
Jangan lupa vote dan like ya,, kasih jejak juga di kolom komentar, dukungan kamu adalah penyemangat author, author sayang kalian.
***
"Nggak ada urusan lagi kan pak, udah pak Adnan mendingan pulang aja deh" Ujar ku.
"Hush..Asiyah nggak boleh ngomong gitu" Tegur Umi.
"Sebenarnya ada hal penting yang mau saya bicarakan dengan umi," Kata Adnan. "Hal penting apa nak" Tanya Umi.
"Begini Umi, saya berniat menikahi Asiyah lagi,saya janji tidak akan mengecewakan umi dan Abidzar lagi, saya tau dulu saya udah bikin kalian kecewa, tapi kali ini tolong kasih saya kesempatan umi" Ujar Adnan.
"Nak Adnan, umi sangat menghargai niat baik kamu, tapi tetap saja Asiyah lah yang berhak memutuskan" Jawab Umi.
"Kalau Asiyah sih pasti setuju umi" Kata Adnan.
"Pak Adnan kepedean bangat yah," Ujar ku.
"Asiyah saya serius, tolong kamu pikirkan baik-baik yah, saya tau kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti saya, Sebenarnya lima tahun terakhir ini saya tidak pernah membuka hati saya kepada wanita mana pun, yang ada di hati saya hanyalah Asiyah, saya rapuh tak berdaya saat di tinggalkan oleh Asiyah, saya putus asa, tapi perlahan saya berusaha bangkit dan fokus untuk membangun sebuah sekolah supaya saya bisa melupakan siyah, tapi ternyata saya malah semakin merindukan nya, hingga suatu hari saya menemukan siyah di kota ini, dan setelah saya cari tahu, ternyata siyah sedang mencari pekerjaan, sehingga saya pun memasukkan siyah ke sekolah yang saya bangun sendiri.Kini saya tidak ingin melepaskan siyah lagi," Ujar Adnan.
"Pak Adnan, maaf ya, aku belum bisa jawab, tolong kasih aku waktu berpikir" Ucap ku.
"Nggak papa kok, saya akan menunggu Jawaban dari kamu" Kata Adnan.
"Nak Adnan kan tau sendiri, kami ini hanya keluarga biasa, apa alasan kamu untuk kembali bersama Asiyah putri ku" Tanya Umi.
"Umi..Cinta tumbuh tanpa butuh alasan, saya tidak bisa mendeskripsikan bagaimana sisi baiknya Asiyah, tapi tanpa melihat itu semua hati saya selalu berkata bahwa Asiyah lah yang saya inginkan menjadi pendamping saya, Saya akan berusaha untuk membimbing Asiyah ke jalan Allah, dan menjaga Asiyah sepanjang hayat saya, Saya akan menuntun Asiyah agar bisa menjadi istri dunia akhirat saya umi" Ujar Adnan.
"Umi bisa melihat ketulusan hati kamu nak, tapi beri Asiyah waktu untuk berfikir ya" Kata Umi.
"Iya umi, baiklah kalau begitu saya pulang dulu yah umi..Asiyah..saya pamit karena hari udah mulai sore, Assalamualaikum" Ucap Adnan.
"Waalaikumussalam" Jawab ku dan umi.
Adnan pun pergi meninggalkan rumah ku.
__ADS_1
***
Adzan Maghrib berkumandang, aku menunaikan kewajiban ku yaitu sholat. Sesudah sholat dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an seperti biasa nya.
Hingga sholat isya usai.
***
Malam itu tiba-tiba umi datang ke kamar ku.
"Asiyah, di luar ada Reihan sama orang tuanya" Kata Umi. "Ngapain mereka kesini mi" Tanya ku.
"Umi juga nggak tau nak, ya udah buruan pasang jilbab mu, habis itu kamu bawa teh ke ruang tamu" Kata Umi.
Aku pun buru-buru pasang jilbab dan langsung ke dapur untuk membuat teh.
Setelah itu aku mengantarkan nya ke ruang tamu.
"Assalamualaikum semuanya, silahkan di minum teh nya" Ucap ku sambil meletakkan teh itu di meja.
"Halo pak..halo Bu apa kabar" Sapa ku. "Kabar kami baik nak, jadi ini ya yang namanya Asiyah, MasyaaAllah cantik bangat ya, Sopan .. Solehah lagi" Kata Mama Reihan.
"Ibu bisa aja deh.." Ujar umi.
"Reihan, tumben malam-malam ke sini, kalau kamu kasih tau terlebih dahulu, aku kan bisa siapin makanan yang banyak" Ujar ku.
"Nggak perlu repot-repot siyah" Ujar Reihan.
"Jadi begini bu, kedatangan kami ke sini adalah untuk melamar Asiyah menjadi istri putra kami Reihan" Ujar Papa Reihan kepada Umi ku.
"Astaga..kok jadi gini yah, tadi sore Adnan..sekarang Reihan..nanti siapa lagi nih yang mau datang" Bisik ku dalam hati.
"Begini pak..Bu..saya sebagai umi nya Asiyah, tidak bisa memaksa ataupun melarang Asiyah, semua keputusan ada di tangan Asiyah, nak Reihan ini memang Soleh, baik dan sopan, umi suka kok, tapi tetap saja Asiyah lah yang akan menentukan pilihan nya" Ujar Umi.
"Kami nggak buru-buru kok Bu, Asiyah bisa berpikir dulu, kami juga paham kok perihal jodoh itu memang agak rumit" Kata mama Reihan.
__ADS_1
"Asiyah...maaf yah, kalau aku tiba-tiba datang ke rumah kamu untuk ngelamar kamu, maaf kalau kamu kurang nyaman" Kata Reihan.
"Nggak papa kok Rei, ini kan seperti sebuah silaturahmi,aku malah senang kok bisa bersilaturahmi dengan keluarga kamu" Ujar ku.
"Nak Asiyah ini seorang guru ya" Tanya mama Reihan.
"Iya Bu" Jawab ku. "Pantesan ya, dari gaya bicaranya, sopan santun nya, etika nya, semuanya itu baik ya, apalagi nak Asiyah ini pasti pintar, beruntung ya ibu punya anak kayak Asiyah ini" Kata mama Reihan pada umi.
" Ibu juga beruntung punya anak Soleh seperti Reihan," Jawab Umi.
Satu jam berlalu, Akhirnya Reihan dan keluarga nya pun pulang. "Huh.. umi..ini gimana, Tadi Adnan datang sekarang Reihan, aku pusing mi,siyah nggak usah nikah aja deh" Ujar ku.
"Jangan ngomong gitu dong, Kalau kamu bingung pilih yang mana, kamu sholat istikharah dulu ya nak" Kata Umi
"Aku bukan bingung soal memilih umi, dari awal hati siyah udah memilih, permasalahan nya adalah siyah nggak tau gimana cara nolak salah satu dari mereka" Ucap ku.
"Maksud nya kamu udah nentuin pilihan kamu" Tanya Umi.
"Umi.. sebenarnya dari dulu sampai sekarang di hati siyah cuma ada Adnan, tapi karena perbedaan yang terlalu jauh, membuat aku semakin terpisah dengan nya" Ucap ku.
"Ikuti saja kata hati kamu nak, kamu pikirkan baik-baik dulu ya, Udah sekarang mendingan kamu tidur dulu, besok kan mau kerja lagi" Kata Umi.
"Iya..iya..oh ya..bang Abidzar sama kak Lina kapan pulang sih," Tanya ku.
"Umi juga belum tau," Jawab umi.
"HH..bang Abi mentang-mentang punya istri, adiknya malah di lupain, masa dia nggak mau kasih tau aku dia mau honeymoon kemana" Ucap ku.
"Asiyah kok kayak bocah si nak, ya iyalah dia nggak ngasih tau, Abidzar pasti takut kalau kamu tau kamu bakalan nyusul" Kata Umi.
"Umi, kok malah belain bang Abi," Canda ku.
"Udah tidur sana" Tegas umi.
Bersambung,,
__ADS_1