Istri Dari Penjara Suci

Istri Dari Penjara Suci
7. Hujan


__ADS_3

Aku pun membawakan minum pada kedua sahabatku itu. "Silahkan di nikmati , ini ada teh sama cemilan " Ucapku . "Makasih Asiyah"Ucap Rahma dan Balqis.


Kami mengobrol panjang lebar hingga tak terasa sudah 3 jam kami ngobrol. " siyah.. sebenarnya aku masih ada urusan, kami pamit yah , kapan-kapan kami main lagi ke rumah ini"Ucap Balqis.


Kedua sahabatku itu pun pulang. tiba-tiba Adnan datang "Tamu istimewa ya..pasti kamu udah berlagak sombong di depan teman-teman kamu , karena sekarang kamu tinggal di rumah yang mewah ini" Kata Adnan.


"Apa yang mau di sombong kan , justru saya malu mengakui bahwa saya sudah dinikahi laki-laki ngeselin dan juga suka Mem bangga-banggakan diri sendiri"Ucapku.


"Udah mulai berani kamu ya..." Bentak Adnan. aku pun takut dan berlari ke kamar nenek. Hingga Bang Adnan tak berani lagi mengejar ku.


***


Sewaktu bang Adnan sholat Ashar ke mesjid,aku mengobrol dengan nenek, "Asiyah , sekitar satu bulan lagi nenek akan ke luar negeri menjumpai keluarga di sana, nenek minta tolong sama kamu , tolong kamu perhatikan Adnan ya sayang, Adnan itu dari kecil hanya sebentar merasakan kasih sayang orang tua"Ucap nenek.


"Kenapa nek" Tanya ku. "Sewaktu Adnan masih TK , Ayah nya meninggalkan mereka dan menikah dengan seorang gadis muda, Setelah dia mulai memasuki bangku SMP ,putriku ibunya Adnan mulai sakit hingga meninggal dunia, sehingga nenek membawa Adnan tinggal bersama nenek " Tutur nenek.


"Kasihan ya bang Adnan, siyah akan berusaha memperhatikan bang Adnan dengan baik nek"Ujarku.


"Terimakasih ya sayang" Ucap nenek . "itu udah kewajiban siyah nek " Jawabku


Hujan sangat deras ,Hari pun mulai gelap , Adnan belum juga pulang. Hingga aku selesai solat isya pun dia belum pulang juga. entah kenapa aku sangat khawatir. Aku pun langsung mencari payung dan jas hujan , lalu berjalan ke masjid untuk mencari Adnan.


Sesampainya di mesjid aku melihat Adnan tertidur di teras mesjid . "bang Adnan pasti ngantuk nungguin hujan reda sampai-sampai dia ketiduran" Bisikku dalan hati.


Aku langsung saja menemuinya, " Bang Adnan..bangun.. tidurnya di rumah aja, kalau tidur di sini nanti orang ngiranya bang Adnan gelandangan dan nggak punya rumah" Ucapku

__ADS_1


Bang Adnan belum juga bangun, sehingga aku memercikkan sedikit air hujan ke wajahnya , barulah ia terbangun "Ngapain kamu disini"Tanya Adnan.


"ya jemput bang Adnan lah , coba Abang lihat jam itu , ini udah jam tengah sepuluh ,Abang belum pulang-pulang juga"Jawabku.


" Kamu kan tau kalau hujan dari tadi belum berhenti, ya jelas aku nggak bisa pulang lah"Kata Adnan.


"Iya aku tau makanya aku jemput bang Adnan, ayok kita pulang , nenek pasti udah khawatir,ini aku udah bawa jas hujan sama payung " Ucapku.


"Kamu bawa jas hujan buat saya, tapi kenapa kamu sendiri tadi nggak make jas hujan "Tanya Adnan.


"Tadi siyah udah cari jas hujan di rumah ,tapi dapatnya cuma satu , ini jas hujannya Abang pake, lagian kan ini masih ada payung"Ucapku.


" Kamu aja yang make jas hujan nya, nanti kalau kamu kehujanan terus kamu sakit , kan jadi saya juga yang repot ,pasti harus ngeluarin biaya berobat " Kata Adnan. "Udah..ini jas hujan Abang pake aja, asal Abang tau ya, aku ini udah kebal sama hujan , main hujan seharian pun tak akan sakit ,bahkan teman-teman ku panggil aku si Ratu hujan" Tutur ku .


"Aku udah pake jas hujan ,jadi bang Adnan aja yang pake payung ini " Ucapku. Bang Adnan pun memakai payung itu. Namun baru selangkah kami berjalan ,ia malah mendekatkan payung itu ke atas kepalaku "Udah bang Adnan aja yang pake payung" Ucapku. "Jangan banyak bicara" Tegur Adnan.


"Menjauh lah sedikit dariku,"Ucap ku. "Bisa diam nggak sih, ini payungnya cuma satu , kalau kamu kehujanan aku juga yang di marahi nenek" Kata Adnan. Aku pun tak berbicara lagi, hanya saja aku grogi karena baru kali ini berjalan sedekat itu dengan seorang laki-laki.


" kali ini dia tidak seperti macan lagi, mengapa dia sangat manis saat perhatian seperti ini , astaghfirullahalazim....Asiyah...jangan baper siyah...sadar siyah..sadar ..kamu ini cuma istri sesaat "Bisikku dalam hati.


***


Sesampainya di rumah ternyata nenek sudah menunggu di teras, ia mencemaskan kami karena malam sudah larut. "Adnan. Asiyah.. akhirnya kalian pulang juga" Ujar nenek.


"Nenek kenapa di luar , nanti nenek masuk angin loh, ayo masuk nek , di luar dingin" Ucapku.

__ADS_1


"benar kata siyah ,nanti nenek masuk angin , nenek masuk aja yah, nenek nggak usah khawatir kami baik-baik saja, lebih baik sekarang nenek istirahat dulu" Kata Adnan


" Ya udah kalian cepat ganti baju , itu baju kalian basah nanti kelamaan basah bisa masuk angin , nenek istirahat ke kamar dulu" Ujar nenek.


Aku pun langsung ganti baju , pasang jaket, bergegas ke sofa tempat tidur ku dan pakai selimut tebal.


Tiba-tiba saja Adnan membuka tirai pembatas antara tempat tidur nya dan sofa ku "Astaghfirullahalazim...bang Adnan ngagetin aja deh, lagian kenapa langsung buka-buka tirai ini sih, kan bisa panggil dulu" Ucapku.


"Iya-iya maaf , saya cuma mau ngucapin terima kasih sama kamu , saya nggak nyangka kamu terfikir untuk jemput saya , makasih banyak yah" Ucap Adnan.


"Iya sama-sama bang Adnan " Jawabku. Adnan pun menutup tirai itu dan kembali ke tempat tidur nya.


"Tumben dia mau ngucapin terima kasih setulus itu, tapi dia tampan juga yah , apalagi saat dia perhatian sama aku ,ketampanannya seakan bertambah sepuluh kali lipat. Astaghfirullahalazim...siyah ...mulai lagi deh..kamu tuh harus sadar diri , di hati Adnan itu cuma ada kak Safira dan di hati kamu juga hanya ada Reihan , jangan Baper siyah ...jangan baper.. dia cuma suami sementara" Bisikku dalam hati.


***


Keesokan harinya saat kami sarapan, Adnan sudah berpakaian rapi. "Hari ini mau kemana Adnan " Tanya nenek. "Hari ini Adnan mau kerja lagi nek,udah seminggu Adnan nggak ke pabrik" Jawab Adnan.


"Maaf sebelumnya Siyah mau tanya , siyah Kan udah seminggu sejak jadi istri bang Adnan , siyah lupa tanya , bang Adnan emangnya kerja apa " Tanyaku.


"Adnan ini punya usaha peternakan sapi yang lumayan besar dan juga pabrik susu, " Jawab nenek.


"O.. sapi .. pantesan di belakang rumah kita juga ada si Saskia , sapi kesayangan nya bang Adnan itu" Ucapku.


Bersambung,,

__ADS_1


__ADS_2