pasti akan terjadi zina hati, zina mata, dan semacamnya, makanya nek sebaiknya mereka di nikahkan untuk menghindari itu semua" Ucapku.


"yang nenek pikirkan itu perasaan kamu Asiyah..di madu itu sakit sayang, kamu ngomong seperti ini karena kamu belum tau gimana rasanya" Kata nenek.


"Aku ikhlas kok nek " Ucapku. "Ya udahlah terserah kalian saja " Kata nenek.


"Nenek ngizinin aku nikah lagi?" Tanya Adnan. "Terserah kamu, kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan mu" Jawab nenek.


"Alhamdulillah.. terimakasih ya nek" Ucap Adnan sambil memeluk nenek.


"Makasih yah nek" Ucapku . "Asiyah ...kamu ini mau di madu tapi kok malah berterima kasih, padahal nenek itu khawatir sama perasaan kamu" Kata nenek.


"Nenek tenang aja yah, siyah akan baik-baik saja" Ucap ku.


Saat itu juga Adnan pun berlari ke kamar nya dan langsung menelpon Safira untuk memberitahukan kabar gembira itu.


melihat Adnan sebahagia itu, aku pun ikut bahagia.


Setelah bang Adnan usai menelpon Safira ia tiba-tiba menghampiri ku . "Makasih ya, semua ini berkat usaha kamu membujuk nenek , pokoknya sebagai rasa terima kasih aku, aku bakalan nurutin permintaan kamu , kamu mau apa ?? mobil?.. perhiasan..? Kamu tinggal sebutin aja aku pasti beliin kok" Kata Adnan.


"Aku nggak butuh semua itu kok, aku bukan tipe wanita yang gila harta" Tegas ku .


Bersambung,,


Dukung karya ini ya dengan cara vote dan kasih like nya,,

__ADS_1


__ADS_2