
"Umi..mahar sebanyak itu buat apa? Itu kebanyakan mi, lagi pula aku nggak mau berlebihan, pestanya nggak perlu besar" Ucap ku.
"Biarin aja siyah, itu kan bentuk keseriusan dia, mau nolak juga umi nggak enak, lagi pula nanti uang itu bisa kita gunakan untuk membantu yang membutuhkan" Kata Umi.
Keesokan harinya,,
Pagi yang cerah, aku hampir saja berangkat ke sekolah tapi Adnan yang tiba-tiba datang menghentikan ku di halaman rumah.
"Assalamualaikum...mau kemana Bu Asiyah, hari ini nggak usah ngajar dulu" Sapa Adnan.
"Waalaikumussalam, loh kok gitu" Tanya ku.
"Hari ini kan kita mau milih baju," Jawab Adnan.
"Harus sekarang bangat yah" Tanya ku.
"Iya Asiyah.." Jawab Adnan.
"Ya udah deh, bentar ya aku panggil umi sama kak Lina dulu, tapi kalau bang Abidzar kayaknya nggak bisa ikut, dia udah pergi kerja" Ucap ku.
"Tumben kamu langsung nurut, biasanya pasti aja cari-cari alasan" Tanya Adnan.
"Nurut salah,,nggak nurut makin salah, maunya gimana sih" Gumam ku.
"Kamu ngambek? Itu aja kok ngambek" Ucap Adnan.
"Dari sekarang aku harus belajar lebih nurut sama kamu, nanti kalau aku udah benar-benar jadi istri sah, berarti aku kan harus taat sama suami" Ucap ku.
"MasyaaAllah...belajar dari mana kamu, kata-kata kamu sangat bermakna, mantap bangat pokoknya" Kata Adnan.
"Aku alumni pesantren, ya pasti belajar dari sana lah" Ucap ku.
"Oh iya kamu kan istri dari penjara suci yang Allah takdir kan bersama ku, ya..walaupun terpisah selama lima tahun, akhirnya kita dipertemukan lagi" Kata Adnan.
"Udah..udah..mending kamu duduk dulu ya, aku ke dalam dulu, biar aku ajak umi sama kak Lina dulu" Ujar ku.
***
Kami pun berangkat ke tempat desainer yang di maksud Adnan.
Sesampainya di sana kami mencoba beberapa baju.
Saat aku mencoba baju yang ketiga, aku pun menunjukkan nya pada mereka.
"Umi..ini berlebihan bangat deh, nggak ada yang sesuai sama yang aku inginkan" Ucap ku.
"MasyaaAllah...cantik bangat kamu dek.." Puji kak Lina
__ADS_1
"Iya serius cantik, cocok bangat sama kamu" Ucap Adnan.
"Iya cantik kok sayang..." Ucap Umi.
"Beneran cocok nih?" Tanya ku.
"Iya Asiyah. cocok bangat malah" Ucap Adnan.
***
Keesokan harinya,, aku menyempatkan untuk ziarah ke makam ayah ku.
"Abi , kini aku akan menikah, maaf Abi,,, wali ku bukan Abi, tapi bang Abidzar, Abi setuju kan dengan pernikahan ku, Abi tenang aja Adnan baik kok" Ucap ku Sambil menangis menatap makam Abi.
Aku teringat Saat aku masih kecil, Abi sering kali memanjakan ku, melindungi ku, dan selalu menjadi yang terbaik bagi ku.
****
Beberapa hari kemudian,,,
Hari pernikahan pun tiba, Setelah beberapa hari kami mengurusi persiapan nya, akhirnya hari yang di tunggu pun tiba.
Acara Akad berlangsung, entah kenapa Air mata ku tak henti menetes, rasanya seperti mimpi, karena kami sudah berpisah selama lima tahun, aku tak menyangka bisa bersatu lagi dengan nya.
***
"Umi, sebenarnya aku masih ingin tinggal sama umi" Ucap ku sambil memeluk umi dan menangis.
"Asiyah sayang, Umi kan bisa datang kapan pun ke tempat kalian, dan kamu juga bisa datang ke sini kapan pun kamu mau, memang sudah seperti itu aturan nya nak, istri haruslah mengikut suami kemanapun ia pergi," Ujar Umi.
"Umi jaga kesehatan ya, Aku bakal usahain untuk sesering mungkin ke rumah ini" Ucap ku.
"Iya sayang,,Asiyah juga jaga kesehatan ya," Kata Umi.
"Umi tenang aja yah, Adnan akan selalu menjaga Asiyah" Ujar Adnan.
"Asiyah, selamat ya dek, akhirnya kamu nggak sendiri lagi, berarti sekarang kamu jadi nyonya besar dong nih" Canda Kak Lina.
"Kak Lina apaan sih,," Ucap ku.
"Asiyah..kamu harus jadi istri yang baik ya, sekarang Abang percayakan Adnan untuk menjaga kamu" Ujar Bang Abi.
"Bang Abidzar..Aku tetap adik kesayangan kan?" Tanya ku sambil tersenyum,
"Iya siyah,, sampai kapan pun cuma Asiyah adik kesayangan Abang, kalau sama Abang kamu boleh kekanak-kanakan, tapi sekarang peran kamu adalah sebagai istri Adnan, kamu harus lebih dewasa ya, jangan bersikap kekanak-kanakan, jangan dikit-dikit marah, dikit-dikit ngambek, nggak boleh gitu, pokoknya Asiyah harus jadi istri yang baik ya" Ujar Bang Abi.
"Iya bang, Aku akan berusaha" Ucap ku.
__ADS_1
"Oh ya.. sebenarnya kami ada kabar gembira nih," Kata bang Abi.
"Kabar gembira apa bang" Tanya ku.
"Kakak ipar kamu sudah mengandung siyah, sebentar lagi rumah kita akan ada dedek bayi" Ujar bang Abi.
"Alhamdulillah,,, Akhirnya Umi bisa gendong cucu nih" Ucap Umi.
"Iya Alhamdulillah ya mi" Ucap ku.
"Selamat ya Abidzar,," Ucap Adnan.
"Terimakasih Adnan,,semoga kalian juga cepat-cepat di beri keturunan sama Allah ya" Kata Bang Abidzar.
"Aamiin.." Ujar Adnan.
"Kak Lina...Selamat ya, pokoknya harus jaga kesehatan ya, jangan telat makan, harus makan makanan bergizi" Ucap ku sambil memeluk kak Lina.
"Iya..iya..pasti kakak jaga kesehatan" Ucap Kak Lina.
"Ya sudah, aku dan Asiyah pergi dulu ya, kami pasti akan sering-sering main ke sini, Umi.. Kakak ipar..kami pamit ya.." Ucap Adnan.
"Kakak ipar?? Kamu manggil aku kakak ipar? Nggak salah nih, biasanya juga panggil nama, lagi pula kita seumuran, kamu panggil aku kakak ipar seakan aku lebih tua aja, udah panggil nama aja" Canda bang Abi.
"biar sopan aja bang Abi" Canda Adnan.
"idihh..panggil Abang lagi, aku geli dengarnya" Canda bang Abi.
"Udah-udah.. kami berangkat ya mi.." Ucap ku Sambil mencium tangan umi, dan di lanjut kan mencium tangan bang Abi dan kak Lina.
***
Kami pun berangkat,
Di mobil Adnan, aku berusaha menyembunyikan air mata ku karena masih sedih meninggalkan keluarga ku.
"Ehm..Asiyah, dari tadi kamu nangis ya, nggak usah di sembunyikan, aku udah lihat kalau kamu nangis, kamu beruntung yah, aku perhatikan sepertinya kamu memang Puteri kesayangan di keluarga kamu, kamu jangan terlalu sedih ya, aku janji setiap kali kamu pengen ketemu umi, aku akan antar kamu ke sana" Ucap Adnan.
"Nggak..aku nggak nangis kok" Elak ku.
"Mata sudah merah, pipi pun basah, kamu masih bilang kalau kamu nggak nangis?" Ucap Adnan.
"Udah..bang Adnan fokus nyetir aja, jangan lihat-lihat ke arah sini" Ujar ku.
"Iya deh iya..aku lihatnya ke depan nih, biar kamu nggak malu nangis nya" Ujar Adnan.
bersambung,,
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan kasih bintang ya,, dukungan dari kamu adalah penyemangat author. apabila ada kesalahan, author mohon maaf ya,, Terimakasih atas dukungan mu..