
tambahkan ke favorit ya,,,
lanjutan,,
Pagi pun mulai memancarkan sinarnya, aku pun membantu Adnan ke meja makan untuk sarapan. "Asiyah.." Panggil Adnan.
"iya..ada apa bang.." Sahut ku, sambil mendorong kursi roda nya.
"Semalam kamu baca chat saya kan?" Tanya Adnan. "Iya aku udah baca" Jawab ku.
"Terus kenapa nggak di balas?" Tanya Adnan. "Kenapa harus di balas ,kan aku bisa langsung ngomong, lagian Abang ada-ada aja sih, iseng banget , padahal kan satu rumah ,kenapa harus pake di chat segala sih kan tinggal ngomong langsung aja" Ucapku.
"Ya udah aku ngomong langsung ya," Kata Adnan. "kalau mau ngomong ya ngomong aja nggak usah minta izin segala" Ucapku.
"Asiyah.. Terimakasih ya udah banyak bantu saya ,maaf udah ngerepotin" Ujar Adnan sambil memegang tangan ku.
"i..iya sama-sama" Ucap ku sambil melepaskan tangan ku dari genggaman nya.
"Oh ya..saya udah kangen ke Peternakan sapi saya, kamu mau nggak bawain saya ke sana" Tanya Adnan.
"Aduh,,bukan nya aku nggak mau bang, tapi takut nya nenek nggak ngizinin,Kan kaki Abang belum pulih" Jawab ku.
"Kalau kamu ikut pasti nenek ngizinin kok," Lanjut Adnan.
"Ya udah deh" Ucap ku.
***
Dan akhirnya nenek pun memberi kami izin untuk pergi ke peternakan.
"siyah saya nggak usah pake kursi roda ya, saya pake tongkat aja" Kata Adnan.
"Jangan, nanti Abang jatuh , pokoknya Abang harus pakai kursi roda,,titik..." Tegas ku.
"Kaki aku udah mulai membaik kok, udah kamu tenang aja aku pasti bisa kok" Kata Adnan. "Terserah deh" Bentak ku. "Cie..ngambek, ..putri kecil...jangan ngambek gitu dong nanti nggak manis lagi loh" Kata Adnan.
"Siapa yang ngambek,,"Tanya ku. "Ya kamu lah,,udah jangan terlalu khawatir, aku bisa kok" Ucap Adnan.
***
Sesampainya di peternakan, aku pun membantunya untuk berdiri dengan tongkat nya.
"Kamu jangan jauh-jauh gitu , pegangin saya dong..kamu mau saya jatuh ya" Kata Adnan.
__ADS_1
"Iya iya... ini aku bantu kok" Ucapku. Aku pun terpaksa memegang erat tangannya, namun jantung ku benar-benar berdebar kencang, karena baru kali ini sedekat itu dengan dia.
"Huh..tuan macan ini gimana si,, padahal kan aku cuma istri sesaat, eh..malah di suruh pegangin dia" Bisikku dalam hati.
***
Saat aku bersih-bersih kandang sapi, tiba-tiba dari arah belakang muncul Seorang laki-laki yang ternyata adalah Reihan. "Reihan...kamu ngapain di sini" Tanya ku.
"Aku di sini mau lihat-lihat sapi, kebetulan saudara aku ada yang mau beli sapi, dia minta tolong aku nyariin, kamu sendiri ngapain di sini" Kata Reihan.
"Aku disini bantu ngurus sapi-sapi ini" Ucapku.
"Siapa yang suruh kamu urus sapi, saya cariin kamu ternyata kamu malah di sini" Ujar Adnan yang tiba-tiba muncul.
"Itu siapa siyah?" Tanya Reihan.
"itu..."belum usai ku mengucapkannya ,Adnan sudah memotong pembicaraan ku.
"Saya Suaminya" Tegas Adnan. "o..jadi ini suami kamu" Tanya Reihan.
"Iya Rei, ini suami dadakan itu" Bisikku pada Reihan. "EHM....saya dengar ucapan kamu siyah" Ujar Adnan.
"Kenalin bang Adnan, ini teman siyah dari pesantren, namanya Reihan" Ujar ku.
"O..Reihan,, ada perlu apa Rei" Tanya Adnan. "Saya lagi lihat-lihat sapi pak adnan, kebetulan saudara saya minta tolong sama saya untuk nyariin dia sapi" Ucap Reihan.
"Nggak usah, kamu harus temani saya makan dulu, "Jawab Reihan. "Nggak papa siyah , kamu temani pak Adnan aja, " Kata Reihan.
"Di situ banyak karyawan saya,kamu tinggal tanya-tanya sama mereka, saya sama Asiyah mau makan dulu" Ucap Adnan pada Reihan.
Aku pun terpaksa menemani si tuan macan itu makan.
***
Kami pun tiba di sebuah restoran , "Abang kenapa sih nggak ada ramah-ramah nya sedikit pun sama Reihan, dia itu teman baik aku di pesantren, padahal tadi aku cuma mau temani dia lihat-lihat sapi doang kok" . Ucapku.
"Kalau kamu pergi sama dia,terus saya gimana, kaki saya sakit begini ,emang kamu tega saya ke restoran ini sendiri,lagian kan saya harus minum obat, dan obat saya kamu yang simpan" Ucap Adnan.
"Kan tinggal suruh karyawan-karyawan itu yang temani Abang makan" Ucapku.
"Udah jangan banyak bicara, cepat makan" Tegas Adnan.
Ring..
__ADS_1
Ring..
Ring..
Bunyi telepon ku berdering, aku pun langsung mengangkat nya.
"Halo Assalamualaikum..ini siapa ya?"Sapa ku. "Waalaikumussalam, ini Reihan "Jawab nya. "Ada apa ya Rei tanyaku. "Aku nemuin jam tangan ,dan ini kaya nya jam tangan kamu yang jatuh deh" Kata Reihan.
Belum sempat aku menjawab nya , Adnan langsung mengambil ponsel ku dan mematikan telepon itu.
"Sepenting apa sih telepon dari Reihan itu, sampai-sampai kamu berhenti makan" Tanya Adnan.
"Jam tangan siyah tadi jatuh, dan Reihan nemuin jam tangan itu,tapi Abang malah matiin telepon nya" Gertak ku.
"Udah biarin aja ,saya bisa beliin kamu seratus jam tangan yang lebih bagus dari jam tangan kamu yang jatuh itu" Jawab Adnan.
"Seratus jam tangan nggak akan bisa gantiin jam tangan pemberian umi" Cetus ku dengan kesal.
Adnan pun terdiam mendengar ucapan ku itu.
***
Di rumah , aku masih merasa kesal dengan perkataan Adnan itu. "siyah...saya minta maaf ya pasti kamu tersinggung sama kata-kata saya tadi" Ucap Adnan.
"Aku ngerti kok, itu kan memang kebiasaan orang kaya yang menganggap semua hal di dunia ini bisa di bayar pake uang" Jawab ku.
"Jangan ngambek dong, saya kan udah minta maaf" Kata Adnan.
"Aku udah maafin Abang kok" Ucap ku sambil pergi dari hadapan Adnan.
***
Sore itu dokter datang ke rumah untuk memeriksa kaki Adnan. "Alhamdulillah pak Adnan, kondisi kaki bapak semakin membaik, mungkin dalam beberapa Minggu akan normal lagi, asalkan minum obat teratur pasti akan semakin baik, dan pak Adnan ini harus berlatih menggerakkan kaki nya ya, " Kata Dokter itu.
"Alhamdulillah, terimakasih dok" Ucap Adnan.
"Alhamdulillah akhirnya kaki kamu masih bisa sembuh juga" Kata nenek.
"Iya nek oh ya..nenek kapan berangkat ke Malaysia" Tanya Adnan.
"Mungkin Sekitar dua Minggu lagi. kamu ingat ya pesan nenek. nanti jaga istri kamu baik-baik, dan kalian harus tetap harmonis ya" Ujar nenek.
"Iya iya..nenek tenang aja siyah pasti Adnan jagain" Jawab Adnan.
__ADS_1
"Kasihan nenek, dia tidak tau saja kalau aku dan bang Adnan akan cerai, mungkin saat dia kembali aku bukan istri Adnan lagi" Bisikku dalam hati.
Bersambung,,