
Di tengah candaan kami Tiba-tiba Ucapan salam dari arah pintu terdengar lagi.
"Assalamualaikum...."
Aku pun bergegas membuka pintu itu.
saat ku buka pintu itu..." Hai siyah" Sapa Reihan, yang datang dengan keluarga nya.
"Mampus aku..kenapa Adnan dan Reihan datang di waktu yang sama sih" Bisik ku dalam hati.
"Silahkan masuk pak...Bu..Reihan.." Sambut ku.
" Silahkan duduk..nak Reihan" Ujar umi.
Sementara itu aku melihat wajah Adnan tampaknya agak kesal. ia menatap Reihan dengan tajam. begitupun Reihan menatap Adnan dengan tajam pula.
"Begini Umi, saya dan keluarga saya, datang kemari untuk mendengarkan Jawaban dari Asiyah," Ujar Reihan.
"Maaf ya umi Asiyah,,maaf kalau kami terburu-buru, biasalah anak muda pasti maunya cepat-cepat. Reihan khawatir Asiyah nya keburu di pinang orang" Kata Mama Reihan.
"Nggak papa Bu," Jawab umi.
"Jadi gimana nih jawaban dari nak Asiyah" Tanya papa Reihan.
"Maaf sebelumnya, jawaban apaan sih, Terus kok tiba-tiba Reihan sekeluarga datang ke rumah Asiyah" Tanya Adnan.
"Bang Adnan, saya datang kemari untuk mendengarkan jawaban dari Asiyah, apakah dia menerima lamaran saya atau tidak" Jawab Reihan.
"Lamaran?? Kamu nggak bercanda kan" Tanya Adnan. "Saya serius pak" Jawab Reihan.
"Oh gitu, Apa perlu saya keluar dulu biar nggak mengganggu" Tanya Adnan dengan tatapan tajam nya pada Reihan.
"Nggak perlu Adnan, nak Adnan di sini aja nggak papa" Kata umi.
Sedangkan bang Abi dan kak Lina justru mereka yang tegang melihat Adnan dan Reihan seakan perang dingin. karena saling menatap dengan tatapan tajam.
"Langsung saja ke intinya nak Asiyah, jadi gimana jawabannya" Tanya mama Reihan.
__ADS_1
Aku pun terpaksa harus menjawab sejujurnya.
"Reihan..aku tau kamu adalah laki-laki Soleh, kamu juga baik, kamu mapan, ada banyak wanita yang mungkin kagum sama kamu tanpa kamu sadari. Tapi kamu sendiri tau kan Rei, aku hanyalah wanita sederhana, aku hanya seorang janda, tak pantas rasanya jika aku mendapat kan laki-laki sesempurna kamu, aku yakin pasti kamu akan mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari ku, maaf Rei aku nggak bisa menerima lamaran kamu, kamu laki-laki yang baik, terlalu sempurna untuk wanita seperti ku, sekali lagi aku minta maaf ya Rei" Tutur ku dengan lembut.
Mendengar ucapan ku itu Adnan yang tadinya menatap tajam Reihan tiba-tiba tersenyum tipis.
"Janda?? Rei kamu nggak pernah bilang sama mama soal itu" Ujar nama Reihan.
"Maaf ma, Aku lupa ceritain sama mama dan papa" Kata Reihan.
"Baiklah, meskipun pahit aku harus terima jawaban dari kamu siyah" Ujar Reihan.
Beberapa menit kemudian Reihan dan keluarga nya pun pulang.
Setelah itu Adnan pun senyum-senyum tidak jelas. mungkin dia merasa itulah kemenangan nya.
"Pak Adnan kok senyum-senyum nggak jelas sih, bapak ngapain lagi di sini, udah mending pak Adnan pulang aja deh" Ucap ku.
"Asiyah..Asiyah...calon suami kok di suruh pulang" Kata Bang Abidzar.
"Asiyah, jangan galak-galak dek" Ujar kak Lina.
"Kayanya ada yang udah otomatis keterima nih" Sindir Bang Abi.
"Ih..Abidzar bikin aku malu aja deh,," Ujar Adnan dengan senyuman nya.
"O..jadi pak Adnan senyum-senyum gara-gara bapak ngiranya saya Nerima lamaran bapak,,HH..jangan kepedean pak" Ucap ku.
"Udahlah siyah,,kamu nggak usah gengsi, saya nggak mau lama-lama siyah, kalau bisa besok juga kita nikah" Ujar Adnan.
"Oh ya saya ada hal penting yang mau saya omongin" Ucap ku.
"Umi ke belakang dulu ya" Kata umi.
"Aku juga ke belakang yah" Kata Bang Abi.
"Aku juga.." Kata kak Lina.
__ADS_1
"Kalian ini apa-apaan sih, kok pada pergi" Tanya ku.
"Pasti kalian kan mau bicara serius, kami nggak mau ganggu" Ujar bang Abi.
"Aku cuma mau bahas soal kerjaan kok" Ucap ku.
Tapi tetap saja bang Abi, kak Lina dan umi pergi ke belakang.
"Jadi kamu mau bicara soal apa nih, kalau soal mahar kamu tenang aja, lima ratus juta kurang nggak yah, tapi kalau kurang nggak papa satu M Juga saya sanggup kok" Kata Adnan dengan pedenya.
"Ih kamu bicara apaan sih, Aku tuh mau bahas soal Kejadian kemaren pas kita di kurung di gudang. Ini adalah surat atas nama Angga yang menyuruh ku untuk datang ke kafe itu, dan ternyata tulisan nya itu nggak sama dengan tulisan Angga, justru tulisan nya sama dengan tulisan Juli, dan setelah aku cari tau,Ternyata saat kejadian itu, Angga ada di luar negeri. segala bukti yang aku dapat menunjukkan bahwa Juli lah pelaku nya" Ujar ku dengan menunjukkan surat itu dan buku Juli pada Adnan.
" Kok dia ngelakuin itu sih, apa kamu ada masalah sama Juli, atau kamu pernah buat dia tersinggung" Tanya Adnan.
"Yah..mungkin saja aku udah jadi masalah buat dia" Ucap ku.
"Maksud kamu apa?" Tanya Adnan. "Kata Tika, Juli suka sama bapak," Ucap ku.
"Masuk akal juga sih, saya kan tampan, cewek-cewek tergila-gila sama saya, Jadi kecemburuan dia mungkin membuatnya berbuat nekat, tapi kamu tenang aja yah, kalau nanti kamu jadi istri saya, saya akan menjaga kamu dari hal-hal semacam itu, nanti saya jagain kamu 24 jam, pokoknya kamu saya gandeng terus deh" Ujar Adnan.
"Udah kamu pulang aja deh, kuping aku udah mau meledak dengar kata-kata kamu" Ucap ku.
"Kenapa sih,,aku kan cuma mau melindungi kamu" Kata Adnan
"Dari tadi pak Adnan kayanya percaya diri bangat yah kalau saya terima lamaran bapak, padahal saya kan belum jawab apa-apa" Ucap ku.
"Ya udah sekarang saya serius nih,, Asiyah putri yanti, saya Muhammad Adnan Alfarizi menanti Jawaban mu, apakah kamu menerima lamaran ku, bersediakah kamu menjadi istri ku, menemaniku sepanjang hidup ku, maukah kamu menjadi istri dunia akhirat ku" Tanya Adnan dengan serius.
Aku dibuat terharu dengan ucapan Adnan itu.
"Maaf pak Adnan..tapi saya.."
"Tapi apa siyah??" Tanya Adnan.
"Tapi saya tidak pernah bisa melupakan seorang laki-laki dari ingatan saya, laki-laki yang membuat saya nyaman, dan saya yakin bahwa laki-laki itu bisa membimbing saya ke jalan Allah" Ujar ku.
"laki-laki?? Siapa? apakah selama lima tahun setelah kita berpisah kamu menemukan seorang laki-laki yang kamu suka?" Tanya Adnan.
__ADS_1
Bersambung,,
Jangan lupa like nya ya,,vote dan kasih jejak di kolom komentar,, dukungan kamu adalah penyemangat author. terimakasih,,author sayang kalian,,