
"Saya nggak belain siapa-siapa pak, saya cuma mau mencari kebenaran, dan sebelum saya tau kebenaran nya saya nggak akan biarin bapak memperlakukan Angga seperti ini tanpa adanya bukti" Tegas ku.
"Asiyah!! Saya berusaha jagain kamu tapi kamu malah belain anak ini!!" Bentak Adnan dengan wajah penuh emosi. Tatapannya yang begitu kejam membuat air mata ku menetes tanpa ku sadari.
"Adnan yang saya kenal nggak kayak gini" Ucap ku dan pergi meninggalkan Adnan di ruangan itu.
***
Setelah pulang dari Sekolah, Aku diam-diam mencari tahu tentang Angga.
Aku mencari alamatnya dari teman-teman sekelasnya.
Aku pun langsung bergegas ke rumah Angga. Sesampainya di sana, aku benar-benar takjub dengan rumah Angga yang besar dan megah.
"Ternyata benar yah.. murid-murid di sekolah semuanya orang-orang kaya" Bisik ku dalam hati.
Aku bertanya kepada seorang satpam di rumah Angga.
"Pak..ini benar rumah Siswa bernama Angga?" Tanya ku. "Iya ada perlu apa ya" Tanya balik satpam itu.
"Angga nya ada pak" Tanya ku. "Nggak ada Bu, tuan Angga lagi keluar, ibu ini guru di sekolah tuan Angga ya" tanya Satpam itu.
"Iya pak saya gurunya," Jawab ku. "Aduh,,pasti Bu guru ke sini karena dua hari terakhir ini tuan Angga nggak masuk sekolah ya, saya atas nama tuan Angga minta maaf ya Bu, soalnya dua hari terakhir ini tuan Angga pergi ke luar negeri sama orang tuanya, mereka baru pulang tadi pagi bu, itu pun tuan Angga nya langsung pergi sekolah" Kata pak satpam.
"Oh..gitu ya..baru sampe kok langsung pergi sekolah ya, harusnya kan istirahat dulu" Ujar ku.
"Mungkin karena akhir-akhir ini tuan Angga selalu di marahi mamanya kali, katanya tuan Angga selalu berbuat ulah di sekolah, tapi anehnya sekarang Tuan Angga malah berubah, dia itu kayak giat bangat sekolahnya" Kata Pak Satpam.
"O..gitu..bagus deh kalau Angga berubah, ya udah saya pergi dulu ya pak Assalamualaikum" Ucap ku.
*-*
"Kalau ucapan satpam itu benar, sudah pasti pelakunya bukan Angga, Angga baru pulang dari luar negeri tadi pagi, jadi nggak mungkin pelakunya dia, tapi siapa ya" Tanya ku dalam hati.
Tiba-tiba aku teringat dengan surat itu. Untungnya aku masih menyimpan nya di tas ku. Aku memperhatikan surat dari Angga itu dengan teliti " Kalau kemaren Angga ada di luar negeri, berarti ini pasti bukan tulisan dia," Bisik ku dalam hati.
Karena hari sudah mulai sore, Aku pun segera pulang meskipun belum menemukan jawaban nya.
***
__ADS_1
Malam itu aku teringat Sikap Adnan tadi pagi yang membentak-bentak ku dengan emosi.
"Kenapa sih Adnan jadi keras gitu" Bisik ku dalam hati.
Tiba-tiba kakak ipar ku masuk ke kamar ku. "Kak Lina.. ngagetin aja deh" Ujar ku. "Asiyah..kok kamu ngelamun aja sih, makan yok, umi udah panggil-panggil kamu dari tadi tapi kamu nggak dengar" Kata Kak Lina.
"Iya-iya..nanti aku makan" Ucap ku. "kamu lagi ada masalah ya, coba kamu cerita sama kakak, siapa tau aku bisa bantu" Kata Kak Lina.
"Kak..kalau bang Abidzar marahin kakak, kakak bakal ngapain ya" Tanya ku.
"Kalau laki-laki sudah marah jangan malah dimarahin balik, kalau dia masih marah-marah, kakak akan tunggu sampai kemarahan nya reda, baru kakak bicara baik-baik, Kalau orang marah kita marahin balik pasti akan meledak, keadaan akan tambah kacau" Kata Kak Lina.
"O..gitu.." Ujar ku. "Emang ada apa sih, kamu ribut sama pacar kamu ya" Tanya Kak Lina.
"Nggak..nggak..aku nggak punya pacar, Udah-udah..ayok kita makan" Ajak ku.
***
Keesokan harinya,
saat aku memarkirkan motor ku. aku tak sengaja berpapasan dengan Adnan.
"Asiyah.." Panggil Adnan. Aku pura-pura tak mendengar nya.
Aku lanjut berjalan menuju ruang guru. Adnan menghentikan langkah ku dengan menarik tas ku hingga aku hampir jatuh.
"Astaghfirullahalazim.. Apa-apaan sih pak, saya hampir jatuh nih" Gumam ku.
"Siapa suruh kamu pergi, dari tadi saya udah panggil kamu" Kata Adnan.
"Ada perlu apa" Tanya ku. "Maafin saya" Ucap Adnan.
"Kenapa minta maaf pak" Tanya ku.
"Saya tau kemaren pasti kamu sakit hati karena saya marah-marah nggak jelas" Kata Adnan.
"Emang iya..saya benar-benar kecewa sama bapak, saya akan buktiin sama semua orang kalau Angga tidak bersalah" Ujar ku.
"Kenapa sih kamu segitu pedulinya sama Anak itu, apa jangan-jangan kamu suka sama dia, ingat siyah dia itu murid kamu,nggak pantes seorang guru suka sama murid nya" Kata Adnan.
__ADS_1
"Astaghfirullah pak..bapak jangan sembarangan ngomong ya...terserah deh kamu mau bilang apa..saya pergi dulu permisi pak" Gumam ku.
"Asiyah..awas aja ya..kalau sampai kamu suka sama anak itu!!" Teriak Adnan.
***
Aku melanjutkan mencari tahu tentang kebenaran nya. Pagi itu aku menceritakan semuanya pada Tika.
Aku mengajak Tika berdiskusi di kantin.
"Tik ...tenyata kejadian kemaren itu bukan ulah Angga, hari itu dia ada di luar negeri" Ucap ku.
"Terus siapa dong" Tanya Tika. "Aku juga nggak tau tik" Jawab ku.
"Aku juga nggak percaya sih kalau itu ulah Angga" Kata Tika. "Satu-satunya bukti adalah surat ini" Ucap ku sambil menunjukkan surat misterius itu.
"Gimana kalau sekarang kita ambil catatan Angga dulu, kalau tulisan nya beda berarti pelakunya bukan Angga" Kata Tika.
Aku dan Tika menemui Angga. "Angga mana catatan kamu" Tanya ku. "Untuk apa Bu" Tanya Angga. "Udah..kasih aja Angga" Ujar Tika.
Angga pun memberikan buku catatannya pada kami.
Aku dan Tika memperhatikan tulisan itu dengan teliti. "Kamu lihat kan tik, ini tulisan nya beda bangat" Ucap ku. "Iya benar,, berarti pelakunya bukan Angga" Ujar Tika.
"Jadi siapa dong..." Tanya ku.
"Bentar..bentar..aku kayanya mulai curiga dengan seseorang" Kata Tika.
"Curiga??..sama siapa tik" Tanya ku.
"Asiyah.. sekarang aku baru ingat kalau kafe tempat kalian di sekap itu ada hubungannya sama Juli. Itu adalah kafe dari sepupu Juli" Kata Tika dan langsung pergi begitu saja.
"Tika kamu mau kemana" Tanya ku sambil berjalan mengikutinya.
Tika bergegas ke ruang guru untuk mencari tulisan Juli. Aku pun mengikuti Tika saja.
Dan Akhirnya kami pun menemukan sebuah buku yang ada tulisan Juli di dalam nya.
Bersambung,,
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan tinggalin jejak di kolom komentar ya,, dukungan dari kamu membuat author semangat,,