
Malam pun tiba,
"Assalamualaikum,," Sapa Adnan sambil mengetuk pintu Rumah ku.
"Waalaikumussalam" Sahut ku dan langsung bergegas membukakan pintu, Ternyata Yang datang adalah Adnan dan Ustadz Hasan.
"Eh ada Ustadz Hasan,," Sapa ku dengan Ramah
"Asiyah,, Milih baju nya kita cancel lagi ya, malam ini Aku dan Bang Hasan mau silaturahmi dulu sama Umi dan yang lainnya.
"Iya nggak papa, Silahkan masuk dulu bang Adnan, Ustadz Hasan.." Sambut ku dengan Ramah.
"Eh,, ada tamu, Silahkan duduk dulu,,Ustadz Hasan tumben ke rumah nggak bilang-bilang dulu" Sapa Umi.
"Iya Umi, Sebenarnya kedatangan saya dan Adnan ke sini hanya sekedar silaturahmi, kan kita sudah lama tidak ada kontak apa pun" Ujar Ustadz Hasan.
" Iya Ustadz, Saya bahkan hampir lupa dengan wajah Ustadz, karena kan terakhir kali saya melihat Ustadz Hasan itu lima tahun lalu" Kata Umi.
"Iya juga sih, Oh ya Umi Apa kabar" Tanya Ustadz Hasan.
"Kabar Umi baik, Ustadz Hasan kabarnya gimana?" Tanya Umi.
"Alhamdulillah baik juga umi, Umi boleh nggak Umi panggilnya Hasan aja, Sebenarnya saya lebih nyaman kalau umi panggil nama saja" Pinta Ustadz Hasan.
" Ya sudah, Nak Hasan maaf ya, karena umi nggak tau kalau malam ini nak Hasan dan Adnan akan ke sini, jadinya nggak ada persiapan," Ucap Umi.
"Nggak papa umi, nggak usah repot-repot" Ucap Ustadz Hasan.
"Silahkan di minum teh nya ustadz, ini ada kue juga, maaf ya ustadz adanya cuma ini, coba aja kalau siyah tau ustadz Hasan dan bang Abi mau ke rumah malam ini, pasti siyah bisa mempersiapkan hidangan yang banyak" Ujar ku sambil membawakan teh dan kue ke meja itu.
"Nggak perlu repot-repot Asiyah, ada teh sama kue aja udah Alhamdulillah, saya jadi merasa ngerepotin deh" Kata Ustadz Hasan.
"Oh ya.. Asiyah..Abidzar sama kakak ipar mu mana?" Tanya Adnan.
__ADS_1
"Tadi mereka keluar, katanya sih mau jalan-jalan" Jawab ku.
"Jadi begini umi, Adnan sudah menceritakan semuanya kepada saya, bahwa dia ingin kembali bersama Asiyah, saya sebagai Abang nya mendukung niat baik nya, jika memang Adnan dan Asiyah sudah memutuskan untuk bersama lagi, saya harap nanti rumah tangga Adnan dan Asiyah ini tidak akan roboh lagi" Ujar Ustadz Hasan.
"Iya benar kata nak Hasan, Saya juga mendukung mereka untuk bersama kembali, dan Nak Hasan tenang saja yah, saya yakin sekarang Adnan dan Asiyah ini sudah sama-sama lebih dewasa pemikiran nya dibandingkan dengan dulu, Kalau dulu kan nak Hasan tau sendiri , saat itu Asiyah juga masih terlalu muda untuk menikah" Ujar Umi.
Sementara Aku dan Adnan hanya mendengarkan pembicaraan Umi dengan Ustadz Hasan.
"Iya umi semoga saja rumah tangga mereka nanti berjalan baik ya.." Ucap Ustadz Hasan.
"Amin.." Balas Umi.
"Oh ya..saya ingin memperjelas umi, bahwa dulu kan Adnan dan Asiyah sudah bercerai satu kali, kata Adnan dulu dia sudah menjatuhkan talak satu, Nah di talak satu ini sebenarnya kan Adnan dan Asiyah masih bisa rujuk apabila Asiyah masih dalam masa Iddah nya, namun di karenakan sudah berlalu lima tahun maka tentu saja masa Iddah nya sudah lama berakhir. Oleh karena itu Proses nya akan kembali seperti pertama kali seorang laki-laki melamar perempuan. Jadi sebenarnya kami ke sini juga sekalian ingin membahas mahar dan seputar rencana pernikahan" Ujar Ustadz Hasan.
"Iya benar Umi, Karena saya akan meminang Asiyah kembali, maka saya akan memberikan mahar yang memang seharusnya saya keluarkan. Umi dan Asiyah tinggal sebutkan saja nominalnya," Ucap Adnan.
"Tunggu dulu, sebelum itu saya ingin bertanya kepada kalian berdua, Adnan..apakah kamu sudah yakin akan meminang Asiyah lagi?" Tanya Ustadz Hasan.
"Kalau memang kamu sudah sangat yakin, Abang hanya berharap supaya kamu menjadi imam yang baik bagi Asiyah, Abang harap tidak akan ada kata talak lagi di keluarga kita" Ujar Ustadz Hasan.
"Iya bang, insyaallah" Ucap Adnan.
"Asiyah.. bagaimana dengan kamu, apakah kamu sudah yakin dengan keputusan mu untuk kembali bersama Adnan?" Tanya Ustadz Hasan.
"Ya insyaallah saya yakin ustadz," Jawab ku.
"Alhamdulillah kalau kalian sudah sama-sama yakin, ya sudah, kita kembali ke topik tadi, permasalahan mahar," Ujar Ustadz Hasan.
"Bagaimana kalau 500 juta, Apakah umi Setuju? Tapi kalau kurang, saya masih sanggup di atas 500 juta kok mi, Karena bagaimana pun juga pihak wanita lah yang berhak memutuskan" Kata Adnan.
"Itu kebanyakan nak Adnan, sepertinya itu berlebihan," Ujar Umi.
"Iya bang Adnan, itu berlebihan,, iya sih mungkin bagi Abang itu cuma sedikit, tapi aku nggak enak kalau maharnya setinggi itu, aku kan cuma dari keluarga biasa" Ucap ku.
__ADS_1
"Tapi kamu wanita luar biasa, bisa meminang kamu lagi adalah impian ku sejak lima tahun lalu, jadi tolong ya izinkan aku memberikan mahar sesuai kesanggupan ku" Ucap Adnan.
"Tapi kan nggak perlu sebanyak itu bang" Ucap ku.
"Tidak usah merasa nggak enak Umi, Wajar saja kalau Adnan ingin memberikan yang terbaik untuk Asiyah" Kata Ustadz Hasan.
"Iya umi, saya bahkan merasa 500 juta terlalu sedikit untuk meminang Asiyah, ini masih tidak sebanding dengan tingginya jumlah mahar yang di berikan Rasulullah untuk meminang Khadijah" Ucap Adnan.
"Mana bisa aku di samakan dengan wanita mulia, seperti sayyidah Khadijah, aku hanya wanita biasa" Ujar ku.
"Ini hanya perihal mahar Asiyah, aku tidak bermaksud menyamakan, Aku hanya ingin menunjukkan keseriusan ku, makanya aku bahkan berharap umi meminta lebih dari nominal itu" Kata Adnan.
"Ya sudah, Umi hargai keseriusan nak Adnan, jika memang mahar 500 juta itu tidak memberatkan nak Adnan, tidak apa-apa, umi Setuju saja" Ucap Umi.
"Alhamdulillah Terimakasih ya umi" Ucap Adnan.
"Saya anggap masalah mahar ini sudah selesai ya, Umi.. sebenarnya kami masih ingin ngobrol-ngobrol lebih lama dengan umi, tapi ini sudah malam, tidak baik kami berlama-lama di sini, kalau begitu kami pamit ya umi" Ucap Ustadz Hasan.
"Iya..kami pamit ya mi" Ucap Adnan.
"Iya nak Adnan, nak Hasan.. hati-hati di jalan ya" Kata Umi.
***
Adnan dan Ustadz Hasan pun pulang.
"Alhamdulillah,, terimakasih ya Allah dari sekian lama aku berharap bersatu kembali dengan Adnan, akhirnya sebentar lagi kami akan kembali bersama dalam ikatan pernikahan" Bisik ku dalam hati.
Bersambung,,
Jangan lupa like,vote dan kasih bintang ya, dukungan dari kamu membuat author semangat,,
jika ada kesalahan baik dalam penulisan ataupun KBBI nya, Author memohon maaf, harap dimaklumi, karena author masih pemula,, Terimakasih
__ADS_1