Istri Kecil Sang Dokter

Istri Kecil Sang Dokter
Episode 44


__ADS_3

Setelah memastikan semuanya naik Pras langsung meninggalkan pesawat. Mata Khanza tak henti-hentinya menatap Pras yang terlihat sangat kaku dan tegas.


“Dia sepertinya jarang bicara ya Mas” ucap Khanza.


“Siapa yang kamu maksud sayang ?” tanya Arif balik.


“Itu Lo, yang tadi Asisten tuan Kenan tadi”


“Oh Pras”


Khanza mengangguk.


“Dia memang begitu dek, dingin dan irit bicara tapi dia baik orang nya, pengabdian nya dengan Kenan sangat besar. Pras itu anak yatim piatu dia di temukan oleh Tuan Bayu di jalanan waktu Pras berumur satu tahun kayaknya” jelas Arif.


“Dia sudah menikah ??” tanya Khanza lagi rupanya ia begitu penasaran dengan sosok pria berwajah sangar itu.


“Sudah, udah punya anak juga kok” jawab Arif.


“Ada ya cewek yang mau sama dia”


Arif tidak menanggapi ucapan Khanza lagi, ingatan nya kembali saat ia menyukai Siska yang sekarang sudah menjadi istri sah Pras.


Andai saja Khanza tau bagaimana kisah percintaan nya mungkin Khanza akan tertawa karena berpikir ia terlalu bodoh mencintai wanita yang mencintai pria lain.


“Mas” panggil Khanza.


“Iya” jawab Arif begitu lembut.


“Khanza kan selama ini tidak tau bagaimana masa lalu Mas, boleh dong Mas cerita dikit tentang masalalu Mas. Ya semisal mantan gitu” ucap Khanza hingga membuat Arif terkekeh.


“Ngapain bahas masalalu sayang, yang perlu kita bahas masa depan kita” balas Arif sambil mengacak rambut Khanza dengan gemas.


“Tapi kan Khanza pingin tau Mas”


Arif terdiam beberapa saat, pesawat sudah lepas landas. Awan putih menjadi penghias perjalanan mereka.


“Mas” panggil Khanza lagi.


“Iya Sayang”


“Ayo cerita”


“Nanti kamu marah lagi kalau Mas cerita tentang masa lalu” ucap Arif waspada.


“Enggak akan. Khanza janji”ujar Khanza sambil memperlihatkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


“Kalau mantan mas tidak punya, karena memang dulu saat sekolah mas fokos belajar, tapi menyukai wanita sudah pernah Mas rasakan” Arif mulai bercerita.


Khanza mendengar kan apa yang di cerita kan suaminya. Walau terkadang jantung nya berdetak dengan kencang.


“Mas sangat mencintai dia, dia baik, lemah lembut. Dan memang kami sangat dekat, Mas kira dia punya perasaan juga sama Mas tapi ternyata salah. Dia menyukai pria lain dan sayangnya itu adalah teman Mas sendiri ya walaupun tidak terlalu dekat” cerita Arif sambil menerawang pertemuan nya bersama Siska.


“Astaga tragis. Lalu apa Mas pernah mengungkapkan perasaan Mas sama cewek itu ??" Tanya Khanza lagi, rupanya ia masih penasaran.


“Tidak, ya buat apa Mas ungkapkan kalau mas sendiri sudah tau dia mencintai orang lain. Jadi Mas pendam sendiri aja perasaan nya”


“Siapa wanita itu Mas ??”


“Kamu gak usah tau dia siapa”


Arif sengaja tak ingin menyebutkan nama Siska. Karena tidak ingin suatu hari nanti terjadi kesalah pahaman. Karena Arif yakin suatu hari nanti ada saatnya ia membawa Khanza untuk berkumpul bersama teman-teman nya.


“Ya . Kan Khanza penasaran mas” ucap Khanza penuh ingin tahu.


“Sudah jangan penasaran lagi, masa lalu Mas gak ada yang istimewa kok karena yang lebih istimewa adalah kamu sayang” ucap Arif sambil mencium kening Khanza sekilas.


Khanza menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, lama kelamaan ia tertidur dengan pulas. Arif segera membenarkan posisi tidur Khanza supaya Khanza lebih nyaman.


Pikiran Arif kembali kemasa lalu, ia tersenyum kecut saat dirinya bertahan pada sebuah perasaan yang begitu menyakitkan.


Dan bersyukulah ia karena Tuhan mempertemukan nya dengan khanza, wanita cantik yang tidak memandang siapa dirinya.


--------


Setelah sampai di Singapura Arif langsung mengajak istri dan mertuanya untuk ke rumah yang sudah ia sewa selama tinggal di Singapura..


“Kita tinggal disini untuk sementara, besok baru kerumah sakit menemui dokter yang akan mengobati kamu” jelas Arif.


“Iya mas” jawab Khanza


“Rumahnya nyaman, pinter kamu cari tempat tinggal” sahut Pak Hadi.


Arif hanya tersenyum, ia senang karena Pak Hadi dan Khanza menyukai tempat tinggal yang ia pilihkan.


Setelah berbincang sebentar Arif mengantar Pak Hadi ke kamarnya. Di rumah itu memiliki 3 kamar, satu untuk Pak Hadi, satu untuk dirinya dan Khanza sementara satunya lagi khusus untuk Art.


Arif sengaja akan menyewa jasa Asisten rumah tangga, karena tidak ingin Khanza capek hanya untuk menyiapkan makanan.


“Ini kamar kita sayang” ucap Arif setelah membuka pintu kamar.


“Khanza suka Mas. kamarnya nyaman” jawab Khanza antusias.

__ADS_1


“Syukurlah kalau kamu suka”


Kamar itu memang tidak semewah kamar mereka yang ada di Indonesia, tapi cukup nyaman untuk di tempati. Arif memang menyewa rumah bergaya Eropa.


“Istirahat dulu biar kamu gak capek. mas mau cari makanan dulu” ujar Arif.


“Khanza masak aja Mas”


“Jangan sayang, biar mas cari makanan di luar saja. Kamu jangan capek-capek kita kesini untuk membuatmu sembuh bukan malah bikin kamu tambah sakit karena kecapekan” jelas Arif begitu lembut.


“Makasih Mas udah sayang banget sama aku”


Mata khanza mendadak berkaca-kaca, kasih sayang yang diberikan sang suami begitu banyak. Arif selalu membuatnya bahagia.


“Kamu adalah istri ku, jadi wajar kalau Mas sayang banget sama kamu dek. Udah sana istirahat Mas cari makanan dulu. Kasian Ayah pasti udah lapar”


”Iya Mas”.


Khanza menuju tempat tidur, sementara Arif kembali keluar untuk mencari makanan, juga ingin menghubungi Asisten rumah tangga yang sudah ia kerjakan.


Beruntung yang akan menjadi Asisten rumah tangga nya adalah orang Indonesia asli hanya sudah lama merantau di Singapura.


Selesai menghubungi Asisten rumah tangga, Arif langsung memesan makanan khas Indonesia. Sebenarnya ia ingin memesan makanan luar negeri tapi takut itu tidak cocok di lidah Khanza dan Pak Hadi.


Untuk makanan sang istri, Arif memesan Khusus.


----------


Keesokan paginya Arif langsung mengajak istrinya untuk kerumah sakit yang di rekomendasikan oleh Raka.


“Halo, saya dokter Mahendra. Kemaren saya sudah di hubungi oleh Dokter Raka untuk menjelaskan bahwa kalian akan berobat” ucap Mahendra memperkenalkan diri dengan ramah.


“Saya Arif dok, dan ini istri saya serta itu mertua saya” jawab Arif memperkenalkan diri serta istri dan juga mertuanya.


“Siapa yang sakit ??” tanya Mahendra lagi.


“Istri saya dok, dia mengidap kanker hati, dulu pernah di operasi di Indonesia yang di tangani oleh dokter Raka langsung namun beberapa bulan kemudian kanker itu kembali lagi. Tapi sekarang istri saya tengah mengandung” jelas Arif.


Mahendra menganggukkan kepalanya


“Kasus seperti ini sudah sering terjadi, dimana ibu hamil sedang mengidap kanker hati” Mahendra mulai menjelaskan.


“Untuk pengobatan seperti kemoterapi belum bisa kita lakukan karena kehamilan istri bapak masih trimester pertama. Itu akan mempengaruhi janin dalam kandungan.


Seperti cacat pada janin atau bisa terjadi keguguran. Kemoterapi bisa di lakukan setelah kehamilan melewati trimester kedua atau di usia 5 bulan keatas. Akan tetapi harus dengan dokter yang ahli supaya ibu dan bayi bisa selamat”

__ADS_1


“Namun ada baiknya jika kemoterapi kita lakukan setelah bayi itu lahir, supaya aman. Bapak dan ibu tenang aja kanker itu tidak akan membahayakan janin di dalam kandungan”


Arif begitu serius mendengarkan penjelasan dari Mahendra. Begitu pun dengan Khanza iya bersyukur karena kanker yang ia derita tidak membahayakan janin dalam kandungannya..


__ADS_2