Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
15. Sisir Rambut


__ADS_3

Dua Minggu kemudian,,


Pagi yang cerah ,"Asiyah...Asiyah.." Teriak Adnan dari arah kamar.


"Kenapa bang Adnan," Saut ku. "sini kamu lihat nih ..lihat baik-baik ya ..kaki aku udah bisa gerak, aku udah bisa berdiri dan berjalan normal" Ujar Adnan dengan girang.


"Alhamdulillah..nenek pasti senang lihat Abang bisa jalan lagi" Ucapku.


"Asiyah terimakasih ya ,ini semua berkat usaha kamu menjaga ku dan merawat ku dengan baik" Ucap Adnan sambil memelukku.


"Iya sama-sama bang, tapi jangan modus yah, sana jauh-jauh dari ku" Ucap ku.


"Maaf-maaf, saya tadi spontan meluk ku karena rasa bahagia saya" Ucap Adnan.


"Alhamdulillah Adnan udah bisa jalan lagi ya" Kata nenek yang tiba-tiba datang dari kamarnya.


"iya nek kaki aku udah normal lagi" Kata Adnan. "Syukur deh,jadi nenek besok bisa berangkat dengan tenang,nggak perlu cemas lagi dengan kondisi kamu" Kata nenek pada Adnan.


"Jadi nenek berangkat nya besok , kira-kira nenek berapa lama di sana" Tanya Adnan.


"Nenek belum pastikan , nanti pasti nenek kabarin " Jawab nenek.


"Tak terasa hari menepati janji makin dekat, sebentar lagi aku akan terlepas dari status sebagai istri bang Adnan. tapi kenapa yah hati kecil ku malah serasa tidak rela untuk meninggalkannya.padahal harusnya aku sadar diri bahwa aku tak akan pernah mendapat kan cinta bang Adnan" Bisikku dalam hati.


***


Keesokan harinya,


pagi itu aku sedang menyisir rambut ku, aku pun mengunci pintu kamar seperti biasanya, supaya Bang Adnan tidak masuk kamar di saat aku menyisir rambut.


namun tiba-tiba Bang Adnan muncul..."Asiyah..sepatu saya ma...na... MasyaaAllah kamu cantik juga ya" Ucap nya .


"Astaghfirullahalazim...kenapa kamu masuk....aku tadi udah kunci pintu..keluar....keluar..." Teriakku sambil melempar nya dengan sisir rambut itu.


"Stop!!Jangan lempar lagi aku cuma mau nanya sepatu ku dimana??" Teriaknya.

__ADS_1


Adnan pun berlari keluar kamar, Karena aku terus melempari nya dengan setiap benda yang ada di tangan ku.


Aku langsung buru-buru memakai jilbab ,dan menemui nya di teras rumah.


"Bang Adnan..siyah nggak suka ya Abang lancang masuk kamar, lagian aku kan udah kunci pintu, kenapa Abang bisa masuk" Bentak ku


"Kamu lupa ya, aku kan punya kunci cadangan nya" Jawab Adnan.


"Walaupun Abang punya kunci cadangan,tetap saja itu tidak sopan, aku ini seorang wanita, nggak baik kalau Abang masuk ke kamar wanita tanpa izin" Bentak ku.


"Kamu nggak usah marah-marah gitu lah, lagian kan secara hukum kita udah nikah jadi kamu nggak usah panik gitu, saya cuma nggak sengaja masuk kamar, tapi kemarahan kamu ini udah kaya saya ngapa ngapain kamu aja" Ujar Adnan.


Tiba-tiba nenek datang. "Pagi-pagi kok udah ribut, ada apa Adnan " Tanya nenek.


"Nggak ada apa-apa kok nek, Oh ya nek siyah tadi katanya mau bantu nenek kemas-kemas" Kata Adnan.


"Nggak usah siyah , barang-barang nenek udah di kemas sama bibi kok, " Kata nenek.


"nenek..siyah pasti bakalan rindu sama nenek" Ucapku sambil memeluk nenek.


"Iya sayang...nenek juga pasti bakalan rindu sama siyah dan Adnan, kalian di sini baik-baik ya, jangan berantem , kalian harus saling mengingatkan ke jalan yang benar ya " Ujar Nenek.


"Iya sayang, nenek pasti akan jaga diri baik-baik, semoga nanti nenek bisa segera menimang cucu dari kalian ya, nenek tunggu kabar baik itu" Kata nenek.


"aduh..nggak kebayang deh gimana sedih nya nenek kalau nanti ia tau aku dan bang Adnan bercerai" Bisikku dalam hati.


"Iya nek ,nenek doain aja yah" Ujar Adnan. "Nenek pasti selalu mendoakan kalian" Ucap nenek.


***


Siang itu kami mengantar nenek ke bandara.aku pun memeluk nenek yang mungkin itu adalah pelukan untuk yang terakhir kalinya sebagai istri bang Adnan, karena setelah ini mungkin aku akan jadi orang asing bagi mereka.


"Nenek hati-hati ya" Ucap ku sambil memeluk nya.


"Iya sayang kalian baik-baik di rumah ya, kalian harus jadi keluarga yang rukun" Ucap nenek.

__ADS_1


"Iya nek , nenek tenang aja kita pasti akan baik-baik di sini" Kata Adnan.


***


Setelah pesawat nenek berangkat, kami pun bergegas pulang, namun tiba-tiba kak Safira muncul.


"Hai Adnan..." Sapa nya. "Safira ..kamu ngapain di sini ,bukan nya kamu ke luar negeri" Tanya Adnan.


"Ya aku dan keluargaku emang ke luar negeri,tapi aku pulang duluan" Jawab kak Safira.


"Oh gitu, ya udah aku sama Asiyah pulang dulu ya" Ujar Adnan. "Pasti bang Adnan cuma pura-pura tegar aja, padahal dalam hatinya dia pasti kangen bangat sama kak Safira" Bisikku dalam hati.


"Adnan, tunggu dulu... sebenarnya aku mau bahas soal rencana pernikahan kita dulu, aku udah berubah pikiran , aku minta maaf ya, karena waktu itu aku ninggalin kamu dan batalin semua acara pernikahan, Adnan..tolong beri aku kesempatan ya....dan kamu Asiyah, kamu masih ingat janji kamu kan untuk cerai dengan Adnan tepat saat nenek tidak ada di sini" Kata Safira.


"Iya kak Safira, aku ingat janji itu kok," Jawab ku.


"Maaf Safira , tapi nggak semudah itu , kamu ninggalin aku di saat aku lumpuh dan kamu kembali setelah aku terlepas dari kelumpuhan ku.dan selama aku sakit hanya Asiyah lah yang tulus merawat ku" Kata Adnan.


"Adnan ..kamu harus dengarkan penjelasan aku dulu.., saat itu aku nggak punya pilihan lain, karena orang tuaku nggak setuju dengan pernikahan itu karena kondisi kamu yang lagi lemah, tapi sekarang aku udah berhasil membujuk mereka ,dan mereka udah setuju" Ujar Kak Safira.


"Udah lah Safira , aku nggak mau mendengarkan apa-apa lagi , ...ayo siyah kamu naik ke mobil, kita pulang sekarang" Kata Adnan.


Aku pun naik ke mobil itu dan kami pergi meninggal kan kak Safira yang masih menangis , karena ucapan Adnan.


"Bang Adnan..lebih baik Abang pikirin dulu deh, kak Safira itu udah minta maaf, dan aku lihat dia itu tulus kok" Ucap ku.


" Itu kan yang kamu lihat , dalam hati nya belum tentu itu tulus" Jawab Adnan.


"HH..Terserah deh..oh ya kapan kita urus soal perceraian itu" Tanya ku.


"Kamu kayanya buru-buru banget ya mau cerai dari saya" Kata Adnan.


"Bukan gitu..tapi kalau kita nggak segera cerai ,aku nggak enak sama kak Safira, karena dari awal aku udah janji sama kak Safira kalau aku bakalan cerai sama Abang jika waktunya telah tiba." Ucap ku.


"Kalau saya nggak mau ceraikan kamu gimana??emangnya kamu nggak tertarik jadi istri saya?" Tanya Adnan

__ADS_1


Bersambung,,


Jangan lupa like dan vote ya,,


__ADS_2