
jangan lupa like, tambah ke favorit,kasih bintang, dan vote juga ya,,biar author makin semangat up nya. author sayang kalian
lanjutan,,
Sesampainya di restoran aku benar-benar merasa kurang nyaman, karena tidak terbiasa makan di tempat seperti itu.
"Kok kamu diam aja, itu sate kamu keburu di makan lalat loh, buruan makan!!" Suruh Adnan.
"i iya pak" Jawab ku.
"Gimana..enak kan" Tanya Adnan. "Iya enak pak, tapi..pasti ini mahal kan?" Tanya ku.
"Ya iyalah ini jauh lebih mahal dari pada yang di pinggiran jalan itu" Jawab Adnan.
"Tuh kan...pak Adnan ngapain sih bawa-bawa saya ke sini, saya nggak bawa uang banyak pak, saya kan belum gajian " Ujar ku.
"Siapa yang nyuruh kamu bayar?? kan tadi saya yang ngajak kamu, jadi saya yang bayar lah" Jawab Adnan.
"Oh gitu..syukur deh" Lanjut ku.
"Oh ya saya mau tanya sama kamu, kamu beneran nggak pernah pacaran setelah perceraian itu?" Tanya Adnan.
"Apa urusannya sama bapak, harus bangat yah saya ceritakan tentang hidup saya ke bapak, pak Adnan kan bukan siapa-siapa saya" Jawab ku.
"Kalau saya tanya kamu harus Jawab, saya ini pemilik yayasan sekolah, harus nya kamu yang patuh dikit dong, kamu mau saya keluarin?" Gumam Adnan.
"Keluarin aja pak, saya juga nggak mau ngajar di sekolah pak Adnan lagi" Gertak ku sambil berdiri dan aku pun langsung meninggalkan nya di restoran itu karena kesal dengan sikapnya yang terlalu memaksa.
Tiba-tiba di depan restoran aku bertemu dengan Reihan setelah sekian lama tak pernah melihat nya lagi.
"Asiyah..." Panggil Reihan. "Reihan..Kamu kok ada di sini" Tanya ku.
"Aku yang harus nya nanya sama kamu, kamu kemana aja selama lima tahun terakhir ini, lima tahun lalu aku ke rumah kamu, tapi kata tetangga kamu, kalian udah pindahan" Kata Reihan.
"Iya Rei, aku sama keluarga ku pindah ke kota, Karena aku mau lanjutin kuliah, dan akhirnya kami sekeluarga jadi menetap di kota ini" Ujar ku.
"Nggak nyangka yah aku masih bisa ketemu kamu lagi, terus sekarang kamu udah lulus kuliah ya" Tanya Reihan.
"Iya Rei Alhamdulillah aku udah lulus dan sekarang aku udah jadi guru di SMA Unggulan itu, tapi mungkin aku bakal cari kerja yang lain sih" Ucap ku.
"Kenapa , kamu nggak nyaman ya kerja di situ" Tanya Reihan.
"Oh ya kamu kerja dimana" Tanya ku untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku kerja di sini" Jawab Reihan.
"Aku salut sama kamu, meskipun kamu kerja jadi pelayan di restoran ini, tapi kamu tetap semangat, gitu dong..Kamu harus tetap semangat ya Rei ,aku yakin suatu saat kamu pasti akan sukses" Ucap ku.
"Aku bukan pelayan siyah, aku pemilik restoran ini" Jawab Reihan sambil tersenyum.
"Hah.. maaf-maaf..aku kira kamu pelayan di sini" Jawab ku sambil senyum dan tersipu malu.
Tiba-tiba Adnan datang "Kamu kok ninggalin saya sendiri di sana, ayok pulang, buruan naik ke mobil" Suruh Adnan.
"Halo bang Adnan, apa kabar" Sapa Reihan dengan ramah.
"Kabar saya baik, saya kok nggak asing sama wajah kamu, kayak pernah ketemu, tapi dimana ya" Tanya Adnan.
"Saya Reihan Bang, Teman Asiyah dari pesantren" Jawab Reihan.
"O..Reihan, iya saya ingat, Maaf ya saya harus pergi dulu. Asiyah..ayok pulang" Kata Adnan Sambil menarik tangan ku.
"Astaghfirullah..jangan sentuh tangan saya, bukan mahram pak" Bentak ku.
"Asiyah, kok kamu ngomong gitu sama suami kamu?" Tegur Reihan.
"Hah Suami?? Dia bukan suami ku, tapi mantan suami" Tegas ku.
"Lima tahun lalu kami udah cerai Rei" Jelas ku.
"Iya Rei saya mantan suami nya, tapi Asiyah ini masih cinta sama saya, jadi kami akan segera nikah lagi" Tegas Adnan pada Reihan.
"Pak Adnan apa-apaan sih, aku nggak pernah ngomong gitu yah, bapak jangan ke pede an ya" Bentak ku.
"Rei kamu jangan percaya sama si tuan macan ini, dia cuma ngarang cerita" Lanjut ku.
"Apa??Kamu panggil saya macan??" Tanya Adnan dengan wajah emosi.
"Aku pergi dulu Rei assalamualaikum" Ucap ku dan langsung berlari meninggalkan Adnan karena takut dengan Adnan yang sudah emosi.
Akhirnya aku pun pulang sendiri, Karena tidak nyaman dengan sikap keras Adnan.
***
Malam itu, aku mendengar kabar baik dari Abang abidzar.
"Siyah, ada kabar baik sayang, lamaran abidzar langsung di terima sama calon kakak ipar kamu" Kata Umi.
__ADS_1
"Alhamdulillah, benar kan dugaan ku, wanita mana sih yang nolak bang Abi, Abang kan laki-laki idaman semua wanita" Ucap ku.
"Bisa aja kamu" Kata Bang Abi. "Terus rencana pernikahan nya kapan bang?" Tanya ku.
"Abang ngikut aja sih,Kata keluarga Lina pernikahan nya di percepat aja" Jawab Bang Abi.
"Benar itu ,,lebih cepat lebih baik" Kata Umi.
"Iya mi, tapi btw..siyah kapan nih bawa calon adik ipar" Canda Adnan.
"Ih Abang apaan sih, aku belum kepikiran ke sana, aku masih mau fokus menjalani karir" Ujar ku.
"Jangan terlalu fokus sama kerjaan siyah, kamu harus mikirin masa depan kamu juga" Kata Umi.
"Umi sama bang Abi sama aja yah, kalian nggak suka yah kalau siyah tinggal lama-lama di sini" Tanya ku.
"dih ada yang ngambek nih" Ledek Bang Abi.
"Nggak gitu sayang..umi senang kok kalau siyah tinggal sama umi, umi malah pengen nya asiyah tinggal selamanya sama umi" Kata Umi.
***
Keesokan hari,,
pagi yang cerah, pagi ini aku berniat untuk mengundurkan diri sebagai guru di sekolah itu.
aku menemui pak kepsek di ruangannya
"Assalamualaikum pak Hendra" Sapa ku.
"Waalaikumussalam Bu Asiyah, ada apa Bu" Tanya pak kepsek.
"Pak ini surat pengunduran diri saya pak, saya nggak bisa lagi ngajar di sini'?" Ucap ku.
"Loh kok gitu sih Bu,,jangan gitu lah bu kita bisa bicarakan baik-baik Bu, kalau ada yang jahat sama Bu Asiyah di sekolah ini, ibu bilang aja sama saya, atau jangan-jangan ada murid yang berani lawan ibu, ibu kasih tau saya aja Bu, saya akan langsung turun tangan, tolong Bu Asiyah jangan berhenti ya" Kata Pak Kepsek.
"Nggak kok pak , semua orang di sekolah ini baik-baik kok, cuma saya pengen kerja di tempat lain aja" Jelas ku.
"Bu Asiyah..saya minta tolong sekali bu, tolong ibu tetap mengajar di sekolah ini, kalau ibu pergi, bisa-bisa posisi saya sebagai kepala sekolah akan terancam" Kata pak kepsek.
"Apa hubungannya posisi pak Hendra dengan saya, emangnya kalau saya pergi kenapa pak?" Tanya ku.
Bersambung,,
__ADS_1