Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
47. Meredakan emosi mu


__ADS_3

Seusai sarapan pagi, aku, Adnan, ustadz Hasan, kak Zahra dan Aziz pun berangkat ke alamat rumah papanya yang telah di berikan adik tiri mereka.


Sesampainya di sana, Kami pun di persilahkan masuk oleh Risa si Adik tiri Adnan dan ustadz Hasan.


"Aku kira kalian nggak akan datang, papa selalu panggil-panggil nama kalian, dia selalu menyesali masa lalu yang sudah terjadi" Ucap Risa.


"Mana papa?" Tanya Adnan.


"Silahkan masuk,,papa ada di kamarnya, mari aku antar" Kata Risa.


Kami pun masuk bersama ke rumah itu, Risa mengantar kami ke kamar papanya.


Akhirnya sampailah di kamar itu, papa Adnan begitu lemah terbaring di tempat tidur nya.


"Adnan...Hasan.. akhirnya kalian datang...papa minta maaf ya" Ucap papanya dengan nada yang lesu.


"Pa..kami udah maafin papa kok, masa lalu sudah berlalu, sekarang yang terpenting papa sembuh dulu ya, nggak usah pikir macem-macem dulu" Ujar Ustadz Hasan.


"Papa udah banyak salahnya sama kalian, papa ini nggak berguna," Kata papanya sambil menangis.


Sementara Adnan hanya terdiam, tak mengeluarkan kata-kata apa pun.


Aku memberi kode pada Adnan dengan mencubit nya, "Abang...kok diam aja sih," Bisikku.


"Adnan juga udah maafin papa kok, semoga papa cepat sembuh yah" Ucap Adnan.


"Gitu dong,,," Bisikku pada Adnan.


"Adnan...papa sangat berterima kasih,karena kamu masih mau memaafkan papa" Ucap Papa Adnan.


"Sama-sama pa.." Balas Adnan.


"Asiyah.. terimakasih ya, saya tau pasti ini berkat usaha kamu, saya sangat mengenal Adnan, selama ini..bahkan melirik saya saja Adnan tidak mau, tapi semenjak mengenal kamu, Adnan berubah, dia jadi memaafkan saya, Terimakasih ya nak" Ucap Papa Adnan.


"Sama-sama pak, tapi sebenarnya ini bukan karena saya kok, Bang Adnan walaupun tampaknya bersikap keras, tapi sebenarnya hatinya lembut" Ucap ku.


"Panggil aku papa aja yah jangan panggil pak" Ucap papa Adnan.


"HH..i..iya ..papa" Jawab ku sedikit gugup.


Tiba-tiba mama tiri Adnan datang.


"Baguslah kalau kalian sudah berkumpul di sini, terimakasih ya.." Ucap nya.


Adnan tampak emosi melihatnya. Melihat wajah Adnan yang mulai emosi, aku menggenggam tangannya. "Jangan emosi gitu bang, nanti penyakit papa tambah kambuh lagi"


Bisik ku pada Adnan.


"Ini istri papa..kalian panggil dia mama ya.." Ucap Papa Adnan.

__ADS_1


"Pa..kamu balik dulu ya, aku baru ingat, hari ini aku ada urusan yang mau di selesaikan" Kata Adnan.


"Astaga...Abang...Abang...baru nyampe malah mau pulang" bisik ku pada Adnan.


"Adnan.. bukannya kalian baru sampai, kok langsung pulang sih, papa kangen bangat loh sama kalian" Ujar papa.


"Pa..lain kali kan masih bisa ketemu, hari ini aku ada urusan" Kata Adnan.


"Ya sudah kalau begitu, kalian sering sering ya ke sini" Ujar papa.


"Iya pa..pasti kami akan sering menemui papa lagi" Kata Ustadz Hasan.


"Kalau gitu kami pamit ya pa,, Assalamualaikum..." Ucap Adnan.


Adnan pun menarik ku keluar, "Abang..kok gitu sih, jenguk papanya bukannya duduk sebentar, eh malah langsung pulang" Gumam ku.


"Udah ayok pulang, atau kamu mau tinggal di sini ya.." Ucap Adnan.


"Iya..iya...kita pulang..." Ujar ku.


"Gitu dong.." Lanjut Adnan.


"Aziz...ini nih..kelakuan om kamu...emosian bangat..nggak pernah berubah.." Ucap ku.


"Tante...om Adnan kan baik.." Ucap Aziz.


"Lihat tuh anak usia enam tahun aja tau kalau aku baik" Kata Adnan.


"Nggak dong sayang..kamu paling bener dah pokoknya..maaf ya..kalau aku tadi hampir emosi, untung ada kamu yang nenangin aku" Ujar Adnan sambil menatap ku dan mengelus kepalaku.


"EHM..Jadi pulang nggak nih.." Canda kak Zahra.


"Iya jadi kak..ayok buruan bang Adnan.." Ajak ku.


"Iya..iya..." Jawab Adnan.


Kami pun berangkat pulang.


Di mobil,,Ustadz Hasan memulai pembicaraan, "Asiyah.. sepertinya kamu ahli bangat ya melunakkan hati Adnan, padahal saya aja dari dulu nggak bisa loh" Ujar Ustadz Hasan.


"Memang butuh kesabaran ustadz, bang Adnan ini sedikit unik, jadi menghadapinya harus memiliki keahlian tertentu, sama hal nya kalau kita menghadapi macan, pasti kan harus dengan profesional dan hati-hati" Canda ku.


"Dari dulu sampai sekarang,, kamu selalu aja sebut-sebut macan,,kamu samain aku sama macan.." Tanya Adnan.


"Bercanda bang...bercanda kok..tenang..tenang...jangan bawa emosi" Ucap ku.


Ustadz Hasan pun tertawa melihat tingkah ku dan bang Adnan.


"Tapi iya juga sih, mungkin ada sedikit kesamaan" Ujar ku.

__ADS_1


"Asiyah...awas kamu ya .." Canda Adnan.


"Udah-udah...fokus nyetir dong Adnan, nanti bercandaan nya kita lanjut di rumah" Kata Ustadz Hasan.


"Itu hal yang wajar kali bang, mereka kan pengantin baru" Ujar kak Zahra pada Ustadz Hasan.


"Iya.. tapi bercanda nya kan bisa di tempat lain, ini kan Adnan lagi nyetir.." Ujar Ustadz Hasan.


"Iya bang iya...ini aku udah fokus nih, tapi masalahnya di samping aku ada bidadari, gimana mau fokus lihat ke depan,,yang ada aku bawaan nya mau lihat ke samping Mulu, bidadari nya cantiknya kelewatan" Ucap Adnan.


"Tante siyah jadi bidadari ya," Tanya Aziz.


"Iya Aziz...Tante siyah kayak bidadari, kamu setuju nggak kalau Tante siyah jadi bidadari nya" Ujar Adnan.


"Iya setuju...Yeay..aku punya Tante bidadari" Ucap Aziz dengan girang nya.


***


Sesampainya di rumah, Tiba-tiba ada Telepon dari umi.


"Assalamualaikum umi..." Ucap ku.


"Waalaikumussalam...gimana siyah..kamu betah kan tinggal di sana" Tanya Umi.


"Alhamdulillah betah mi...umi gimana..umi sehat kan" Tanya ku.


"Alhamdulillah sehat sayang," Jawab Umi.


"Oh ya..Kak Lina gimana.. kandungan nya baik-baik aja kan mi.." Tanya ku.


"iya sayang..Lina sehat kok, kandungan nya juga baik-baik aja, Abang kamu abidzar kan selalu merawat kakak ipar kamu" Ujar Umi.


"Bagus deh kalau gitu.." Ucap ku


"Abang kamu kan dari dulu emang perhatian" Kata Umi.


"Asiyah kangen nih sama umi" Ujar ku.


"Iya sama..umi juga kangen sama Asiyah" Kata Umi


"Ya udah gini aja..besok aku sama bang Adnan ke rumah ya mi, boleh kan.." Tanya ku


"Boleh dong sayang,, pintu rumah selalu terbuka lebar untuk kamu, bagaimana pun juga rumah ini rumah kamu juga kok " Ujar Umi.


"Makasih mi...Udah dulu ya mi...nanti siyah telpon lagi, Assalamualaikum.." Ucap ku.


"Waalaikumussalam sayang" Jawab Umi.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan kasih bintang ya..dukungan dari kamu adalah penyemangat author. Kalau ada kesalahan author minta maaf ya.. Terimakasih sudah membaca novel ini..


__ADS_2