
Keesokan harinya,
Pagi itu aku menyiapkan sarapan pagi,
kami pun sarapan bersama.
"Adnan..pagi ini kami mau berangkat pulang ya" Ucap Ustadz Hasan.
"Kok buru-buru amat sih bang, tinggal di sini aja dulu untuk beberapa hari lagi" Ujar Adnan.
"Nggak usah, lain kali aja ya," Kata Ustadz Hasan.
"Kami nggak enak lah, gangguin pengantin baru" Ujar kak Zahra.
"Nggak ganggu sama sekali kok , justru kami malah senang, apalagi ada Aziz, mendengar suara anak kecil di rumah ini, jadinya terasa ramai" Ujar ku.
"Ya udah kalau gitu, kami mau tinggal di sini aja ya" Canda Ustadz Hasan.
"Serius nih bang..." Tanya Adnan.
"Nggak usah panik gitu kali, cuma bercanda kok" Tutur ustadz Hasan.
***
Ustadz Hasan, kak Zahra dan Aziz pun pulang.
"Bang..hari ini aku mau main ke rumah nih, boleh kan, soalnya aku kangen bangat sama umi" Tutur ku pada Adnan.
"Ya boleh dong sayang, ya udah ,kamu siap-siap sana, biar nanti kita pergi nya barengan" Kata Adnan.
"Oh ya..aku besok mulai ngajar ya" Ucap ku.
"Asiyah..masa baru nikah kamu langsung kerja aja sih" Ucap Adnan dengan lembut.
"Ya nggak papa kali, kan aku juga kangen sama suasana sekolah" Ujar ku.
__ADS_1
"Ya udah deh, terserah kamu aja, udah sana kamu siap-siap" Kata Adnan.
"Oke bos" Ucap ku.
Saat aku sedang bersiap siap untuk berangkat, Diam-diam Adnan mengambil handphone ku.
"Bang..Abang ada lihat hp aku nggak tadi aku taro di meja, sekarang nggak ada" Tanya ku.
Adnan mengambil hp dari sakunya yang ternyata adalah hp ku.
"Duduk!!" Suruh Adnan.
Aku pun duduk.
"Ada apa sih bang, serius amat, itu hp aku balikin dong" Ucap ku.
"Pokoknya aku mau kamu blokir semua kontak cowok dari wa kamu, aku nggak mau tau Pokoknya kamu nggak boleh chattingan sama cowok mana pun" Tutur Adnan.
"Abang.. kalaupun di wa ku ada kontak laki-laki, itu paling kontak orang-orang yang ada urusan sama aku, palingan itu rekan guru, atau teman-teman yang lain, aku tuh nggak pernah macem-macem kalau chating WhatsApp sama laki-laki, kalau pun aku chat laki-laki mungkin itu ada urusan kerjaan atau yang lainnya" Jelas ku.
"Abang..nggak bisa gitu dong, kalau aku blok mereka, nanti kalau ada urusan mendesak gimana dong.." Tanya ku.
"Kalau nanti ada urusan mendesak, kamu hubungi aku aja, biar aku yang langsung hubungi mereka" Ujar Adnan.
"Berarti Abang nggak percaya sama aku lagi?" Tanya ku.
"Asiyah..aku percaya sama kamu, tapi aku nggak percaya sama laki-laki yang chat kamu itu, kamu terlalu polos siyah, laki-laki zaman sekarang itu kalau chattingan sama cewek mau itu urusan kerjaan kek, urusan apaan kek, itu paling cuma alasan doang, pasti ada maksud lain, itu cuma modus laki-laki siyah, laki-laki itu kebanyakan modus, kamu percaya deh sama Abang" Ucap Adnan.
"O.. berarti Abang juga gitu dong, suka modus sama perempuan, Abang kan juga laki-laki" Gumam ku.
"Nggak gitu juga kali sayang, Abang itu dari dulu tulus sama kamu bukan modus, kamu harus bisa bedain dong, mana yang tulus dan mana yang modus" Ujar Adnan sambil mengelus kepala ku.
"Abang tenang aja ya..aku nggak bakalan chattingan sama laki-laki lain, kecuali urusan penting" Ucap ku.
"Sepenting apa sih, lebih penting dari aku?" Tanya Adnan.
__ADS_1
"Nggak bang, bukan gitu maksudnya" Tegas ku.
"Udahlah..ini hp kamu yah, semua kontak laki-laki udah aku blok dan hapus dari hp kamu, aku cuma mau bantu kamu untuk menghindari fitnah sayang, kamu nggak mau berterima kasih sama aku?" Tanya Adnan sambil memberikan hp itu padaku.
"Harus bangat yah aku berterima kasih,,Astaga..ini kok di blok semua bang, padahal kan ada juga yang temen dekat aku di sekolah, pasti mereka bakalan salah sangka nih, mereka pasti mikir aku lagi marahan sama mereka makanya mereka di blok, Abang...kok info kontak wa aku jadi 'Istri Tuan Adnan' Sih..Aku malu sama teman-teman aku tau.." Ucap ku
"Udahlah sayang nggak usah di pikirin lagi, mendingan sekarang kita berangkat ke rumah umi yok" Ajak Adnan.
"Oke..biar impas, hp Abang mana..pokoknya Abang juga harus blok semua kontak perempuan dari hp Abang, mana hp nya ..sini.." Tegas ku.
Aku pun mengambil hp bang Adnan, dan langsung melihat-lihat kontak siapa saja yang ada di hp nya
"Jangan dong sayang,,Abang kan banyak rekan bisnis perempuan, nanti kalau di blok, Abang terkendala dong kerjaannya, pokoknya kamu tenang aja ya..nanti semua chattingan Abang bisa kamu pantau, nggak masalah kok kalau tiap hari kamu cek hp Abang," Ucap Adnan.
"Astaga..Abang..ini kok ada chat perempuan yang kelihatan mesra bangat yah, Abang juga sok ramah bangat jawab nya, pake basa basi nanya makan lagi, , ini perempuan juga kok genit amat yah,Abang..aku nggak mau tau.. blokir semua kontak perempuan!!" Gumam ku.
"Sabar sayang..sabar..jangan emosi, Nanti cepat tua loh," Ujar Adnan.
"Kalau yang lain siyah bisa sabar bang, tapi kalau masalah beginian nggak bisa sabar lagi, harus di tindak lanjuti" Ujar ku.
"Ya udah gini aja ya..hp Abang..boleh kamu cek tiap detik tiap menit sesuka hati kamu, tapi rekan kerja Abang jangan di blok dong sayang" Bujuk Adnan.
"Oke..tapi aku juga boleh punya kontak laki-laki di hp aku, kan biar sama" Ucap ku.
"Sayang ...kamu tuh masih polos, takutnya nanti ada yang modus sama kamu, kalau Abang kan udah bisa mengatasi hal-hal modus di dunia ini" Ujar Adnan.
"Abang mah curang" Gumam ku.
"Jangan ngambek dong..nanti cantiknya hilang loh,ya udah.. nanti Abang beliin kamu mobil, atau kamu mau perhiasan, atau kamu mau aku beliin apa..aku turuti semuanya" Ujar Adnan.
"Aku nggak butuh bang, pertama..aku nggak bisa bawa mobil jadi aku nggak perlu itu, kedua..aku nggak suka perhiasan berlebihan, ketiga..aku nggak minta apa-apa bang..tapi kalau sampai Abang ketahuan chattingan macem-macem sama perempuan lain..lihat aja aku nggak akan tinggal diam" Tegas ku.
🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan kasih bintang ya.. dukungan dari kamu adalah penyemangat author,, terimakasih..
__ADS_1