Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
27. Apakah aku cemburu


__ADS_3

Jangan lupa like, vote dan kasih jejak di kolom komentar ya, dukungan kamu adalah penyemangat author, Author sayang kalian.


***


"Pak Adnan saya mau bicara serius sama bapak. Kenapa bapak keluarin siswa yang bernama Angga itu, kesalahan dia itu nggak besar-besar bangat kok, harusnya bapak kasih Angga kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, saya yakin kok dia pasti bisa berubah menjadi siswa yang lebih baik lagi" Ucap ku dalam telepon itu.


"Saya nggak sembarangan ngeluarin siswa dari sekolah, asal kamu tau yah, Sebelum kamu ngajar di sekolah dia udah banyak bikin ulah" Kata Adnan.


"Pak Adnan, tolong biarkan Angga sekolah lagi ya pak, masa depan dia masih panjang pak, tolong kasih dia kesempatan untuk berubah menjadi siswa yang lebih baik" Ujar ku.


"Saya nggak mau ah" Kata Adnan. "Pak Adnan kan orang baik, pasti nggak akan tega keluarin siswa seperti Angga" Bujuk ku.


"Ya udah deh, karena kamu yang minta aku bakalan turuti. tapi...kamu harus masakin saya makanan selama seminggu" Kata Adnan.


"Hah..seminggu, emang bapak nggak punya uang buat beli makan ya?" Tanya ku.


"Sembarangan kamu, uang yang banyak nggak ada apa-apa nya di bandingkan masakan kamu yang enak itu, jadi gimana nih, kamu mau nggak'?" Tanya Adnan.


"Ya udah deh saya mau," Ujar ku. "Gitu dong,saya tutup telepon dulu ya Assalamualaikum putri kecil" Ucap Adnan.


"Waalaikumussalam" Jawab ku. Mendengar Adnan yang menyebut ku putri kecil semakin mengingatkan ku dengan masa lalu.


Aku pun lega akhirnya Siswa itu tidak jadi di keluarkan.


Aku kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran.


Saat jam istirahat, tiba-tiba Bu Juli memanggilku. "Asiyah, saya ada makanan nih kita makan bareng yok, sambil ngobrol-ngobrol di sana" Ajak Juli. "Boleh juga tuh" Ucap ku.


"Ayok sini duduk, nih kamu makan ya, ini enak bangat loh" Kata Juli. "Makasih ya Bu Juli" Ucap ku. "Panggil Juli aja biar akrab" Kata Juli.


"Iya Juli, makanan kamu enak juga ya" Ujar ku. "Syukur deh kalau kamu suka. Emang benar ya kamu dekat sama pak Adnan." Tanya Juli.


"Nggak dekat-dekat amat kok, emang kenapa Juli" Tanya ku. "Kamu harus hati-hati sama dia yah, firasat aku dia pasti udah punya cewek di luar negeri, dia kan sering bolak-balik ke luar negeri, kamu tau sendiri kan gadis-gadis di luar negeri itu cantik-cantik loh" Lanjut Juli.


"Apa hubungannya sama aku, aku kan bukan siapa-siapa nya, dia berhak menentukan pilihan nya, lagian aku kenal bangat sama Adnan, dia bukan laki-laki mata keranjang" Ujar ku.

__ADS_1


"O..gitu aku cuma ngasih saran aja sih, ya udah aku ke belakang dulu ya" Kata Juli.


"Iya Jul" Jawab ku.


"Kok Juli kaya Menjelek-jelek kan Adnan gitu yah, aneh bangat deh" Bisik ku dalam hati.


***


Seusai sholat Dzuhur di musholla sekolah, aku pun bergegas pulang karena Bel sekolah sudah berbunyi menandakan jam pelajaran sudah habis.


Aku pun berangkat mengendarai sepeda motor ku. di tengah perjalanan pulang aku melihat di depan ada Adnan dengan seorang gadis.


setelah ku perhatikan ternyata gadis itu adalah Juli. tanpa mereka sadari aku menguping pembicaraan mereka.


"Maaf ya pak Adnan, saya nggak sengaja menumpahkan minuman di baju bapak, saya bersihin ya pak" Ujar Juli sambil membersihkan baju Adnan dengan tisu. "Nggak usah, nggak papa saya buru-buru,saya harus pergi" Kata Adnan.


"Kalau gitu biar saya cuci baju bapak ya" Kata Juli. "Kamu ada-ada aja yah, maksud kamu saya ganti baju di sini gitu" Tanya Adnan.


"Bapak ganti baju di mobil aja pak, kebetulan tadi saya beli baju buat teman saya, bapak pake ini aja ya,kayanya ukuran nya cocok sama bapak deh, kalau bapak nggak mau pasti saya akan merasa bersalah seumur hidup" Ujar Juli.


Adnan pun pergi ke toilet umum untuk mengganti baju.


Setelah ia kembali, Juli menemui lagi."Pak Adnan, baju bapak biar saya yang cuci ya, hitung-hitung sebagai ucapan maaf saya" Ujar Juli.


"Nggak usah, kamu pergi aja" Kata Adnan. "Kalau bapak nolak, pasti saya akan merasa bersalah pak, saya nggak akan pernah tenang, karena saya udah merusak baju mahal bapak" Ucap Juli.


"Oke ini baju saya kamu cuci bersih ya" Kata Adnan.


"Iya pak, saya akan bersihin baju bapak " Ucap Juli sambil mengambil baju itu.


Kemudian Adnan pun pergi. Melihat kejadian itu, aku merasa ada yang aneh dengan Juli.


"Kenapa sih pak Adnan mau bajunya di cuci sama Juli. Juli juga pasti modus aja tuh biar bisa dekat-dekat sama Adnan. Astaghfirullahalazim..Asiyah..kok kamu malah kesal sih, mendingan aku pergi aja deh" Bisik ku dalam hati.


***

__ADS_1


Sesampainya di rumah, aku langsung berbaring di kasur karena merasa kesal.Tiba-tiba...


Ring..


Ring...


Ring...


Bunyi telepon dari Adnan. Karena masih kesal aku tidak mengangkat telepon itu.beberapa kali Adnan menelepon namun aku tidak mengangkat nya.


beberapa menit kemudian umi masuk ke kamar ku. "Asiyah, di luar ada Adnan tuh" Kata Umi.


"Hah..ngapain dia ke sini" Tanya ku.


"Umi nggak tau kamu temui dia dulu sana" Ujar Umi.


"Bentar ya mi, umi ngobrol-ngobrol aja dulu, bentar lagi aku datang" Ujar ku.


Melihat wajah ku di kaca yang masih berantakan. Aku buru-buru cuci muka, ganti baju, pakai jilbab, dan sedikit berhias.


Lalu aku menemui Adnan di luar.


"Pak Adnan ngapain sih sore-sore begini datang ke rumah saya" Tanya ku. "Asiyah,nggak baik ngomong gitu sama tamu" Tegur Umi.


"Tadi saya telepon kamu berkali-kali, tapi kamu nggak ngangkat telepon saya, saya khawatir terjadi sesuatu, jadi saya langsung ke rumah kamu aja" Kata Adnan.


"Paling cuma alasan aja" Ujar ku. "Asiyah, jangan judes gitu ah, umi nggak suka ya anak umi jadi nggak sopan kaya gini, maaf ya nak Adnan, Asiyah ini udah dewasa tapi masih ke kanakan-kanakan" Kata Umi.


"Nggak papa kok umi, Asiyah kan memang jauh lebih muda dari saya. Oh ya ini saya bawa martabak buat umi" Kata Adnan.


"Martabak buat aku mana, kok cuma sama umi sih" Tanya ku. "Ada siyah, kebetulan tadi saya beli banyak, kamu suka martabak kan" Tanya Adnan.


"Suka sih, tapi kalau pak Adnan yang ngasih pasti rasanya nggak enak" Canda ku.


Bersambung,,

__ADS_1


__ADS_2