
"Saya emang lapar, tapi saya bisa makan di rumah, udah sana kamu aja yang makan, di sekitar sini pasti ada restoran" Ucap ku.
"Ayolah Bu...kali ini aja,, saya lagi butuh teman curhat nih Bu" Bujuk Angga.
"Kamu pikir saya teman kamu apa?? kalau mau curhat, curhat sana sama teman kamu, saya ini guru kamu ya..buka teman.." Tegas ku.
"Bu Asiyah..tega bangat yah,, ya udah sekalian aja saya nggak usah makan, biarin aja deh saya di sini sampai pingsan," Kaya Angga.
"Ya udah deh..ayok buruan" bentak ku.
Angga pun mengajak ku makan di sebuah Restoran.
"Kamu kok ngajak saya ke sini, ini kan restoran mahal, kalau uang saya nggak cukup gimana??" Tegur ku.
"Udah tenang aja, kita makan aja dulu, urusan pembayaran belakangan aja" Ujar Angga.
Aku semakin di buat kesal dengan tingkah anak itu.
Angga pun memesan makanan. Aneh nya Angga bahkan pergi ambil minuman sendiri di restoran itu.
"Tenang aja Bu Asiyah,, kita makan aja dulu, ini restoran paman saya, kita nggak bayar juga nggak papa kok" Ujar Angga.
Aku pun mulai makan meskipun rasanya tingkah Angga ada yang aneh.
Angga seperti nya tampak nikmat meminum segelas air.
"Tadi kamu lapar, kok malah minum Mulu sih, kamu makan juga dong, nanti kamu sakit perut gimana" Tegur ku.
"Udah, jangan pedulikan aku, makan saja makanan mu" Ujar Angga.
"Anak ini omongannya makin kurang ajar aja deh" Gumam ku.
"Bu..minuman saya habis, saya ke belakang dulu , mau ngambil lagi" Ujar Angga.
"Ini kan ada air putih, ini tadi udah pesan jus juga, minum ini aja, kan sama-sama minuman, harusnya kamu tuh makan dulu Angga, jangan minum Mulu" Tegas ku.
"Minuman yang saya mau beda sama yang ibu tawarin, ya udah saya ambil ke belakang dulu ya" Ujar Angga.
__ADS_1
Angga pun pergi ke belakang. Sementara aku lanjut makan.
Beberapa saat kemudian, aku sudah selesai makan dan sudah menunggu Angga hampir setengah jam,tapi ia belum muncul juga.
Aku pun mencarinya di sekitar restoran, saat aku mencari tiba-tiba mendengar suara dari sebuah ruangan,
Aku memberanikan diri untuk mengecek nya, dan ternyata itu adalah Angga yang duduk di lantai sambil minum.
"Angga...saya cariin kamu dari tadi, eh ternyata malah di sini, saya mau pulang nih, ini uangnya,, kamu aja yang bayar ya" Ujar ku
"Udah ku bilang nggak usah bayar,ini restoran punya paman ku" Kata Angga dengan tatapan mata lesu.
"Ya udah kalau gitu saya pulang dulu" Ucap ku.
"Bentar dulu dong, aku belum sempat curhat, kamu duduk dulu ya, anggap aja rumah kita," Kata Angga sambil melanjutkan meminum minuman nya.
"Dari tadi kamu nggak berhenti minum, sebenarnya kamu minum apa sih, dari tadi saya suruh makan kamu malah minum Mulu" Ucap ku.
"Nggak penting aku minum apa, kamu tau nggak sih, aku tuh masih SMA, masih mau menikmati masa remaja, tapi papi sama mami udah paksa belajar ngurusin bisnis, aku tuh pusing mikirin nya, belum lagi aku di paksa tunangan sama perempuan yang aku nggak suka, perempuan nya tuh jelek bangat tau, kalau perempuan nya kayak kamu sih..aku mau bangat," Ujar Angga.
"Asiyah..kamu satu-satunya wanita yang membuat aku luluh, Cinta itu tak memandang usia, lagi pula kita hanya beda dua tahun," Ujar Angga.
"Astaghfirullah..Angga kamu udah gila ya..saya itu guru kamu, kamu yang sopan dikit dong, lagi pula kamu salah Angga,, jarak usia kita itu hampir lima tahun, kamu kan baru naik kelas 12" Ujar ku.
"Haha...kamu yang salah..aku tuh sering tinggal kelas, mungkin itu takdir supaya aku bisa ketemu kamu, kalau aku nggak tinggal kelas mungkin aku sudah lama lulus dan tidak sempat memperguru gadis cantik seperti mu" Kata Angga.
"Kamu jangan kelewatan ya,,saya ini guru kamu" Bentak ku.
"Aku ada ide, gimana kalau kita aja yang tunangan, biar nanti aku kenalin kamu sama papi mami, pasti mereka akan senang," Ujar Angga.
"Kamu makin gila ya,,Angga..minum khamr itu haram, kamu tau hukum nggak sih" Bentak ku.
"Hehe..nggak tau,, ajarin dong cantik.." Kata Angga sambil mendekati ku.
"Kamu jangan kurang ajar Ya.." Bentak ku.
Angga semakin Parah mabuk nya, hingga ia berdiri dan tak sengaja terjatuh ke arah ku. Tiba-tiba ada orang melihat, "Kalian ngapain di sini" Tanya laki-laki itu.
__ADS_1
"Tolong pak..ini ada orang mabuk" Ucap ku.
"Kalian pasti berzina kan?" Kata Laki-laki itu.
"Astaghfirullahalazim nggak pak,," Elak ku.
Laki-laki itu tetap saja tidak percaya, kami pun di bawa dan di interogasi oleh beberapa orang yang bekerja di restoran itu.
Tiba-tiba pemilik restoran yang Ternyata paman Angga pun datang.
"Angga,,ada apa lagi ini?" Tanya Paman Angga.
"Ini pacar ku, emangnya kenapa..ada masalah?" Tanya Angga.
"Nggak saya bukan pacar Angga, saya guru nya, jangan dengarkan omongan dia, dia kan lagi mabuk" Tegas ku.
" HH..mabuk?? Siapa yang mabuk?? meskipun aku minum bir, aku nggak mabuk, minum sepuluh botol pun nggak akan mabuk" Ucap Angga.
"Kamu mabuk Angga..masih aja ngelak, jalan aja udah oleng kayak orang gila" Tegas ku.
"Kamu nggak usah malu , ngaku aja kalau kita pacaran" Kata Angga.
"Astaghfirullahalazim..kalian semua jangan percaya,dia ini lagi mabuk" Ujar ku.
" Saya percaya sama Angga, dan menurut saya pacaran kalian sudah kelewatan, sebaiknya kalian nikah saja" Kata paman Angga.
"Bapak ngomong kayak gitu karena untuk menutupi keburukan Angga kan, supaya seakan akan ini salah kami berdua, padahal Angga yang buat masalah" Tegas ku.
"Ini sudah jelas, staf saya tadi nemuin kalian berdua di ruangan kosong sedang berbuat zina, Udah deh kamu nggak usah ngelak lagi, jilbab mu tidak bisa menutupi kelakuan buruk mu" Ujar paman Angga.
"Saya nggak terima ya..ini nggak Adil..kamu belain Angga Karena ikatan keluarga," Bentak ku.
Aku semakin panik dengan masalah itu, dan mengingatkan ku pada peristiwa lima tahun lalu saat di fitnah berzina dengan Adnan.
Bersambung,,
Jangan lupa like ya,, vote dan kasih bintang juga ya,, dukungan dari kamu adalah penyemangat bagi author, terimakasih..
__ADS_1